Search
Beranda » Opini » Mengkritik Pemerintah adalah Bentuk Cinta Rakyat Kepada Negara

Mengkritik Pemerintah adalah Bentuk Cinta Rakyat Kepada Negara

  • taufid
  • August 30, 2025
  • 9:56 pm
  • Opini
  • taufid
  • 30/08/2025
  • 21:56
Gambar ilustrasi. (Ist)

Bagikan

(Pandangan Demokrasi dan Ketimpangan Kekuasaan dalam Perspektif John Locke dan Thomas Paine)

Oleh : H. Sujaya, S. Pd. Gr.
(Dewan Penasihat DPP Asosiasi Wartawan Internasional – ASWIN)

 

Kagetnews | Opini – Demokrasi sering dipuji sebagai bentuk pemerintahan terbaik karena menjunjung tinggi partisipasi rakyat, kebebasan berpendapat, dan keadilan sosial. Namun dalam praktiknya, demokrasi kerap melahirkan paradoks: penguasa yang seharusnya menjadi pelayan rakyat justru berubah menjadi pengendali sumber daya negara demi kepentingan segelintir oligarki.

Fenomena korupsi, penguasaan sumber daya alam oleh kelompok elit, dominasi ekonomi oleh oligarki, serta sistem pajak yang mencekik masyarakat menandai adanya penyimpangan dari prinsip dasar demokrasi. Dalam konteks ini, kritik rakyat kepada pemerintah bukanlah bentuk permusuhan, melainkan ekspresi cinta terhadap negara. Pandangan ini sejalan dengan filsafat politik John Locke dan Thomas Paine yang menekankan peran rakyat sebagai pemilik kedaulatan sejati.

Demokrasi dan Ketimpangan dalam Pelaksanaan Kekuasaan

Demokrasi secara teoritis menjamin kedaulatan rakyat melalui mekanisme representasi. Namun, praktik politik seringkali jauh dari ideal. Oligarki, yaitu segelintir kelompok yang menguasai modal dan kekuasaan, berhasil menundukkan mekanisme demokrasi menjadi instrumen kepentingan mereka.

Pertama, korupsi menjadi penyakit struktural yang melemahkan fondasi demokrasi. Ketika pejabat publik menggunakan jabatan untuk memperkaya diri, maka terjadi perampasan hak rakyat secara sistematis.

Kedua, tata kelola sumber daya alam yang seharusnya digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat (sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945), justru dikuasai korporasi besar dan segelintir elit politik. Akibatnya, rakyat hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Ketiga, sistem perpajakan yang tidak proporsional dapat menambah penderitaan masyarakat. Beban pajak menekan rakyat kecil sementara celah kebijakan memungkinkan kelompok kaya menghindari kewajiban fiskalnya. Hal ini menunjukkan adanya ketidakadilan struktural yang mengkhianati semangat demokrasi.

John Locke: Pemerintah sebagai Mandat, Bukan Penguasa Mutlak

John Locke (1632–1704) dalam Two Treatises of Government menegaskan bahwa kekuasaan pemerintah bersumber dari kontrak sosial antara rakyat dan penguasa. Rakyat menyerahkan sebagian kebebasan demi jaminan keamanan, keadilan, dan kesejahteraan. Namun, jika pemerintah gagal memenuhi mandat itu, maka rakyat berhak melakukan perlawanan.

Dalam konteks Indonesia, ketika pemerintah lalai dalam memberantas korupsi, gagal mengatur sumber daya alam secara adil, dan membebani rakyat dengan pajak tidak proporsional, maka kritik rakyat bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan wujud kontrol sosial yang sah. Locke melihat kebebasan berbicara dan mengkritik pemerintah sebagai mekanisme menjaga legitimasi kekuasaan.

Thomas Paine: Kritik sebagai Patriotisme

Thomas Paine (1737–1809), seorang filsuf politik dan penulis pamflet Common Sense, menekankan bahwa rakyat tidak boleh tunduk pada pemerintahan yang menindas. Bagi Paine, kesetiaan tertinggi seorang warga negara bukan kepada penguasa, melainkan kepada prinsip keadilan dan kebebasan.

Paine berargumen bahwa mengkritik pemerintah yang lalai atau korup adalah bagian dari patriotisme, karena hal itu bertujuan memperbaiki bangsa. Baginya, diam terhadap ketidakadilan berarti membiarkan negara terperosok ke dalam kehancuran. Dengan demikian, kritik rakyat adalah bentuk kepedulian agar negara tetap berjalan sesuai dengan cita-cita demokrasi.

Kritik sebagai Cinta Rakyat kepada Negara

Mengkritik pemerintah bukan berarti membenci negara. Justru sebaliknya, kritik lahir dari rasa tanggung jawab dan cinta rakyat kepada tanah airnya. Kritik adalah upaya menjaga agar demokrasi tidak dibajak oleh kepentingan oligarki.

Tanpa kritik, penguasa akan cenderung abai, bahkan otoriter. Dengan kritik, rakyat menegaskan bahwa negara ini adalah milik bersama, bukan milik segelintir elit. Dalam perspektif Locke dan Paine, kritik menjadi instrumen untuk meluruskan arah negara, mengingatkan penguasa akan amanahnya, serta mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

Penutup

Demokrasi sejati hanya dapat terwujud jika rakyat memiliki ruang untuk bersuara dan mengoreksi jalannya pemerintahan. Ketika terjadi korupsi, monopoli sumber daya oleh oligarki, dan kebijakan pajak yang menindas, kritik rakyat adalah bentuk cinta kepada negara sebuah patriotisme sejati yang sejalan dengan gagasan John Locke dan Thomas Paine. Oleh karena itu, negara yang menutup ruang kritik sejatinya sedang menggali kuburannya sendiri, sementara negara yang terbuka terhadap kritik rakyat justru akan semakin kuat dan bermartabat.

