Kagetnews | Indramayu – Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) kembali menunjukkan eksistensinya di kancah internasional dengan memperkuat kerja sama akademik lintas negara. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya berkelanjutan institusi untuk meningkatkan standar pendidikan vokasi di Indonesia agar sejajar dengan institusi global lainnya.
Direktur Polindra secara resmi melaksanakan perjalanan dinas ke Seoul, Korea Selatan, untuk menghadiri agenda penting yang bertajuk Academic Exchange Agreement Signing with Indonesian Polytechnic Universities. Kegiatan ini merupakan bagian utama dari rangkaian acara Korea-Indonesia Networking Day 2026 yang mempertemukan berbagai institusi pendidikan kedua negara.
Acara penandatanganan kesepakatan tersebut diselenggarakan pada Rabu, 6 Mei 2026, bertempat di Main Conference Room, Dongsan Hall, Seoul. Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi Polindra dalam membangun fondasi kemitraan yang lebih kokoh, khususnya dalam menciptakan inovasi pendidikan yang berbasis pada kolaborasi internasional.
Menariknya, agenda akademik ini berlangsung bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Istana Kepresidenan Republik Korea. Kehadiran Kepala Negara di Seoul memberikan bobot diplomatik yang signifikan bagi setiap kesepakatan yang terjalin antara kedua negara di periode tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo turut menyaksikan penandatanganan 10 Nota Kesepahaman (MoU) strategis yang mencakup berbagai bidang penting bagi masa depan Indonesia. Sektor-sektor yang disepakati antara lain meliputi dialog strategis komprehensif, kemitraan ekonomi 2.0, pengembangan mineral kritis, hingga penguatan infrastruktur digital.
Kerja sama yang digalang pemerintah juga menyentuh aspek krusial seperti energi bersih, keuangan, kesehatan dasar, serta pembangunan manusia. Pada sektor pembangunan manusia inilah, Politeknik Negeri Indramayu mengambil peran aktif sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi yang dipercaya terlibat dalam penandatanganan kesepakatan tersebut.
Sinergi antara kesepuluh MoU tersebut mencerminkan komitmen kuat dari Indonesia dan Republik Korea untuk membangun hubungan yang berkelanjutan dan inovatif. Hal ini sekaligus membuka pintu lebar bagi institusi pendidikan seperti Polindra untuk masuk dan berperan aktif dalam ekosistem riset serta teknologi global yang lebih luas.
Direktur Polindra, Ir. Rofan Aziz, S.T., M.T., menegaskan bahwa keterlibatan institusinya bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas lulusan. Ia meyakini bahwa paparan internasional sangat diperlukan untuk mencetak sumber daya manusia yang kompetitif di pasar kerja dunia.
“Penandatanganan ini adalah wujud komitmen kami dalam membangun kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM.
“Kami melihat peluang besar dalam pertukaran pengetahuan serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan standar industri global saat ini,” ungkap Rofan Aziz dalam keterangannya.
Sebagai penutup, Rofan menambahkan bahwa langkah proaktif ini adalah dukungan nyata terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat diplomasi pendidikan. Dengan konektivitas global ini, Polindra optimistis dapat berkontribusi maksimal dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan transformasi digital di masa depan.
Pewarta: Taufid
Editor: Sisil
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.






















