Kagetnews, Indramayu – Unjuk rasa yang digelar oleh Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) di depan kantor Bupati Indramayu pada Kamis (2/3) berakhir ricuh dan anarkis. Sejumlah fasilitas umum yang berada di sekitar alun-alun Indramayu mengalami kerusakan parah akibat tindakan pengunjuk rasa yang merasa kecewa karena tidak dapat menghubungi Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Peristiwa tersebut bermula ketika ratusan anggota KOMPI berkumpul di depan kantor Bupati Indramayu sejak pagi hari dengan membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi tuntutan mereka. Tuntutan utama dari kelompok ini adalah penolakan terhadap proyek revitalisasi tambak di wilayah Pantura Indramayu yang dianggap akan merugikan kepentingan masyarakat pesisir.
Meskipun telah menunggu cukup lama, pengunjuk rasa tidak mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan Bupati Lucky Hakim. Kekecewaan yang memuncak akhirnya memicu aksi anarkis.
Para pengunjuk rasa mulai merusak sejumlah fasilitas umum yang ada di sekitar lokasi, termasuk lampu jalan, bangku taman, dan pagar pembatas di area alun-alun.

Suasana menjadi semakin tegang hingga pihak kepolisian harus turun tangan untuk mengamankan situasi dan mencegah kerusakan yang lebih luas.
Ketua aksi KOMPI, H. Darsam dalam keterangannya menyatakan bahwa kekhawatirannya merasa sangat kecewa atas ketidakhadiran Bupati Lucky Hakim. “Kami sudah berusaha menyampaikan aspirasi kami secara damai, namun kami tidak diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Bupati.
Tuntutan kami jelas, kami menolak proyek revitalisasi tambak di Pantura Indramayu karena kami khawatir akan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat pesisir dan mata pencaharian kami,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu belum dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan terkait peristiwa tersebut maupun mengenai tuntutan yang disampaikan oleh KOMPI.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam aksi anarkis tersebut dan akan menindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
Masyarakat sekitar juga mengungkapkan kekhawatiran mereka atas kerusakan fasilitas umum yang terjadi. Mereka berharap agar kedua pihak dapat menyelesaikan perbedaan melalui dialog yang konstruktif dan tidak lagi menggunakan cara-cara anarkis yang hanya akan merugikan banyak pihak.**
Pewarta : Uncu
Editor : LS
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.






















