Kagetnews | Indramayu – Keamanan lingkungan perumahan merupakan aspek fundamental dalam menunjang kualitas hidup masyarakat. Lingkungan hunian yang aman dan tertib tidak hanya memberikan rasa nyaman bagi penghuni, tetapi juga berperan penting dalam mencegah potensi tindak kriminal, gangguan ketertiban, serta risiko keamanan lainnya.
Seiring dengan itu, meningkatnya mobilitas penduduk dan aktivitas sosial, sistem pengamanan lingkungan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan dinamika tersebut melalui pendekatan yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Dosen Politeknik Negeri Indramayu Jurusan Teknik Informatika saat mengembangkan penerapan sistem Barrier Gate Berbasis IoT dengan Akses e-KTP untuk meningkatkan keamanan di Perumahan Graha Sudirman yang berlokasi di Jl. Samsu, Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Jumat 21 November 2025. (Ist)
Perumahan Graha Sudirman yang berlokasi di Jl. Samsu, Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, merupakan kawasan hunian yang telah berkembang sejak tahun 2012 dan saat ini dihuni oleh lebih dari 80 kepala keluarga. Perumahan Graha Sudirman di Kabupaten Indramayu telah menerapkan konsep one-gate system dengan satu pintu akses utama sebagai upaya awal dalam pengendalian keluar-masuk kawasan, namun pengendalian akses masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan celah keamanan.
Meskipun demikian, sistem pengamanan yang diterapkan saat ini masih belum berjalan secara optimal. Pengendalian akses masuk perumahan masih bergantung pada pengawasan manual tanpa dukungan sistem identifikasi yang terintegrasi. Kondisi ini membuka peluang masuknya pihak eksternal yang tidak berkepentingan, seperti orang tidak dikenal, pengamen, maupun potensi pelaku tindak kriminal. Ketiadaan sistem barrier gate otomatis juga menyebabkan keterbatasan dalam pencatatan data keluar-masuk kendaraan serta lemahnya kontrol akses secara konsisten dan akurat.
Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan solusi pengamanan yang bersifat inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Solusi yang dibutuhkan tidak hanya menitikberatkan pada aspek keamanan, tetapi juga mampu mengintegrasikan sistem otomasi guna mengurangi ketergantungan pada pengawasan manual. Sistem pengamanan berbasis teknologi diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kontrol akses, akurasi identifikasi pengguna, serta efisiensi operasional dalam jangka Panjang.
Salah satu pendekatan yang relevan adalah penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem keamanan lingkungan perumahan. IoT memungkinkan integrasi berbagai perangkat keras dan lunak untuk saling terhubung dan berkomunikasi secara real-time. Dalam konteks pengamanan perumahan, penerapan barrier gate otomatis berbasis IoT yang didukung oleh sensor Vehicle Loop Detector (VLD) serta sistem akses berbasis e-KTP dapat menjadi solusi yang efektif. Sensor VLD berfungsi untuk mendeteksi keberadaan kendaraan secara presisi, sementara e-KTP digunakan sebagai media autentikasi identitas penghuni yang aman dan terstandarisasi.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Kampus Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) ini, penerapan sistem barrier gate berbasis IoT dengan dukungan sensor VLD dan akses e-KTP dipilih sebagai solusi untuk menjawab permasalahan keamanan di Perumahan Graha Sudirman. Keunggulan dari sistem ini terletak pada integrasi teknologi yang relatif mudah diterapkan, biaya operasional yang efisien, serta kesesuaian dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat perumahan. Selain itu, sistem ini dirancang tidak hanya sebagai alat pengamanan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan berkelanjutan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan lingkungan perumahan melalui penerapan sistem barrier gate otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan akses e-KTP sebagai media autentikasi identitas penghuni. Metode yang digunakan adalah penerapan teknologi berbasis partisipatif, yang melibatkan masyarakat dan pengurus RT/RW dalam tahapan identifikasi permasalahan, perancangan sistem, implementasi, sosialisasi, serta monitoring dan evaluasi.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem barrier gate berbasis IoT dapat beroperasi dengan baik dan mampu meningkatkan keteraturan akses keluar-masuk kendaraan, mengurangi ketergantungan pada pengawasan manual, serta meningkatkan rasa aman masyarakat.
Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam proses sosialisasi dan diskusi menunjukkan tingkat penerimaan yang baik terhadap teknologi yang diterapkan. Dengan demikian, penerapan sistem barrier gate berbasis IoT dengan akses e-KTP terbukti memberikan manfaat nyata dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai solusi keamanan lingkungan perumahan yang berkelanjutan. *** (Red)
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.






















