Oleh: Dr. Suhaeli, M. Si.
Kagetnews | Ilmiah – Luas teramati (yang bisa diamati) semesta (universe) saat ini diperkirakan sekitar 93 miliar tahun cahaya. Berdasarkan hasil observasi, semesta masih terus mengalami pengembangan atau perluasan. Atas dasar itu ukuran semesta mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Menurut para astrofisikawan bidang ilmu yang mempelajari sifat-sifat fisika fenomena dan objek astronomi di jagat raya, usia semesta sekitar 17,8 miliar tahun cahaya. Timbul pertanyaan, *berapa ukuran semesta pada awal kelahirannya?
Kemajuan sains Fisika sudah bisa menghitung awal mula kelahiran semesta. Satuan waktu terkecil yang dikenal oleh kalangan umum adalah detik. Namun para fisikawan bisa menghitung waktu sampai sepertriliunan detik. Istilah yang digunakan untuk menyebut angka di bawah satu detik, umpamanya sepersejuta detik dengan menggunakan bilangan sepuluh pangkat minum enam (6). Jika ditulis berarti 10-⁶ atau 10^-6, atau jika ditulis dengan bilangan desimal 0,000.001. Contoh lain, sepertriliun detik ditulis 10-¹²detik atau 10^-12 detik , atau 0, 000.000.000.001 detik.
Sejauh ini berdasarkan teori Planck (disebut juga waktu Planck), permulaan semesta yang bisa dihitung sekitar 10-⁴³ detik atau 10^-43 detik pasca Big Bang. Sebelum itu, yakni dari 0 – 10-⁴³ detik tidak bisa dihitung karena hukum fisika mengalami keruntuhan (collapse), artinya tidak berlaku hukum Fisika. Bagaimana dengan keberadaan sebelum Big Bang? Beberapa teori baru bisa melakukan hipotesis atas pertanyaan itu. Berdasarkan hipotesis, apa yang ada (eksis/wujud) sebelum Big Bang adalah SINGULARITAS (awal), yakni titik padat/masif infinite (tak terhingga, yg dalam perspektif agama disebut ghaib,غيب.)
Lalu, seberapa besar ukuran singularitas? Sudah tentu infinitif juga. Berdasarkan penjelasan di atas, usia semesta yang bisa diketahui adalah waktu Planck, yakni 10-⁴³ detik sebelum Big Bang. Nah, pada waktu itu diketahui bahwa ukuran semesta (universe) pada radius 10-³⁵ cm (panjang Planck). Suhu pada waktu itu sekitar 10-³² Kelvin. والله اعلم بالصواب
Ukuran semesta pada 10-⁴³ detik pasca Big Bang sebesar 10-³⁵ Cm sulit dibayangkan. Ukuran sebesar itu berarti 1 Cm dibagi satu triliun, kemudian dibagi lagi satu triliun, selanjutnya dibagi lagi satu triliun. Karena semesta awal itu berupa ruang dengan radius 10-³⁵ Cm dari sumbunya, sudah pasti lebih njlimet lagi membayangkannya. Kemudian, untuk melengkapi kejlimetan itu muncul pertanyaan: apa yang ada di dalam ruang sekecil itu?
Berbeda dengan isi semesta (universe) saat ini, isi “bayi semesta” dengan radius 10-³⁵ Cm pada usia 10-⁴³ detik pasca Big Bang hanya terdapat kekuatan atau gaya tunggal dan hukum universal Fisika materi/partikel, yakni hukum kausalitas tidak berlaku pada masa yang super singkat itu. Hukum kausalitas dalam Fisika adalah “Hukum sebab akibat merupakan hukum universal yang secara khusus menyatakan bahwa setiap tindakan di alam semesta menghasilkan reaksi apapun yang terjadi. (The law of cause and effect is a universal law which specifically states that every single action in the universe produces a reaction no matter what.)”
Hukum Kausalitas tidak berlaku pada periode Planck disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya, “Namun, peristiwa-peristiwa sebelum masa ini tidak terdefinisikan dalam ilmu pengetahuan kita saat ini dan, khususnya, kita tidak memiliki pemahaman yang kuat tentang asal usul Alam Semesta (yaitu apa yang memulai atau `menyebabkan’ Big Bang). Paling-paling, kita dapat menggambarkan upaya kita saat ini sebagai menyelidiki ‘tepi’ pemahaman kita untuk mendefinisikan apa yang tidak kita pahami, seperti halnya orang buta menjelajahi tepi lubang yang dalam, mempelajari diameternya tanpa mengetahuinya. kedalamannya.”
والله اعلم بالصواب
Sumber:





















