Search
Beranda » Religi » Sebuah Tanggapan atas Tulisan Seorang Nashrani tentang Penggunaan kata Allah

Sebuah Tanggapan atas Tulisan Seorang Nashrani tentang Penggunaan kata Allah

  • September 13, 2024
  • 7:08 pm
  • Religi
  • 13/09/2024
  • 19:08
Gambar istimewa.

Bagikan

Oleh: Dr. Suhaeli Nawawi., M. Si.

Kagetnews | Religi – Allah berasal dari kata “ilah, اله” yg artinya semua sesembahan dan “al ma’rifah, ال معرفة” yg fungsinya untuk “mengkhususkan”. Ilah dan al (ال dan ilah) kemudian digabungkan menjadi Allah, الله. Penggabungan al/ال dan ilah/اله berdasarkan kaidah morfologi (bentuk kata) bahasa Arab atau لغة العربية mengakibatkan huruf alif (ا) pada kata ilah/اله mengalami peluluhan yg dalam Linguistik/الغة disebut sinkope. Sedangkan,  huruf “l/ل” yg terdapat dalam al/ال dan ilah/اله tetap dipertahankan,  namun berubah penulisan dan pengucapan, yakni dalam bentuk “ل” bertasvdid (لً).

Perubahan bentuk kata (morfologi) diikuti oleh perubahan makna. Selanjutnya masalah makna dibahas atau menjadi ranah Semantik/المعنى.  Setelah menjadi kata Allah/الله, objek kata itu merujuk ke entitas tunggal sebagai pencipta alam semesta (kaun/كون) dan yang menurunkan Alquran yang awalnya berupa bahasa lisan/قول. Itulah sebabnya ada istilah “Ayat kauniah/كونية (alam) dan ayat kauliah/كولية (bahasa lisan)”.

Dalam pergaulan antarbudaya, kontak bahasa tak terhindarkan. Akibatnya, banyak kata/istilah yang diserap oleh bahasa yang digunakan pemakainya. Jika pemakainya berasal dari komunitas-komunitas berasal dari kaum/قوم yang artinya sekelompok orang penganut agama tertentu, maka kontak bahasa sudah pasti akan terjadi. Penyerapan kata /istilah biasanya hanya terjadi dalam bentuk bahasa (morfologi/صرف)، namun tidak sampai pada makna (semantik/المعنى).

Dalam kasus penggunaan kata/istilah Allah/الله oleh komunitas Nasrani juga hanya terjadi dalam morfologi, tidak pada semantik. Dengan kata lain, Allah menurut Islam berbeda makna menurut Nasrani. Contoh lain, penggunaan kata sembahyang oleh komunitas Islam berbeda makna menurut komunitas Budha atau Hindu. Penggunaan kata tuhan pun seperti itu. Dalam kajian Islam jika Tuhan merujuk ke Allah, maka ditulis dengan huruf “T” besar. Namun, jika merujuk ke semua sesembahan, maka ditulis dengan “t” kecil, yakni “tuhan”. Itu berarti kata tuhan dengan”t” kecil searti dengan ilah (اله), sedangkan Tuhan dg T besar searti dengan Allah (الله).

• Tulisan yang Ditanggapi 

Sejak Kapan Umat Kristen Indonesia Menggunakan Kata “Allah”?

Umat Kristen di Indonesia sejak abad XVI telah menggunakan kata “Allah” dalam terjemahan Alkitab.

Dalam terjemahan bahasa Melayu dan Indonesia, kata “Allah” sudah digunakan terus menerus sejak terbitan Injil Matius dalam bahasa Melayu yang pertama (terjemahan Albert Corneliz Ruyl, 1629). Begitu juga dalam Alkitab Melayu yang pertama (terjemahan Melchior Leijdekker, 1733) dan Alkitab Melayu yang kedua (terjemahan Hillebrandus Cornelius Klinkert, 1879) sampai saat ini.

Kata “Allah” sudah digunakan bangsa Arab semenjak zaman pra-Islam. Umat berbagai agama samawi yang menuturkan bahasa Arab sama-sama menggunakan kata “Allah” sebagai sebutan bagi Sembahan/Ilah menurut keyakinan masing-masing. Sebagian umat Kristen Arab sekarang ini juga kerap memakai kata “Allah” untuk padanan kata Tuhan tetapi nama atau proper name.

Sebagai contoh, umat Kristen Arab memakai istilah:

Allahul Ab (الله الأب) untuk Allah Bapa, Allahul Ibin (الله الابن) untuk Allah Anak/Putra, dan Allahur Ruhul Quds (الله الروح القدس) untuk Allah Roh Kudus.

