Search
Beranda » Opini » Fenomena Tagar #KaburAjaDulu: Kritik Sosial atau Bentuk Lunturnya Nasionalisme

Fenomena Tagar #KaburAjaDulu: Kritik Sosial atau Bentuk Lunturnya Nasionalisme

  • February 24, 2025
  • 3:43 pm
  • Opini
  • 24/02/2025
  • 15:43
Potret Penulis. (Ist)

Bagikan

Penulis: Fredi Supriadi
(Ketua Komisariat PMII STIT NU Al Farabi Pangandaran)

 

Kagetnews | Opini – Tagar #KaburAjaDulu menjadi perbincangan hangat di media sosial, mencerminkan kegelisahan generasi muda terhadap kondisi ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia.

Kesulitan mendapatkan pekerjaan layak, rendahnya upah, serta ketimpangan sosial yang semakin lebar menjadi faktor utama yang mendorong mereka mempertimbangkan untuk mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.

Situasi ini semakin diperparah dengan kebijakan efisiensi anggaran melalui Inpres No.01 Tahun 2025 yang berdampak pada sektor pendidikan dan layanan publik.

Menurut data dari platform X (sebelumnya Twitter), tagar ini pertama kali muncul pada 14 Januari 2025 dan mencapai puncaknya pada 6 Februari 2025, dengan lebih dari 4.000 mention. Banyak pengguna media sosial mengaitkan fenomena ini dengan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat, termasuk pemangkasan anggaran yang dinilai lebih mengutamakan proyek-proyek prioritas yang kurang relevan.

Penyebab Viral Tagar #KaburAjaDulu

Beberapa faktor utama yang menyebabkan tagar ini viral antara lain:

1. Sulitnya Mendapatkan Pekerjaan Layak

Banyak lulusan baru mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan dengan gaji dan kondisi kerja yang memadai. Upah minimum di beberapa daerah dinilai terlalu rendah untuk mencapai kestabilan finansial.

2. Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

Kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin semakin melebar, dengan kesempatan ekonomi lebih banyak tersedia bagi mereka yang memiliki koneksi atau modal besar.

3. Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Tidak Berpihak Pemangkasan Anggaran

pendidikan dan layanan publik meningkatkan rasa frustrasi masyarakat. Selain itu, maraknya kasus korupsi dan kurangnya transparansi pemerintahan memperburuk kepercayaan publik.

4. Meningkatnya Minat Pindah ke Luar Negeri

Banyak generasi muda melihat peluang kerja dan kehidupan yang lebih baik di luar negeri, baik sebagai pekerja migran, pelajar, maupun profesional.

Menurut Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit, fenomena ini mencerminkan kegelisahan kolektif generasi muda yang merasa sulit berkembang di dalam negeri.

Tagar #KaburAjaDulu dan Nasionalisme Fenomena ini memicu beragam reaksi dari masyarakat dan pejabat publik. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai bahwa tagar ini menunjukkan sikap tidak nasionalis. Namun, beberapa pakar berpendapat bahwa nasionalisme tidak hanya diukur dari keberadaan fisik seseorang di dalam negeri, tetapi juga dari semangat dan kontribusi terhadap bangsa.

Otto Bauer mendefinisikan nasionalisme sebagai persatuan perangai yang timbul karena persatuan nasib, sementara Lothrop Stoddard melihatnya sebagai perasaan kebangsaan yang dimiliki bersama. Dalam konteks ini, keinginan generasi muda untuk mencari kehidupan lebih baik di luar negeri bukan berarti mereka tidak mencintai tanah air, melainkan bentuk protes terhadap kondisi dalam negeri yang mereka anggap tidak berpihak pada rakyat.

• Realitas Ketenagakerjaan di Indonesia

Data menunjukkan bahwa angka pengangguran resmi mencapai 7,2 juta orang, dengan hidden unemployment diperkirakan mencapai 12-15 juta orang. Dari total pekerjaan di Indonesia, hanya 40% yang masuk dalam sektor formal, sedangkan 60% lainnya merupakan pekerjaan informal dengan kondisi kerja yang kurang stabil. Situasi ini semakin diperparah dengan gelombang PHK, di mana lebih dari 80.000 orang kehilangan pekerjaan pada 2024.

• Pandangan PMII terhadap Fenomena #KaburAjaDulu

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menanggapi fenomena ini dengan rinsip-prinsip Aswaja yang menekankan pentingnya musyawarah (syura) dalam pengambilan keputusan negara. PMII menilai bahwa kebijakan pemerintah harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat dan menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam proses pengambilan keputusan.

Menurut ajaran Aswaja, pemerintah seharusnya mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan yang dibuat. Dalam konteks ini, keputusan efisiensi anggaran yang berdampak pada sektor pendidikan dan ketenagakerjaan seharusnya didiskusikan secara luas agar tidak menimbulkan ketidakpuasan yang berujung pada munculnya fenomena seperti #KaburAjaDulu.

Kesimpulan

Tagar #KaburAjaDulu bukan sekadar ajakan untuk meninggalkan Indonesia, tetapi juga kritik sosial terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi generasi muda. Pemerintah perlu memahami keresahan ini dan merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat agar generasi muda tidak lagi merasa harus “kabur” demi masa depan yang lebih baik. Dengan demikian, alih-alih melihat fenomena ini sebagai ancaman terhadap nasionalisme, lebih bijak jika melihatnya sebagai refleksi atas permasalahan yang perlu segera diselesaikan.

