Kagetnews, Indramayu – Proyek unjuk rasa penolakan Strategi Nasional (PSN) revitalisasi tambak nila salin di Kabupaten Indramayu berakhir ricuh. Massa yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) diduga merusak sejumlah fasilitas umum di kawasan Akun-Alun Indramayu setelah aksi memanas, Kamis (2/4/2026).
Kerusakan terlihat pada sejumlah fasilitas seperti pot bunga, tiang lampu taman, dan sarana umum lainnya mengalami kerusakan signifikan. Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu mengutarakan kerugian materil akibat ulah oknum demonstrasi mencapai ratusan juta rupiah.
Lucky Hakim Buka Suara
Menangapi kejadian tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengadakan konferensi pers darurat di Aula Pendopo Kabupaten Indramayu.
Dalam keterangannya, Lucky menyayangkan aksi emisi yang berujung perusakan fasilitas umum, padahal pemerintah daerah telah membuka ruang dialog dengan perwakilan massa.
“Sangat menakutkan aksi ini berujung pada anarkis. Padahal kami sudah membuka diri dan mendiskusikan massa untuk berdialog. Fasilitas umum ini dibangun dengan uang rakyat untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Lucky Hakim.
Ia menegaskan, aset yang rusak merupakan fasilitas publik yang digunakan masyarakat dan dibangun dari anggaran daerah.
Ultimatum Pemkab Beri
Meski menyayangkan kejadian tersebut, Lucky masih memberikan kesempatan kepada pihak penyelenggara aksi untuk bertanggung jawab.
Pemkab meminta koordinator aksi segera mengidentifikasi oknum peserta yang terlibat dalam aksi perusakan dan menunjukkan itikad baik untuk mengganti kerugian.
“Kami masih memberi ruang untuk menyelesaikan ini secara bertanggung jawab,” tegasnya.
Tegaskan PSN Program Pusat
Lucky juga menegaskan, proyek revitalisasi tambak nila yang dipersoalkan massa merupakan program pemerintah pusat, bukan kebijakan murni pemerintah Kabupaten Indramayu.
Program tersebut merupakan bagian dari revitalisasi kawasan tambak di wilayah Perhutani yang masuk skema PSN sektor budidaya perikanan.
“Saya tegaskan kembali, ini merupakan program pusat. Pemda hanya memfasilitasi koordinasi di daerah,” ujarnya.
Siap Tempuh Jalur Hukum
Pemkab Indramayu menyatakan tidak akan tinggal diam jika pihak penyelenggara aksi tidak menunjukkan tanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.
Lucky memastikan akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengambil langkah hukum.
“Jika tidak ada tanggung jawab, kami akan berkoordinasi dengan Polres Indramayu untuk menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.
Saat ini, dinas terkait masih melakukan inventarisasi kerusakan fasilitas umum, sementara pihak kepolisian disebut tengah melakukan pendalaman atas kejadian tersebut.
Pewarta : Wasta
Editor : LS
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.






















