Search
Beranda » Nasional » Gelombang PHK & Ledakan Pekerja Informal Butuh Intervensi Nyata Negara

Gelombang PHK & Ledakan Pekerja Informal Butuh Intervensi Nyata Negara

  • taufid
  • May 29, 2026
  • 9:02 pm
  • Nasional
  • taufid
  • 29/05/2026
  • 21:02
Potret Ketua Advokasi & HAM Federasi Kerah Biru SPSI bersama jajaran. (Ist)

Bagikan

Kagetnews | Jakarta – Menanggapi maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan meningkatnya jumlah pengangguran yang beralih menjadi pekerja mandiri di sektor informal, Ketua Advokasi dan HAM Federasi Kerah Biru SPSI, Christian Pieter Sthepanus Purba, menegaskan bahwa sistem jaminan sosial nasional harus diperkuat secara lebih progresif dan adaptif, Jumat 29 Mei 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Christian kepada awak media pada Sabtu, 2 Mei 2026 di Setiabudi, Jakarta Selatan. “Kita akui, negara sudah hadir melalui berbagai skema. Ada diskon iuran JKK dan JKM untuk jenis usaha tertentu bagi pekerja bukan penerima upah. Ada juga program JKP sebagai bentuk perlindungan ketika pekerja terkena PHK. Itu langkah positif,” ujar Christian.

Namun menurutnya, kebijakan tersebut masih belum cukup menjawab akumulasi dampak ekonomi yang terjadi belakangan ini.

Christian menilai gejolak ekonomi, baik domestik maupun global, telah menekan banyak sektor usaha dan mengurangi kesempatan kerja. Akibatnya, banyak pekerja formal yang terdorong masuk ke sektor informal sebagai pekerja mandiri dengan penghasilan yang tidak menentu. “Realitanya hari ini banyak pekerja mandiri itu bekerja bukan untuk menabung, tapi untuk bertahan hidup. Targetnya sederhana, minimal hari ini bisa makan. Syukur-syukur kalau ada sisa,” tegasnya.

Kondisi tersebut membuat mereka kesulitan membayar iuran secara konsisten, meskipun sadar akan pentingnya perlindungan sosial. Tanpa intervensi tambahan, kelompok ini berisiko keluar dari sistem perlindungan sosial dan menjadi kelompok rentan baru.

Christian menjelaskan bahwa program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) merupakan langkah penting karena memberi kepastian sementara bagi pekerja yang terdampak PHK. Namun setelah masa manfaat berakhir, banyak dari mereka yang tidak kembali ke pekerjaan formal, melainkan menjadi pekerja mandiri.

Demikian pula kebijakan diskon iuran JKK dan JKM untuk pekerja bukan penerima upah melalui BPJS Ketenagakerjaan, dinilai membantu, tetapi belum cukup menjangkau seluruh pekerja rentan. “Kita tidak bisa menutup mata bahwa tekanan ekonomi membuat prioritas utama mereka adalah bertahan hidup. Dalam situasi seperti ini, negara perlu intervensi yang lebih kuat dan lebih terarah,” ujarnya.

Christian kembali menyinggung praktik di kawasan regional. Di Singapura, pemerintah memberikan dukungan tambahan pada tabungan pekerja berpenghasilan rendah melalui Central Provident Fund (CPF).

Di Malaysia, ada skema bantuan iuran bagi pekerja informal melalui Employees Provident Fund (EPF).

Sementara di Filipina, Social Security System (SSS) dikombinasikan dengan tunjangan sosial berbasis negara untuk kelompok rentan.

“Artinya, dukungan fiskal bukan sesuatu yang tabu. Itu investasi sosial untuk menjaga daya beli, stabilitas konsumsi, dan kepercayaan investor,” jelasnya.

Federasi Kerah Biru SPSI mendorong pemerintah merancang skema intervensi yang lebih kuat dan tepat sasaran bagi pekerja mandiri terdampak PHK maupun gejolak ekonomi. “Kita butuh kebijakan afirmatif agar risiko sosial ekonomi mereka bisa dijamin terlebih dahulu. Biarkan mereka fokus meningkatkan pendapatan dan menata ulang usahanya. Negara bisa hadir melalui subsidi iuran yang terukur, insentif sementara, atau skema perlindungan khusus yang berbasis data agar tepat sasaran,” tegas Christian.

Ia menekankan bahwa perluasan perlindungan sosial bukan sekadar kebijakan kesejahteraan, melainkan strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional. “Kalau pekerja merasa aman, konsumsi terjaga. Kalau konsumsi terjaga, ekonomi bergerak. Dan kalau stabilitas sosial kuat, investor pun percaya,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Christian menegaskan bahwa momentum meningkatnya PHK dan bertambahnya pekerja informal harus menjadi alarm kebijakan.

“Jaminan sosial bukan beban, tapi fondasi ketahanan ekonomi. Dalam situasi ekonomi yang bergejolak, negara tidak boleh setengah hadir. Perlindungan sosial harus diperkuat agar tidak ada pekerja yang terpaksa memilih antara membayar iuran atau memberi makan keluarganya,” pungkasnya.

