Search
Beranda » Opini » Ramadan & Pembebasan Diri

Ramadan & Pembebasan Diri

  • taufid
  • March 24, 2023
  • 12:09 pm
  • Karya Ilmiah, Opini
  • taufid
  • 24/03/2023
  • 12:09
Dr. Fokky Fuad Wasitaatmadja. (foto:ist)

Bagikan

Oleh: Fokky Fuad Wasitaatmadja

Perilaku Eksploitatif Manusia
Manusia adalah makhluk dunia, ia yang sejak Nabi Adam ditempatkan di dunia dan memiliki kewajiban untuk mengolah dan memakmurkannya. Dunia bukan sekedar alam tanpa makna, ia adalah sebuah kreasi Tuhan yang dengan itu menjadi sebuah objek ladang hidup manusia. Dunia yang terolah dan termakmurkan oleh tangan-tangan manusia yang kini berkedudukan sebagai khalifah acapkali juga melarutkan manusia untuk menikmatinya, mempertahankannya, hingga memunculkan pembunuhan atas manusia lainnya.

Konflik hingga perang dijalankan dalam peradaban manusia guna meraih penguasaan atas beragam sumber alam yang terhampar di bumi. Ketaksadaran atas fungsi utamanya memakmurkan dan bukan mengeksploitasinya muncul sejak awal manusia hadir yaitu sejak terjadinya peristiwa pembunuhan Qabil terhadap Habil putra Adam a.s. Sejak itulah manusia terus berupaya menguasai dan menundukkan dunia beserta segenap manusia yang ada di dalamnya.

Manusia seakan tidak pernah puas untuk selalu menundukkan, menguasai, mengeksploitasi dengan segenap dampak yang dimunculkannya. Manusia yang sudah melupakan hakikatnya sebagai khalifah sang pemakmur bumi (Qs.[2]:30) Manusia yang sudah terlupakan bahwa ia tercipta untuk tunduk pada kehendakNya (Qs.[51]:56). Manusia yang terus berupaya untuk menundukkan dengan sikap egonya, menurutkan segenap kehendak menguasai hingga mendstruksi beragam objek hidup yang dibutuhkan oleh manusia lainnya (Qs.[30]:41).

Segenap sikap eksploitatif di atas menunjukkan bahwa segenap jiwanya terikat oleh dunia, ia yang bukan menundukkan, tetapi justru tertundukkan oleh keindahan dunia. Manusia yang berubah menjadi objek yang dikendalikan oleh dunia. Sejatinya manusia yang mengendalikan tetapi ia yang terkendalikan dan tertundukkan. Ia yang terpesona segala permainan dunia dan melenakannya, ia menjadi subjek yang larut bukan subjek yang mengendalikan dan memakmurkan (Qs.[6]:32).

Ramadan hadir melalui sebuah metodologi puasa, serta diikuti oleh turunnya Kitab Suci al-Qura’an. Puasa Ramadhan yang mampu membebaskan manusia bukanlah sekedar menahan diri dari haus dan lapar, tetapi lebih jauh dari itu adalah ketika ia mampu mengendalikan ego dengan menahan segenap kehendak hati dari tarikan-tarikan duniawi. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa memiliki jenjang bertingkat: puasa umum, puasa khusus, dan khusus al khusus (Jabbar, 2022). Puasa umum adalah puasa seseorang yang menahan diri dari rasa haus dan lapar. Puasa khusus adalah puasanya seseorang dari ucapan yang tidak bermanfaat. Sedangkan puasa khususil khusus adalah puasanya seseorang dengan menahan hati dan pikirannya dari selain Allah.

Ramadan & Pembebasan

Ramadhan sebuah bulan kemuliaan (Qs.[2]:185), yang Tuhan turunkan kepada manusia, menjadi sebuah sarana untuk membebaskan segenap jiwa manusia dari karakter dan perilaku eksploitatif manusia. Ramadan mengajarkan kepada manusia untuk selalu kembali kepada jati diri dan hakikat ontologis manusia, sebagai khalifah yang tunduk pada kehendakNya. Manusia dengan mempuasakan tubuhnya, ia mencoba untuk membersihkan kerak yang ada dalam hatinya. Kehendak ego untuk menundukkan coba untuk diredam dan dipendam dalam.