Indramayu. 30/8/2025


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

  • H. Sujaya, Kritik, Opini
PrevSebelumnyaMencari Sosok Pemimpin Berjiwa Dzulkarnain, Pemimpin Akhir Zaman yang Mampu Menjawab Tantangan Global dan Fitnah Dunia
TerbaruCatatan DemokrasiNext
Desa
Tani
Nelayan
Desa

Potret Juru tulis desa Pawidean, Taufik Kurohman. (ist)

Desa Pawidean Gelar Tradisi Mapag Sri: Dimulai Sunatan Massal, Doa Bersama dan Dimeriahkan Wayang Kulit

Potret Forkopimcam Balongan Hadiri Mapag Sri di Desa Sukareja. (ist)

Forkopimpcam Balongan Hadiri Acara Mapag Sri di Desa Sukareja, Semoga Petani Hasilkan Padi yang Melimpah

Potret Kantor Kuwu desa Sukasari Kecamatan Arahan. (ist)

Tiga Pamong Desa Sukasari Mengaku Siap Hadapi Kebijakan Penjabat Kuwu

Potret perangkat desa Sudimampir lor, Camat Balongan, Sekmat Balongan, UPTD Pertanian Indramayu, BPP Balongan, UPI Rencana, BBWS Cisanggarung KTNA Kecamatan Balongan, Kelompok tani saat ubinan di desa Sudimampir Lor. (ist)

Camat Balongan Dampingi BPP Balongan Lakukan Ubinan di Desa Sudimampir Lor

Potret Kuwu desa Sudimampir Lor, Ade Nanto bersama Kapolsek Balongan dalam Acara Mapag Sri tahun 2026. (ist)

Pemdes Sudimampir Lor Gelar Acara Mapag Sri, Ungkapan Rasa Syukur Bagi Para Petani

Tani

Potret papan informasi pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi tersier desa Rajasinga. (ist)

Petani Rajasinga Sambut Baik Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Photo Babinsa Kaweron Koramil 0808/16 Talun Serda Edi Prasetiyo, 19/10/2025 (Ist)

Wujud Kepedulian TNI Pada Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bantu Petani Tanam Padi

Ketahanan Pangan Jagung di Desa Bojong Kulon Terus Ditingkatkan

Serikat Tani Indramayu Demo Tuntut Fasilitas Penunjang Pertanian

Semua Camat ‘Ngantor’ di Pintu Air Nina Agustina: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Air

Nelayan

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim Blusukan Tinjau Langsung Pengerukan Pelabuhan Dadap, 23/10/2025 (Ist).

Lucky Hakim Blusukan, Percepat Pelabuhan Dadap Untuk Mengangkat Perikanan Indramayu

Kemeriahan Pesta Laut di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

SPBUN dan Asuransi Perikanan untuk Perlindungan Nelayan Kecil

Pasokan Ikan Aman, Menteri KKP Pantau Produksi di Indramayu

Longboat Berpenumpang 11 Orang Selamat Setelah Alami Kerusakan Mesin di Perairan Maluku Tenggara

Berita lainnya

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim. (ist)

Pemkab Indramayu Berprestasi, Raih Predikat Kinerja Tinggi dari Kemendagri

Gelombang PHK & Ledakan Pekerja Informal Butuh Intervensi Nyata Negara

Potret Obyek wisata Pantai Bali 2 Indramayu. (ist)

Pantai Balongan Indah 2 Jadi Destinasi Favorit di Indramayu

Potret Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama Bupati Indramayu, Lucky Hakim. (ist)

RSUD Pantura M.A Sentot Indramayu Resmi Beralih Status Jadi RS Provinsi Jawa Barat

Polindra Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi melalui Pelantikan Pengurus Forum PPVI-IGVIM Kabupaten Indramayu 

Potret warga saat sembelih hewan qurban di Masjid momen Idul Adha. (ist)

Sudah Tradisi 17 Tahun, Warga Desa Ini Berqurban Terpusat di Masjid

Ketua Karang Taruna Desa Karangkerta Kritiki Pembangunan KDMP yang Mangkrak!

Potret saksi ahli hukum pidana, Prof. Dr. Yongky Fernando, S.H., M.H., dari Universitas 17 Agustus 1945. (ist)

Sidang Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Paoman: Saksi Ahli Nilai Ada Pelanggaran Prosedur Penyidikan

Politeknik Negeri Indramayu Tampung 532 Mahasiswa Melalui Jalur SNBT 

Potret saksi ahli pidana Prof. Dr. Youngky Fernando dalam persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. (ist)

Prof. Youngky Angkat Bicara soal WhatsApp Ririn Log Out, Penyidik hingga Jaksa Bisa Dipidana

WARTA

  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka
  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka

FEATURED

  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto
  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto

INTEREST

  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM
  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM

INFORMASI

  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK

Copyright © 2026 kagetnews.com - All Right Reserved

© 2026 Kagetnews.com. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

  • Warta
    • Warta Terkini
    • Warta Desa
    • Warta Tani
    • Warta Nelayan
    • Desa Dalam Angka
  • Featured
    • Inspirasi
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Foto
    • Apa Kata Pembaca
    • Aspirasi
  • Interest
    • Bencana
    • Budaya
    • Budidaya
    • Kesehatan
    • Sosial
    • Wisata
    • Icip-Icip
    • UMKM
  • Informasi
    • Jual Beli Rangkas
    • Beasiswa
    • Loker
    • Properti