Search
Beranda » Opini » Eksistensi Guru Ngaji: Lilin Kecil di Tengah Gelombang Kemunduran Peradaban

Eksistensi Guru Ngaji: Lilin Kecil di Tengah Gelombang Kemunduran Peradaban

  • taufid
  • August 3, 2025
  • 8:56 pm
  • Opini
  • taufid
  • 03/08/2025
  • 20:56
Gambar ilustrasi. (Ist)

Bagikan

Oleh: H. Sujaya, S. Pd. Gr.
(Pendidik, Pemerhati Pendidikan Karakter)

 

Kagetnews | Opini – Di tengah hiruk pikuk modernisasi, digitalisasi, dan degradasi moral, keberadaan guru ngaji laksana lilin kecil yang tetap menyala di tengah gelapnya kemunduran peradaban. Mereka hadir bukan hanya sebagai pengajar huruf Arab atau hafalan surah, melainkan penjaga nilai, penerus tradisi keilmuan, dan pembina akhlak generasi muda. Namun, realitas saat ini menunjukkan bahwa eksistensi guru ngaji kian terpinggirkan, bahkan nyaris hilang di banyak tempat.

Kemunduran Peradaban dan Krisis Nilai

Kemajuan teknologi tidak selalu diiringi dengan kemajuan moral. Banyak pengamat sosial menilai bahwa kita sedang menghadapi krisis karakter dan degradasi nilai. Sosiolog Imam B. Prasodjo mengatakan, “Modernisasi membawa disrupsi bukan hanya pada aspek ekonomi dan sosial, tapi juga pada sistem nilai dan moral masyarakat. Pendidikan informal berbasis agama, seperti pengajian, mengalami penurunan eksistensi.” (Kompas, 2021)

Krisis ini diperparah dengan sedikitnya waktu anak-anak untuk belajar agama. Berdasarkan Laporan BPS tahun 2023, waktu belajar agama anak-anak usia sekolah mengalami penurunan drastis. Sistem Full Day School dan 5 Hari Kerja dianggap menggeser waktu luang anak untuk kegiatan spiritual, termasuk mengikuti TPA dan pengajian sore.

Kelangkaan Guru Ngaji dan Tekanan Sosial

Kementerian Agama RI pada tahun 2011 mencatat bahwa hanya 36% Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang masih aktif pasca pandemi. Data ini menunjukkan kemerosotan drastis peran guru ngaji dalam sistem pendidikan informal keagamaan. Padahal, guru ngaji memiliki kontribusi luar biasa dalam membentuk kepribadian anak yang berakhlak mulia.

Sayangnya, tekanan sosial terhadap profesi ini makin berat. Seorang guru ngaji di sebuah desa dikriminalisasi dan dikenai denda Rp25 juta karena dianggap melakukan kekerasan saat menegur murid dengan keras. Padahal, teguran tersebut tidak dimaksudkan untuk melukai, tetapi untuk mendidik dan mengarahkan. Kejadian ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai kehilangan konteks pendidikan tradisional yang penuh kearifan.

Pendapat Ahli: Peran Strategis Guru Ngaji

Prof. Quraish Shihab, pakar tafsir terkemuka Indonesia, pernah menyampaikan bahwa guru ngaji adalah “penyambung generasi Qur’ani dari masa ke masa. Mereka bukan hanya mengajarkan bacaan, tapi menanamkan nilai dan membentuk peradaban.” (Dialog Kebangsaan, 2020). Artinya, memudarnya eksistensi guru ngaji bukan sekadar kehilangan pengajar, tetapi kehilangan penopang moral bangsa.

Sementara itu, KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) mengingatkan dalam salah satu pengajiannya, “Kalau guru ngaji dianggap tidak penting, maka yang akan penting hanya influencer dan selebritas” Kritik ini menyoroti pergeseran orientasi masyarakat dari keteladanan moral ke popularitas semu.

 Masalah Utama

1. Turunnya minat belajar agama secara informal. Waktu belajar anak tersita oleh sistem pendidikan formal yang padat.

2. Minimnya penghargaan dan perlindungan terhadap guru ngaji. Belum ada regulasi kuat yang melindungi guru ngaji sebagai tenaga pendidik nonformal.