Ramadan menjadi sarana epistemologis untuk menyadarkan bahwa diri bukan semata subjek tanpa makna, manusia adalah subjek yang berkehendak dan berfungsi sebagai pemakmur. Ramadan menjadi sebuah sarana untuk membentuk manusia yang unggul, manusia Bertuhan dengan ciri pada ketaqwaan (Qs.[2]:183). Sebagai manusia yang bertaqwa ia menjadi subjek yang selalu meyakini adanya kekuatan kegaiban Tuhan, menjalankan ketertundukan melalui pelaksanaan salat, menjadikan kitab suci al-Qur’an sebagai pedoman, serta meyakini adanya akhirat sebuah tempatnya berpulang (Qs.[2]:1-4).

Ramadan membebaskan manusia dari kelekatan pada fana dunia menuju pada keabadian hidup, yaitu hidup yang meletakkan Tuhan pada jiwanya. Bahwa Ramadhan menjadi sebuah metode kemuliaan yang memuliakan manusia dari semata homo homoni lupus (manusia sebagai serigala bagi manusia lainnya). Ia bukanlah lagi semata sebagai hewan yang berfikir, tetapi lebih jauh dari itu ia adalah subjek yang menentukan terciptanya sebuah peradaban manusia. Manusia dengan segenap entitas subjek yang dimilikinya menentukan bagaimana arah hidupnya sendiri

Ramadan membangun semangat kemanusiaan atas dasar rasa bertuhan yang dimilikinya. Bahwa manusia membangun keadaban manusia atas dasar semangat bertuhan yang ia letakkan dalam jiwanya. Kehadiran Ramadan menyadarkan manusia bahwa ia adalah subjek untuk menjalankan kehendak-kehendakNya. Bahwa semangat untuk membangun sebuah ruang hidup, selalu digerakkan oleh sebuah jiwa dan semangat ketuhanan. Ia bergerak atas dasar kehendakNya dan apa yang dilakukannya adalah karenaNya.

Ramadan mengingatkan juga bahwa perilaku puasa bukan dilakukan oleh kaum Muslimin tetapi juga menjadi kewajiban yang telah dilakukan oleh umat beragama sebelumnya (Qs.[2]: 183). Tuhan menjadikan puasa sebagai rekonstruksi tubuh manusia.

Membentuk ulang manusia, baik dari sisi fisik tubuh hingga jiwa manusia. Puasa Ramadan membentuk tubuh dan jiwa yang lebih kuat bagi manusia. Maka ia dijalankan sebagai sebuah metode membangun kembali kemanusiaan manusia yang terbebas dari jerat dan perangkap dunia yang melenakan.

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.” (Qs. Al-Baqarah [2]: 185).

Penulis adalah seorang Dosen Magister Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia.


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

  • 1444 H, Dr. Fokky Fuad Wasitaatmadja, Ramadan
PrevSebelumnyaEksistensi Cinta Kasih Orang Tua pada Kembang Tumbuh si Buah Hati
TerbaruAkibat Hukum Debitor PKPU Tidak Melaksanakan Putusan HomologasiNext
Desa
Tani
Nelayan
Desa

Potret Juru tulis desa Pawidean, Taufik Kurohman. (ist)

Desa Pawidean Gelar Tradisi Mapag Sri: Dimulai Sunatan Massal, Doa Bersama dan Dimeriahkan Wayang Kulit

Potret Forkopimcam Balongan Hadiri Mapag Sri di Desa Sukareja. (ist)

Forkopimpcam Balongan Hadiri Acara Mapag Sri di Desa Sukareja, Semoga Petani Hasilkan Padi yang Melimpah

Potret Kantor Kuwu desa Sukasari Kecamatan Arahan. (ist)

Tiga Pamong Desa Sukasari Mengaku Siap Hadapi Kebijakan Penjabat Kuwu

Potret perangkat desa Sudimampir lor, Camat Balongan, Sekmat Balongan, UPTD Pertanian Indramayu, BPP Balongan, UPI Rencana, BBWS Cisanggarung KTNA Kecamatan Balongan, Kelompok tani saat ubinan di desa Sudimampir Lor. (ist)