☕ Apresiasi KagetNews

Dukungan Anda Sangat Berarti Bagi Kami

10rb
20rb
50rb
100rb
200rb
Lainnya
  • #KaburAjaDulu, Opini, PMII STIT NU Alfarabi
PrevSebelumnyaMenuju Indramayu Emas 2045 
TerbaruKorban Pertamax Oplosan, Konsumen Berhak Tuntut Ganti Rugi ke BPSKNext
Desa
Tani
Nelayan
Desa

Potret Kegiatan perdana Tradisi Mapag Sri di era Kuwu Mukmin desa Rawadalem. (ist)

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemdes Rawadalem Gelar Mapag Sri Perdana

Potret Pemdes Legok saat acara persiapan adat Mapag Tamba warisan leluhur. (ist)

Pemdes Legok Gelar Ritual Adat Mapag Tamba, Simbol Harapan dan Keselamatan Warga

Potret Ogoh-ogoh Dewi Shinta Karnaval Krasak Sahitya Raksa ke-52 di desa Krasak. (ist)

Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Karnaval Krasak Sahitya Raksa Ke-52

Potret sekdes Daiyah (ketiga dari kiri), Kuwu Lelea, H. Sunarta (kiri), Bupati Lucky Hakim (kedua dari kanan), Camat Lelea, Atang Suwandi (kanan). (ist)

Sekdes Daiyah Raih Penghargaan Atas Dedikasi dan Kepedulian Dari Bupati Indramayu

Potret Sosialisasi pemanfaatan energi PLTS di desa Tegalurung, Rabu (4/3/2026). (ist)

Desa Tegalurung Siap Mandiri Energi, Pertamina IT Balongan–UNS Edukasi PLTS Off Grid

Tani

Photo Babinsa Kaweron Koramil 0808/16 Talun Serda Edi Prasetiyo, 19/10/2025 (Ist)

Wujud Kepedulian TNI Pada Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bantu Petani Tanam Padi

Ketahanan Pangan Jagung di Desa Bojong Kulon Terus Ditingkatkan

Serikat Tani Indramayu Demo Tuntut Fasilitas Penunjang Pertanian

Semua Camat ‘Ngantor’ di Pintu Air Nina Agustina: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Air

Begini Pendapat Carkaya Tentang Sektor Pertanian Indramayu

Nelayan

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim Blusukan Tinjau Langsung Pengerukan Pelabuhan Dadap, 23/10/2025 (Ist).

Lucky Hakim Blusukan, Percepat Pelabuhan Dadap Untuk Mengangkat Perikanan Indramayu

Kemeriahan Pesta Laut di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

SPBUN dan Asuransi Perikanan untuk Perlindungan Nelayan Kecil

Pasokan Ikan Aman, Menteri KKP Pantau Produksi di Indramayu

Longboat Berpenumpang 11 Orang Selamat Setelah Alami Kerusakan Mesin di Perairan Maluku Tenggara

Berita lainnya

Mantan Prajurit TNI Jadi Tersangka Dugaan Pelaku Pengancaman, Pengamat Soroti Integritas Peradilan Militer

Potret Kepala Dinas Kominfo Indramayu, H. Suwenda, S.Sos., M.Si. (Ist)

Cetak Generasi Digital, Diskominfo Indramayu Resmi Bentuk Saka Kominfo

Potret aksi demo Gabungan Elemen Masyarakat Indramayu (GEMI) di Kejaksaan Negeri Indramayu (Ist).

Kerugian Negara Capai 16,8 Miliar, GEMI Desak Penindakan Hukum Atas Tuper DPRD Indramayu

Potret Aksi demo Gabungan Elemen Masyarakat Indramayu (GEMI). (ist)

Massa GEMI Desak Bupati Indramayu Copot Dirut PDAM, Soroti Dugaan Korupsi Rp2 Miliar

Potret Kegiatan perdana Tradisi Mapag Sri di era Kuwu Mukmin desa Rawadalem. (ist)

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemdes Rawadalem Gelar Mapag Sri Perdana

Potret Polres Indramayu ungkap kasus mafia BBM dan oplosan Elpiji. (ist)

Polres Indramayu Bongkar Kasus Mafia BBM dan Pengoplosan Elpiji di Gantar, 2 Tersangka Diamankan

Potret Bupati Lucky Hakim (kedua kiri) dan Teddy Prayoga, Direktur Utama BIMJ (kiri). (ist)

Lucky Hakim dan Teddy Prayoga Raih Gelar Bergengsi di TOP BUMD Awards 2026

Potret Dosen Polindra berhasil membuat mesin Control Atmosfer Storage. (ist)

Dosen Polindra Berhasil Buat Mesin Control Atmosfer Storage

Kades Cikedung Lor Ditetapkan Tersangka, BPD Mengundurkan Diri Secara Kolektif

Potret Bupati Lucky Hakim saat menghadiri penutupan KKL Pasis Dekrig LXVIII SESKOAD di hotel Swis Bellin. (ist)

Bupati Lucky Ucapkan Terimakasih Kepada Pasis Dikreg LXVII KKL Seskoad

WARTA

  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka
  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka

FEATURED

  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto
  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto

INTEREST

  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM
  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM

INFORMASI

  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK

Copyright © 2026 kagetnews.com - All Right Reserved

© 2026 Kagetnews.com. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

  • Warta
    • Warta Terkini
    • Warta Desa
    • Warta Tani
    • Warta Nelayan
    • Desa Dalam Angka
  • Featured
    • Inspirasi
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Foto
    • Apa Kata Pembaca
    • Aspirasi
  • Interest
    • Bencana
    • Budaya
    • Budidaya
    • Kesehatan
    • Sosial
    • Wisata
    • Icip-Icip
    • UMKM
  • Informasi
    • Jual Beli Rangkas
    • Beasiswa
    • Loker
    • Properti