3. Stigma negatif terhadap metode pengajaran tradisional. Teguran keras dari guru dianggap kekerasan tanpa melihat niat dan konteks edukatifnya.

4. Pengaruh gaya hidup modern dan digitalisasi. Anak-anak lebih banyak mengakses gawai dibanding mushaf.

Solusi yang Dapat Ditawarkan

1. Penguatan Peran Negara dan Lembaga Keagamaan

Pemerintah melalui Kementerian Agama perlu memperluas program pendataan dan sertifikasi guru ngaji seperti halnya guru formal. Pengakuan formal akan meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memberikan perlindungan hukum.

2. Revitalisasi TPA dan Madrasah Diniyah

Kegiatan belajar agama sore hari perlu dihidupkan kembali melalui kerja sama antara sekolah, masjid, dan keluarga. Misalnya, memberikan waktu khusus dalam seminggu yang mendukung kegiatan keagamaan di luar jam sekolah.

3. Pendidikan Karakter yang Terintegrasi

Pendidikan karakter berbasis agama harus diintegrasikan dalam kurikulum sekolah formal, dan sekolah wajib merekomendasikan santri dari TPA/guru ngaji sebagai bagian dari penilaian kepribadian siswa.

4. Perlindungan Hukum Bagi Guru Ngaji

Perlu adanya kebijakan hukum yang membedakan antara mendidik dan kekerasan. Guru ngaji yang menegur tidak bisa serta merta dikriminalisasi tanpa penelusuran etika pendidikan tradisional.

5. Literasi Digital dan Keagamaan

Mendorong inovasi pengajaran agama melalui platform digital. Guru ngaji perlu didorong untuk beradaptasi dengan platform seperti YouTube, TikTok, atau podcast untuk menjangkau generasi muda dengan pendekatan baru.

Penutup: Menjaga Lilin Itu Tetap Menyala

Guru ngaji memang tidak selalu berpendidikan tinggi. Mereka mungkin tidak dikenal media, tidak punya akun viral, bahkan tidak dibayar. Namun jasa mereka menyala dalam sunyi. Eksistensinya harus tetap dijaga karena di pundak merekalah cahaya peradaban Islam terus hidup.

Sebagaimana kata Buya Hamka, “Guru sejati adalah mereka yang tetap mengajar walau tidak dibayar, tetap menasehati walau tidak didengar.” Maka jangan padamkan lilin-lilin kecil itu, karena dari cahaya merekalah harapan generasi ini masih bisa menyala.

 

Referensi

Kementerian Agama RI. (2011). Data Taman Pendidikan Al-Quran di Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2023). Waktu Belajar Agama Anak-anak dan Aktivitas Sosial Pasca Pandemi.

Kompas. (2021). Modernisasi dan Krisis Moral di Indonesia: Wawancara dengan Imam B. Prasodjo.

Dialog Kebangsaan bersama Prof. M. Quraish Shihab. (2020). TVRI Nasional.

Gus Mus Official Channel. (2022). Pengajian Kebangsaan dan Kritik Sosial Budaya.

Indramayu, 2 Agustus 2025.


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

  • Guru Ngaji, Opini, Religi
PrevSebelumnyaHartanto Boechori: “Gugat Akal Sehat Administrasi Peradilan”
TerbaruPembangunan Kesehatan: Prioritas atau Pelengkap Menuju 2045?Next
Desa
Tani
Nelayan
Desa

Potret Kuwu desa Sudimampir Lor, Ade Nanto bersama Kapolsek Balongan dalam Acara Mapag Sri tahun 2026. (ist)

Pemdes Sudimampir Lor Gelar Acara Mapag Sri, Ungkapan Rasa Syukur Bagi Para Petani

Potret Kegiatan perdana Tradisi Mapag Sri di era Kuwu Mukmin desa Rawadalem. (ist)

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemdes Rawadalem Gelar Mapag Sri Perdana

Potret Pemdes Legok saat acara persiapan adat Mapag Tamba warisan leluhur. (ist)

Pemdes Legok Gelar Ritual Adat Mapag Tamba, Simbol Harapan dan Keselamatan Warga

Potret Ogoh-ogoh Dewi Shinta Karnaval Krasak Sahitya Raksa ke-52 di desa Krasak. (ist)

Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Karnaval Krasak Sahitya Raksa Ke-52

Potret sekdes Daiyah (ketiga dari kiri), Kuwu Lelea, H. Sunarta (kiri), Bupati Lucky Hakim (kedua dari kanan), Camat Lelea, Atang Suwandi (kanan). (ist)

Sekdes Daiyah Raih Penghargaan Atas Dedikasi dan Kepedulian Dari Bupati Indramayu

Tani

Potret papan informasi pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi tersier desa Rajasinga. (ist)

Petani Rajasinga Sambut Baik Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Photo Babinsa Kaweron Koramil 0808/16 Talun Serda Edi Prasetiyo, 19/10/2025 (Ist)

Wujud Kepedulian TNI Pada Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bantu Petani Tanam Padi

Ketahanan Pangan Jagung di Desa Bojong Kulon Terus Ditingkatkan

Serikat Tani Indramayu Demo Tuntut Fasilitas Penunjang Pertanian

Semua Camat ‘Ngantor’ di Pintu Air Nina Agustina: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Air

Nelayan

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim Blusukan Tinjau Langsung Pengerukan Pelabuhan Dadap, 23/10/2025 (Ist).

Lucky Hakim Blusukan, Percepat Pelabuhan Dadap Untuk Mengangkat Perikanan Indramayu

Kemeriahan Pesta Laut di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

SPBUN dan Asuransi Perikanan untuk Perlindungan Nelayan Kecil

Pasokan Ikan Aman, Menteri KKP Pantau Produksi di Indramayu

Longboat Berpenumpang 11 Orang Selamat Setelah Alami Kerusakan Mesin di Perairan Maluku Tenggara

Berita lainnya

Potret KOMPi jilid 2 Aksi demo ribuan massa menuju Pendopo. (ist)

Jilid 2, Ribuan Massa KOMPI Kepung Pendopo Indramayu Tolak Revitalisasi Tambak Pantura

Potret Terdakwa Ririn berontak usai persidangan. (ist)

Ririn Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Di Paoman Berontak Usai Persidangan

Sebagian Warga Indramayu Beri Kritikan Terhadap Penyelenggaraan Hardiknas & Pasar Rakyat

Potret alat berat sedang meratakan pembuangan limbah galian di jalan tembaga. (ist)

Tanpa Sosialisasi, Pembuangan Material Pengerukan di Jalan Tembaga Lemahabang Bikin Warga Geram

Potret Papan informasi CV Putri Elvira. (ist)

Baru Pasang Spanduk Setelah Viral, Warga Sorot Transparansi PUPR dan CV Putri Elvira

Lepas 30 Transmigran Penggerak ke 6 Kawasan Transmigrasi, BPPMT Pekanbaru Catat Sejarah Baru

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim terima penghargaan dari Kemendagri di hari otonomi daerah. (ist)

Kabupaten Indramayu Raih Penghargaan Nasional Dari Kemendagri

Purna Tugas! Relawan Mapalangit Biru Tinggalkan Jejak Kemanusiaan di Sumatra Utara

Melihat Konsumen MBG & Konsumen Pendidikan dalam Gugatan ke MK

PPPI Tantang Kejati Jabar, Tetapkan Tersangka Kasus Tuper DPRD Indramayu Dalam Waktu 30 Hari!

WARTA

  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka
  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka

FEATURED

  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto
  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto

INTEREST

  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM
  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM

INFORMASI

  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK

Copyright © 2026 kagetnews.com - All Right Reserved

© 2026 Kagetnews.com. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

  • Warta
    • Warta Terkini
    • Warta Desa
    • Warta Tani
    • Warta Nelayan
    • Desa Dalam Angka
  • Featured
    • Inspirasi
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Foto
    • Apa Kata Pembaca
    • Aspirasi
  • Interest
    • Bencana
    • Budaya
    • Budidaya
    • Kesehatan
    • Sosial
    • Wisata
    • Icip-Icip
    • UMKM
  • Informasi
    • Jual Beli Rangkas
    • Beasiswa
    • Loker
    • Properti