Kagetnews, Indramayu – Warga Desa Penganjang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. mengeluhkan krisis air bersih yang sudah memasuki hari ketujuh.
Mereka rencana mengancam atau boikot pembayaran tagihan bulanan PDAM Tirta Darma Ayu ( TDA ) jika masalah ini tak segera teratasi, karena keran rumah tangga sudah kering total.
Mereka menilai pelayanan PDAM lamban dan tidak responsif, meski sudah melapor berulang kali. “Air itu kan buat aktivitas sehari-hari, nah kalau begini terus bagaimana kami untuk mandi aja sudah kesusahan,” keluh endri ( 58), salah seorang warga desa Penganjang.
Menurut endri, krisis ini berdampak langsung pada kehidupan rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan anak kecil dan lansia.
Banyak warga terpaksa membeli air tanah atau mengandalkan sumur tetangga, yang justru menambah beban biaya hidup. “Sudah seminggu air PDAM tidak keluar sama sekali.
Kami bayar tiap bulan, tapi layanannya nol besar,” tambahnya dengan nada frustrasi.
Manajer Perumdam TDA cabang jatisawit yang dihubungi awak media Kagetnews.com bungkam, saat dikonfirmasi lewat Whatshapnya tidak merespon, Kamis (26/3/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Tirta Darma Ayu belum memberikan tanggapan resmi.
Namun, sumber di Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Indramayu menyebut masalah ini terkait gangguan pipa transmisi akibat longsor di upstream. Upaya perbaikan sedang dilakukan, tapi belum ada kepastian jadwal normalisasi.
Warga penganjang, menegaskan akan melanjutkan aksi boikot jika air tidak mengalir dalam 48 jam ke depan. Mereka juga berencana menyurati DPRD Indramayu untuk meminta audit pelayanan PDAM. Situasi ini dikhawatirkan memicu keresahan sosial lebih luas di wilayah pinggiran kota.**
Pewarta : Uncu
Editor : LS
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.






