Kamus Belanda-Melayu pertama yang disusun A.C. Ruyl, Justus Heurnius, dan Caspar Wiltens (terbit tahun 1650) mencantumkan kata “Allah” sebagai padanan kata Belanda “Godt”

Umat Kristen di Indonesia dan Malaysia menggunakan kata “Allah” sebagai terjemahan kata bahasa Ibrani Elohim (אֱלֹהִים, elohím) dan kata-kata serupa di Perjanjian Lama serta kata bahasa Yunani Theos (θεός, theós).

Begitu juga kata-kata serupa di Perjanjian Baru pada Alkitab-Alkitab terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia (keduanya merupakan bentuk baku dari bahasa Melayu dan bahasa resmi di negara terkait), terutama dalam Alkitab Terjemahan Baru yang dipakai oleh Gereja-Gereja denominasi Kristen arus utama (termasuk Gereja Katolik) di Indonesia. Pelafalannya juga menggunakan pelafalan “Alah” dan bukan pelafalan “Aulloh”.

Perlu dicatat bahwa kata “Tuhan” sendiri digunakan sebagai terjemahan untuk kata Ibrani Adonai (אֲדֹנָי, ăḏônāy) dan kata-kata serupa di Perjanjian Lama serta kata Yunani Kirios (κῡ́ρῐος, kū́rios) kata-kata serupa di Perjanjian Baru.

Sedangkan kata “TUHAN” untuk menerjemahkan nama Yahweh (יהוה, YHWH, Tetragrammaton) dan sebutan-sebutan serupa di Perjanjian Lama.

• Sejarah

Sejarah penggunaan kata “Allah” di tengah kalangan umat Kristen Indonesia dapat ditelusuri jauh pada waktu masuknya Kekristenan di Nusantara, terutama pada penggunaan kata tersebut oleh Fransiskus Xaverius saat menerjemahkan nas-nas Alkitab ke dalam bahasa Melayu pada abad ke-16.

Di dalam kamus bahasa Belanda–Melayu pertama yang disusun Albert Cornelius Ruyl, Justus Heurnius, dan Caspar Wiltens pada tahun 1650, kata “Allah” dicantumkan sebagai padanan kata Belanda “Godt”.

Albert Cornelius Ruyl, seorang pedagang Belanda yang juga ikut menyusun kamus bahasa Belanda–Melayu tersebut, menerjemahkan Alkitab ke Bahasa Melayu pada tahun 1962.

Di dalam terjemahannya ini sudah memuat kata Allah. Saat itu, bahasa yang dipakai adalah Bahasa Melayu, sebagai bahasa perantara (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara. Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Kata “Tuhan” belumlah digunakan.

Buku pertama yang memberi keterangan tentang hubungan kata tuan dan Tuhan adalah Ensiklopedi Populer Gereja oleh Adolf Heuken SJ pada tahun 1976.

Menurut buku tersebut, arti kata Tuhan ada hubungannya dengan kata Melayu tuan yang berarti atasan/penguasa/pemilik. Jadi yang terjadi pada umat Kristen di Nusantara dulu seperti yang terjadi pada umat Kristen di Arab, mereka hanya mengenal kata Allah sebagai pengganti kata Yunani “Theos”.

Baik bagi umat Kristen di Indonesia dan Arab, kata Allah bukanlah sebagai nama pribadi dari yang disembah melainkan hanya sebutan atau kata jabatan. ***

☕ Apresiasi KagetNews

Dukungan Anda Sangat Berarti Bagi Kami

10rb
20rb
50rb
100rb
200rb
Lainnya
  • Alah, Allah, Godt, Religi, Suhaeli Nawawi, Tuhan
PrevSebelumnyaNabi Muhammad SAW, Saat Ibu dan Kakek Wafat
TerbaruSejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAWNext
Desa
Tani
Nelayan
Desa

Potret Kegiatan perdana Tradisi Mapag Sri di era Kuwu Mukmin desa Rawadalem. (ist)

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemdes Rawadalem Gelar Mapag Sri Perdana

Potret Pemdes Legok saat acara persiapan adat Mapag Tamba warisan leluhur. (ist)

Pemdes Legok Gelar Ritual Adat Mapag Tamba, Simbol Harapan dan Keselamatan Warga

Potret Ogoh-ogoh Dewi Shinta Karnaval Krasak Sahitya Raksa ke-52 di desa Krasak. (ist)

Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Karnaval Krasak Sahitya Raksa Ke-52

Potret sekdes Daiyah (ketiga dari kiri), Kuwu Lelea, H. Sunarta (kiri), Bupati Lucky Hakim (kedua dari kanan), Camat Lelea, Atang Suwandi (kanan). (ist)

