Kagetnews | Indramayu – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang biasa diperingati pada 2 Mei 2026 ingin diperingati kembali oleh CV. Barokah Abadi Jaya Agung dan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu pada 6 – 16 Mei 2026.
Akan tetapi, peringatan Hardiknas yang akan diselenggarakan tersebut, bagi sebagian masyarakat dan aktivis dinilai sudah bukan waktunya dan didapati unsur-unsur komersil non pendidikan maupun akademis. Yang dikhawatirkan Hardiknas hanya djadikan label saja untuk mencari keuntungan belaka.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa sebab. Karena sebelumnya pada beberapa tahun yang lalu di tahun 2023, sempat diselenggarakan kegiatan yang sama, dan sekolah-sekolah mengajak para siswanya untuk hadir dalam pasar rakyat tersebut.
Masdi salah satu Aktivis dan Pemerhati Pemerintahan Kabupaten Indramayu turut mengomentari pelaksanaan kegiatan tersebut. Dia berpendapat, sebaiknya Hardiknas kegiatannya diisi dengan kegiatan bernuansa edukatif tanpa adanya unsur komersil.
“Apakah pihak penyelenggara dan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu bisa menjamin bahwa acara tersebut memang diperuntukkan untuk pendidikan? Apakah ada produk dari pelajar Indramayu yang diperjual belikan dan para pedagang pasarnya 100 persen warga Indramayu?,” tanya Masdi.
“Saya mengkhawatirkan, Hardiknas didomplengi oleh pedagang pasar malam yang notabene pedagangnya bukan asli warga Indramayu atau rakyat Indramayu,” tambahnya dengan tegas.
Selain itu, Masdi sesalkan sikap Kadispara Kabupaten Indramayu, yakni Ahmad Syadali yang cuek bahkan seolah-olah tidak peduli terhadap jalannya pendidikan di Kabupaten Indramayu, Ia mengatakan bahwa Kadispara Kabupaten Indramayu lebih mengedepankan pendapatan daerah ketimbang masa depan peserta didik.
“Saat saya konfirmasi terkait kegiatan tersebut, Beliau Pak Ahmad Syadali mengatakan ‘kalo yang punya tempat sewa menyewa ibaratnya, ada yang menyewa tempat Alhamdulillah, sebagai salah satu pemenuhan targetPAD’ ” ujar Masdi sambil menukil percakapan percakapan Kadispara Indramayu.
Sementara itu, Apriansyah salah seorang Aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Indramayu turut mengomentari isu penyelenggaraan Hardiknas yang disisipi dengan pasar rakyat. Menurutnya, perlu dibedakan antara kewenangan Dinas Pendidikan dan Dinas Kopdagin.
Apriansyah menyoroti, bahwa dari surat yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu tersebut, tertulis surat rekomendasi untuk penyelenggaraan Hardiknas dan Pasar Rakyat, yang mana Pasar Rakyat tidak ada kaitannya dengan ruang lingkup pendidikan.
“Kesannya Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu memaksakan sekali penyelenggaraan acara Hardiknas & Pasar Rakyat. Jika ini tentang pendidikan baiknya fokus pada pendidikan saja jangan bawa-bawa pasar rakyat, apalagi yang jualan bukan UMKM atau hasil kreasi pelajar Indramayu,” pungkas Apriansyah.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu Wali Murid, yang berinisial VA, sebagai orang tua yang anaknya sedang perisiapan ujian sekolah dan melanjutkan ke jenjang SMA sederajat, Dirinya sangat keberatan jika acara tersebut dilaksanakan di Bulan Mei, tepatnya pada bulan pelaksanaan ujian sekolah dan pendaftaran sekolah. Karena, Visha merasa pada waktu tersebut merupakan waktu yang sangat krusial tentang masa depan anaknya.
“Karena biasanya pada beberapa tahun yang lalu, kalau ada acara Hardiknas yang ada Pasar Rakyatnya, anak-anak sekolah termasuk anak saya disuruh datang oleh gurunya untuk menghadiri acara tersebut, malah saya melihatnya bukan Hardiknas, malah lebih ke pasar malan,” kata VA.
“Akan tetapi untuk penyelenggaraan Hardiknas dan Pasar Rakyat kali ini, sepertinya saya tidak mengizinkan anak saya untuk hadir, dengan pertimbangan saya lebih ingin anak saya fokus pada ujian sekolah sehingga bisa mendapatkan nilai yang terbaik sehingga bisa diterima di sekolah favorit di Indramayu ini,” pungkasnya.
Banyak pihak berharap pemerintah Kabupaten Indramayu bisa lebih bijak lagi dalam merancang acara-acara besar yang berkaitan dengan identitas bangsa khususnya yang berkaitan dengan pendidikan. Serta dilakukan evaluasi total terhadap Disdik Kabupaten Indramayu yang memberikan rekomendasi, dan panitia penyelenggara agar penyelenggaraan Hardiknas dan Pasar Rakyat tidak berbau komersil demi meraup keuntungan semata, lalu mengesampingkan esensi dari acara tersebut (peringatan Hardiknas). *** (tim)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.






















