Kagetnews | Tangerang – Di tengah gempuran pasar global yang kian tak menentu, sebuah cahaya harapan muncul dari sudut Desa Salembaran Jati, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Melalui Koperasi Merah Putih, warga setempat mulai merajut kembali semangat gotong royong nasional untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintahan Desa Salembaran Jati, mulai dari jajaran staf desa, RW, hingga RT. Sinergi ini menarik perhatian Boy Rahman, mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah STISNU Nusantara Tangerang, untuk menjadikan koperasi tersebut sebagai objek utama Praktik Profesi Lapangan (PPL) yang selaras dengan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. 2 April 2026.
Di bawah kepemimpinan Lurah Pandu Widjaya, SH., Koperasi Merah Putih yang berdiri sejak awal 2025 ini merupakan realisasi dari program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Fokus utamanya sederhana namun krusial: menyediakan sembako murah, gas elpiji, dan kebutuhan dasar lainnya untuk membantu warga serta pelaku UKM
Potret Boy Rahman (kiri) Mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang Prodi Hukum Ekonomi Syariah kelas Ansor Banser Semester 6 bersama Eko Setiawan (kanan berbaju kaso biru) selaku Ketua Pengurus Koperasi Merah Putih Desa Salembaran Jati. (Ist)
Eko Setiawan, Ketua Pengurus Utama Koperasi Merah Putih, mengelola operasional harian dengan penuh dedikasi. Ia menyadari bahwa di era perang harga saat ini, pelaku usaha kecil seringkali menjadi pihak yang paling terdampak, sehingga kehadiran koperasi menjadi benteng pertahanan ekonomi lokal.
Meski berjalan dengan modal yang masih terbatas hasil swadaya perangkat desa dan anggota, Eko tetap optimis. Tantangan modal memang menjadi hambatan utama dalam menyediakan pilihan produk yang lebih beragam, namun semangat sosial para pengurus menjadi motor penggerak yang tidak pernah padam.
Satu hal yang menyentuh hati adalah fakta bahwa Eko menjalankan amanah ini tanpa gaji. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan motivasinya bukan tentang materi, melainkan kesempatan untuk mencatatkan nama dalam sejarah pengabdian bagi Desa Salembaran Jati melalui program strategis nasional yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Potret Boy Rahman (kiri mengenakan pakain berwarna hijau) selaku Mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang bersama Abdullah (sbelah kanan berpakaan putih) selaku SekDes Salembaran Jati, saat
Sedang berdiskusi terkait Koperasi Merah Putih yang menjadi bahan penelitian dan analisis Mahasiswa PPL.
Dukungan struktural pun datang dari Sekretaris Desa Salembaran Jati, Abdullah. Ia menegaskan bahwa pihak desa telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung operasional koperasi demi mewujudkan visi desa mandiri. “Kami bergerak secara mandiri sambil menanti kucuran dana pusat agar koperasi bisa berkembang lebih masif,” ujarnya.
Sisi inovatif juga ditunjukkan oleh Kaur Kesra Desa Salembaran Jati, Gilang Jasip. Ia memandang koperasi sebagai lembaga yang fleksibel—lembaga yang hadir bukan untuk memaksakan keinginan pengurus, melainkan untuk melengkapi apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
Gilang membagi sasaran koperasi ke dalam dua kategori, yakni kaum produktif dan non-produktif. Perhatian khusus diberikan kepada warga usia 40 tahun ke atas yang seringkali sulit diterima di sektor formal namun tetap memiliki kewajiban menafkahi keluarga. Di sinilah koperasi hadir sebagai ruang pemberdayaan bagi mereka.
Kehadiran mahasiswa PPL STISNU Nusantara, Boy Rahman, memberikan warna akademis dalam pengembangan koperasi ini. Melalui analisis hukum ekonomi syariah, ia terlibat aktif dalam diskusi penyusunan rancangan jangka panjang dan pendek bersama jajaran perangkat desa dan pengurus koperasi.
Boy Rahman berencana memberikan edukasi berkelanjutan bagi anggota koperasi mengenai hak-hak perlindungan konsumen dan prinsip ekonomi syariah. Ini merupakan bentuk kontribusi nyata kampus dalam memberikan pendampingan hukum dan literasi ekonomi bagi masyarakat di lapangan.
Ke depan, Koperasi Merah Putih berencana memperluas jaringan melalui kolaborasi dengan BUMA (Badan Usaha Milik Ansor). Langkah ini diambil untuk menutupi kekurangan yang ada dengan memanfaatkan akses jaringan organisasi yang dimiliki oleh Eko Setiawan sebagai Sekretaris PAC Ansor Kecamatan Kosambi.
Integrasi antara organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan program pemerintah desa diharapkan menjadi model baru pengembangan ekonomi kerakyatan. Eko ingin membuktikan bahwa kader Ansor-Banser memiliki kompetensi tinggi, integritas, dan jiwa sosial yang total untuk mengabdi pada masyarakat.
Pemerintah desa mempercayakan kepemimpinan koperasi kepada Eko bukan tanpa alasan. Rekam jejaknya sebagai Ketua Ranting Ansor dua periode serta karakter yang amanah dan cerdas dianggap sebagai paket lengkap untuk membawa Koperasi Merah Putih mencapai tujuannya.
Pada akhirnya, Koperasi Merah Putih bukan sekadar entitas bisnis, melainkan wadah pemberdayaan sosial. Melalui sinergi antara pemerintah desa, tokoh pemuda, dan akademisi dari STISNU Nusantara, koperasi ini diharapkan menjadi role model nasional dalam membangun kedaulatan ekonomi dari tingkat desa.
Pewarta: Taufid
Editor: Sisil
☕ Apresiasi KagetNews
Dukungan Anda Sangat Berarti Bagi Kami





