Sekdes Daiyah Raih Penghargaan Atas Dedikasi dan Kepedulian Dari Bupati Indramayu

Potret Sosialisasi pemanfaatan energi PLTS di desa Tegalurung, Rabu (4/3/2026). (ist)

Desa Tegalurung Siap Mandiri Energi, Pertamina IT Balongan–UNS Edukasi PLTS Off Grid

Tani

Photo Babinsa Kaweron Koramil 0808/16 Talun Serda Edi Prasetiyo, 19/10/2025 (Ist)

Wujud Kepedulian TNI Pada Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bantu Petani Tanam Padi

Ketahanan Pangan Jagung di Desa Bojong Kulon Terus Ditingkatkan

Serikat Tani Indramayu Demo Tuntut Fasilitas Penunjang Pertanian

Semua Camat ‘Ngantor’ di Pintu Air Nina Agustina: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Air

Begini Pendapat Carkaya Tentang Sektor Pertanian Indramayu

Nelayan

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim Blusukan Tinjau Langsung Pengerukan Pelabuhan Dadap, 23/10/2025 (Ist).

Lucky Hakim Blusukan, Percepat Pelabuhan Dadap Untuk Mengangkat Perikanan Indramayu

Kemeriahan Pesta Laut di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

SPBUN dan Asuransi Perikanan untuk Perlindungan Nelayan Kecil

Pasokan Ikan Aman, Menteri KKP Pantau Produksi di Indramayu

Longboat Berpenumpang 11 Orang Selamat Setelah Alami Kerusakan Mesin di Perairan Maluku Tenggara

Berita lainnya

Potret aksi demo Gabungan Elemen Masyarakat Indramayu (GEMI) di Kejaksaan Negeri Indramayu (Ist).

Kerugian Negara Capai 16,8 Miliar, GEMI Desak Penindakan Hukum Atas Tuper DPRD Indramayu

Potret Aksi demo Gabungan Elemen Masyarakat Indramayu (GEMI). (ist)

Massa GEMI Desak Bupati Indramayu Copot Dirut PDAM, Soroti Dugaan Korupsi Rp2 Miliar

Potret Kegiatan perdana Tradisi Mapag Sri di era Kuwu Mukmin desa Rawadalem. (ist)

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemdes Rawadalem Gelar Mapag Sri Perdana

Potret Polres Indramayu ungkap kasus mafia BBM dan oplosan Elpiji. (ist)

Polres Indramayu Bongkar Kasus Mafia BBM dan Pengoplosan Elpiji di Gantar, 2 Tersangka Diamankan

Potret Bupati Lucky Hakim (kedua kiri) dan Teddy Prayoga, Direktur Utama BIMJ (kiri). (ist)

Lucky Hakim dan Teddy Prayoga Raih Gelar Bergengsi di TOP BUMD Awards 2026

Potret Dosen Polindra berhasil membuat mesin Control Atmosfer Storage. (ist)

Dosen Polindra Berhasil Buat Mesin Control Atmosfer Storage

Potret Bupati Lucky Hakim saat menghadiri penutupan KKL Pasis Dekrig LXVIII SESKOAD di hotel Swis Bellin. (ist)

Bupati Lucky Ucapkan Terimakasih Kepada Pasis Dikreg LXVII KKL Seskoad

Mahasiswa PPL STISNU Nusantara Tangerang Siap Beri Edukasi Perlindungan Konsumen & Prinsip Ekonomi Syariah

Potret beberapa aliansi dan koordinator desa lingkar penyangga, desa Lombang, desa Limbangan dan desa Tinumpuk. (ist)

PT Adhi Karya Diharap Perhatikan Peluang Kerja Warga Sekitar Polytama Indramayu

Potret Ketua TIm KBK Kelompok TPTU Politeknik Negeri Indramayu Wardika S.ST., M.Eng. (ist)

Dosen TPTU Polindra Berhasil Sempurnakan Penelitian Optimalisasi Teknologi ABF Guna Pembekuan Pure Mangga

WARTA

  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka
  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka

FEATURED

  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto
  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto

INTEREST

  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM
  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM

INFORMASI

  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK

Copyright © 2026 kagetnews.com - All Right Reserved

© 2026 Kagetnews.com. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

  • Warta
    • Warta Terkini
    • Warta Desa
    • Warta Tani
    • Warta Nelayan
    • Desa Dalam Angka
  • Featured
    • Inspirasi
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Foto
    • Apa Kata Pembaca
    • Aspirasi
  • Interest
    • Bencana
    • Budaya
    • Budidaya
    • Kesehatan
    • Sosial
    • Wisata
    • Icip-Icip
    • UMKM
  • Informasi
    • Jual Beli Rangkas
    • Beasiswa
    • Loker
    • Properti