 

(Red)


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

  • Kerah Biru, PHK, SPSI
PrevSebelumnyaBelajar Bisnis dari Es Teh Koboi : Kang Zaki Tekankan Pentingnya Manajemen Keuangan
Desa
Tani
Nelayan
Desa

Potret Juru tulis desa Pawidean, Taufik Kurohman. (ist)

Desa Pawidean Gelar Tradisi Mapag Sri: Dimulai Sunatan Massal, Doa Bersama dan Dimeriahkan Wayang Kulit

Potret Forkopimcam Balongan Hadiri Mapag Sri di Desa Sukareja. (ist)

Forkopimpcam Balongan Hadiri Acara Mapag Sri di Desa Sukareja, Semoga Petani Hasilkan Padi yang Melimpah

Potret Kantor Kuwu desa Sukasari Kecamatan Arahan. (ist)

Tiga Pamong Desa Sukasari Mengaku Siap Hadapi Kebijakan Penjabat Kuwu

Potret perangkat desa Sudimampir lor, Camat Balongan, Sekmat Balongan, UPTD Pertanian Indramayu, BPP Balongan, UPI Rencana, BBWS Cisanggarung KTNA Kecamatan Balongan, Kelompok tani saat ubinan di desa Sudimampir Lor. (ist)

Camat Balongan Dampingi BPP Balongan Lakukan Ubinan di Desa Sudimampir Lor

Potret Kuwu desa Sudimampir Lor, Ade Nanto bersama Kapolsek Balongan dalam Acara Mapag Sri tahun 2026. (ist)

Pemdes Sudimampir Lor Gelar Acara Mapag Sri, Ungkapan Rasa Syukur Bagi Para Petani

Tani

Potret papan informasi pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi tersier desa Rajasinga. (ist)

Petani Rajasinga Sambut Baik Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Photo Babinsa Kaweron Koramil 0808/16 Talun Serda Edi Prasetiyo, 19/10/2025 (Ist)

Wujud Kepedulian TNI Pada Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bantu Petani Tanam Padi

Ketahanan Pangan Jagung di Desa Bojong Kulon Terus Ditingkatkan

Serikat Tani Indramayu Demo Tuntut Fasilitas Penunjang Pertanian

Semua Camat ‘Ngantor’ di Pintu Air Nina Agustina: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Air

Nelayan

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim Blusukan Tinjau Langsung Pengerukan Pelabuhan Dadap, 23/10/2025 (Ist).

Lucky Hakim Blusukan, Percepat Pelabuhan Dadap Untuk Mengangkat Perikanan Indramayu

Kemeriahan Pesta Laut di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

SPBUN dan Asuransi Perikanan untuk Perlindungan Nelayan Kecil

Pasokan Ikan Aman, Menteri KKP Pantau Produksi di Indramayu

Longboat Berpenumpang 11 Orang Selamat Setelah Alami Kerusakan Mesin di Perairan Maluku Tenggara

Berita lainnya

Potret Obyek wisata Pantai Bali 2 Indramayu. (ist)

Pantai Balongan Indah 2 Jadi Destinasi Favorit di Indramayu

Potret Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama Bupati Indramayu, Lucky Hakim. (ist)

RSUD Pantura M.A Sentot Indramayu Resmi Beralih Status Jadi RS Provinsi Jawa Barat

Polindra Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi melalui Pelantikan Pengurus Forum PPVI-IGVIM Kabupaten Indramayu 

Potret warga saat sembelih hewan qurban di Masjid momen Idul Adha. (ist)

Sudah Tradisi 17 Tahun, Warga Desa Ini Berqurban Terpusat di Masjid

Ketua Karang Taruna Desa Karangkerta Kritiki Pembangunan KDMP yang Mangkrak!

Potret saksi ahli hukum pidana, Prof. Dr. Yongky Fernando, S.H., M.H., dari Universitas 17 Agustus 1945. (ist)

Sidang Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Paoman: Saksi Ahli Nilai Ada Pelanggaran Prosedur Penyidikan

Politeknik Negeri Indramayu Tampung 532 Mahasiswa Melalui Jalur SNBT 

Potret saksi ahli pidana Prof. Dr. Youngky Fernando dalam persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. (ist)

Prof. Youngky Angkat Bicara soal WhatsApp Ririn Log Out, Penyidik hingga Jaksa Bisa Dipidana

Potret Mahasiswa STID Al Biruni Babakan, Ciwaringin. (ist)

Belajar Bisnis dari Es Teh Koboi : Kang Zaki Tekankan Pentingnya Manajemen Keuangan

Potret Acara Hadiyu Akbar Bupati Indramayu ke-1. (ist)

Hadiyu Akbar Pertama, Bupati Indramayu Tegaskan Pentingnya Silaturahmi dan Prestasi Wujudkan Daerah Maju

WARTA

  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka
  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka

FEATURED

  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto
  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto

INTEREST

  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM
  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM

INFORMASI

  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK

Copyright © 2026 kagetnews.com - All Right Reserved

© 2026 Kagetnews.com. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

  • Warta
    • Warta Terkini
    • Warta Desa
    • Warta Tani
    • Warta Nelayan
    • Desa Dalam Angka
  • Featured
    • Inspirasi
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Foto
    • Apa Kata Pembaca
    • Aspirasi
  • Interest
    • Bencana
    • Budaya
    • Budidaya
    • Kesehatan
    • Sosial
    • Wisata
    • Icip-Icip
    • UMKM
  • Informasi
    • Jual Beli Rangkas
    • Beasiswa
    • Loker
    • Properti