Camat Balongan Dampingi BPP Balongan Lakukan Ubinan di Desa Sudimampir Lor

Potret Kuwu desa Sudimampir Lor, Ade Nanto bersama Kapolsek Balongan dalam Acara Mapag Sri tahun 2026. (ist)

Pemdes Sudimampir Lor Gelar Acara Mapag Sri, Ungkapan Rasa Syukur Bagi Para Petani

Tani

Potret papan informasi pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi tersier desa Rajasinga. (ist)

Petani Rajasinga Sambut Baik Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Photo Babinsa Kaweron Koramil 0808/16 Talun Serda Edi Prasetiyo, 19/10/2025 (Ist)

Wujud Kepedulian TNI Pada Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bantu Petani Tanam Padi

Ketahanan Pangan Jagung di Desa Bojong Kulon Terus Ditingkatkan

Serikat Tani Indramayu Demo Tuntut Fasilitas Penunjang Pertanian

Semua Camat ‘Ngantor’ di Pintu Air Nina Agustina: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Air

Nelayan

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim Blusukan Tinjau Langsung Pengerukan Pelabuhan Dadap, 23/10/2025 (Ist).

Lucky Hakim Blusukan, Percepat Pelabuhan Dadap Untuk Mengangkat Perikanan Indramayu

Kemeriahan Pesta Laut di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

SPBUN dan Asuransi Perikanan untuk Perlindungan Nelayan Kecil

Pasokan Ikan Aman, Menteri KKP Pantau Produksi di Indramayu

Longboat Berpenumpang 11 Orang Selamat Setelah Alami Kerusakan Mesin di Perairan Maluku Tenggara

Berita lainnya

Gelombang PHK & Ledakan Pekerja Informal Butuh Intervensi Nyata Negara

Potret Obyek wisata Pantai Bali 2 Indramayu. (ist)

Pantai Balongan Indah 2 Jadi Destinasi Favorit di Indramayu

Potret Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama Bupati Indramayu, Lucky Hakim. (ist)

RSUD Pantura M.A Sentot Indramayu Resmi Beralih Status Jadi RS Provinsi Jawa Barat

Polindra Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi melalui Pelantikan Pengurus Forum PPVI-IGVIM Kabupaten Indramayu 

Potret warga saat sembelih hewan qurban di Masjid momen Idul Adha. (ist)

Sudah Tradisi 17 Tahun, Warga Desa Ini Berqurban Terpusat di Masjid

Ketua Karang Taruna Desa Karangkerta Kritiki Pembangunan KDMP yang Mangkrak!

Potret saksi ahli hukum pidana, Prof. Dr. Yongky Fernando, S.H., M.H., dari Universitas 17 Agustus 1945. (ist)

Sidang Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Paoman: Saksi Ahli Nilai Ada Pelanggaran Prosedur Penyidikan

Politeknik Negeri Indramayu Tampung 532 Mahasiswa Melalui Jalur SNBT 

Potret saksi ahli pidana Prof. Dr. Youngky Fernando dalam persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. (ist)

Prof. Youngky Angkat Bicara soal WhatsApp Ririn Log Out, Penyidik hingga Jaksa Bisa Dipidana

Potret Mahasiswa STID Al Biruni Babakan, Ciwaringin. (ist)

Belajar Bisnis dari Es Teh Koboi : Kang Zaki Tekankan Pentingnya Manajemen Keuangan

WARTA

  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka
  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka

FEATURED

  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto
  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto

INTEREST

  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM
  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM

INFORMASI

  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK

Copyright © 2026 kagetnews.com - All Right Reserved

© 2026 Kagetnews.com. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

  • Warta
    • Warta Terkini
    • Warta Desa
    • Warta Tani
    • Warta Nelayan
    • Desa Dalam Angka
  • Featured
    • Inspirasi
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Foto
    • Apa Kata Pembaca
    • Aspirasi
  • Interest
    • Bencana
    • Budaya
    • Budidaya
    • Kesehatan
    • Sosial
    • Wisata
    • Icip-Icip
    • UMKM
  • Informasi
    • Jual Beli Rangkas
    • Beasiswa
    • Loker
    • Properti