Search
Beranda » Opini » Neo-Khawarij & Problematika Postmodern

Neo-Khawarij & Problematika Postmodern

  • taufid
  • August 1, 2023
  • 11:16 pm
  • Opini
  • taufid
  • 01/08/2023
  • 23:16
Gambar ilustrasi. (Sumber Pixabay)

Bagikan

Oleh: Fokky Fuad Wasitaatmadja

Dosen Program Magister Hukum
Universitas Al Azhar Indonesia

 

Khawarij bagai Anak Panah

Khawarij merupakan sebuah gerakan pemisahan diri dari kelompok pendukung Khalifah Ali ibn Abi Thalib dalam perang menghadapi kelompok pendukung Kelompok Muawiyah. Khawarij terbentuk sebagai sebuah bentuk kekecewaan yang mendalam atas terjadinya arbitrase atau perdamaian antara Ali ibn Abi Thalib dan Muawiyah. Kelompok Khawarij ini berpendapat bahwa tidak pantas bagi Ali bin Abi Thalib selaku pemimpin untuk menerima upaya perdamaian dari pihak Muawiyah. Kaum ini menganggap perdamaian itu hanyalah sebuah siasat saja dari adanya kekalahan. Selain itu tindakan perdamaian ini juga menjadi sebuah bentuk kezaliman yang dilakukan oleh ali Ibn Abi Thalib karena menyia-nyiakan kesempatan untuk membunuh musuh Allah yaitu Muawiyah (Reza, 2022).

Ketegangan hingga menghasilkan sengketa peperangan antara kubu Ali ibn Abi Thalib dan Muawiyah diawali oleh adanya baiyah umat Muslim kepada Ali sebagai Khalifah untuk menggantikan Khalifah Usman bin Affan. Muawiyah yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Syam tidak menyetujui pengangkatan Ali sebagai Khalifah tersebut. Muawiyah berupaya mencari simpati agar Ali terlebih dahulu mengusut pembunuhan atas Khalifah Usman bin Affan. Ali selaku pengganti Usman berpendapat bahwa sebaiknya hanya pelakunya saja yang dijatuhi hukuman, bukan kesemua pelaku, mengingat jumlah pelaku sangat banyak.

Perseteruan ini berpuncak pada terjadinya Perang Shiffin antara kubu Ali ibn Abi Thalib melawan kubu Muawiyah (Mafazah, 2020).
Kaum Khawarij sebagai kaum yang memisahkan diri dari kubu Ali ibn Abi Thalib karena menolak terjadinya upaya arbitrase damai antara dua kubu lalu memutuskan untuk membunuh keduanya, baik Ali maupun Muawiyah. Kelompok Khawarij berfikir bahwa keduanya menjadi bibit kekacauan umat. Dalam proses pembunuhan ini Muawuyah gagal dibunuh, sedangkan Ali berhasil dibunuh oleh Abdurrahman Ibn Muljam al-Muradi pada saat melaksanakan sholat subuh. Sang pembunuh melakukan aksi pembunuhan tersebut sambil meneriakkan kalimat:

“Hukum itu hanya milik Allah bukan milikmu wahai Ali, dan bukan milik para sahabatmu”

Tindakan Ibn Muljam ini akhirnya menewaskan Ali Ibn Abi Thalib sebagai khalifah keempat. Perbuatan ini menjadi sebuah sejarah hitam dalam peradaban umat Islam karena pembunuhan kejam dilaksanakan atas dasar agama dan keyakinan yang salah. Rasulullah Saw pernah memprediksi akan hadirnya sebuah kaum yang menjalankan ibadah tetapi tak berilmu, sebagaimana tertuang dalam hadits:

“Akan keluar di akhir zaman. Sekelompok kaum yang pemahaman agamanya sedikit, akalnya bodoh. Mereka mendengung-dengungkan ucapan yang terbaik yang ada di muka bumi ini. Mereka membaca al-Quran, namun tidak melewati tenggorokannya. Mereka melesat keluar dari agama, sebagaimana anak panah melesat menuju sasaran” (HR. Bukhari).

Ibn Muljam selaku pelaku pembunuhan Ali bukanlah selama ini dianggap sebagai seorang yang shaleh dalam menjalankan agama. Ibn Muljam adalah seorang ahli al-Qur’an yang sempat dikirim oleh Khalifah Umar ibn Khattab kepada Gubernur Amr bin Ash untuk mengajarkan al-Qur’an kepada penduduk Mesir. Walau demikian ia menjadi bagian dari kaum yang telah diprediksi oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang telah keluar dari agamanya, ibadahnya tak bermanfaat baginya (Basri Hay, 2017).

 

Neo-Khawarij dan Problematika Kemanusiaan

Peradaban modern manusia kini menghadapi problem yang sama dengan yang dihadapi oleh umat di masa lalu dengan hadirnya kaum Neo-Khawarij, sebagai metamorfosa eksistensi kelompok khawarij. Kelompok khawarij kini hadir melalui bentuk dan pemikiran sejenis dengan tetap berkeyakinan pada sebuah konsep teologi kematian. Begitu mudahnya membunuh sesama muslim dan umat manusia, dengan mendengungkan kalimat yang sama yaitu:

”hukum itu milik Allah, barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka ia kafir”.

Organisasi teror semacam ISIS, al-Qaeda dan semua sayap organisasi teror yang berafiliasi dengan keduanya, mencoba melanjutkan perjuangan kaum Khawarij di alam postmoderen ini dengan mendengungkan kalimat di atas.

Postmoderen lahir sebagai reaksi era modern yang syarat nilai. Postmoderen menawarkan konsep hidup bebas nilai dan mendobrak segala nilai yang dianut selama ini. Postmoderen ditandai dengan hadirnya teknologi digital sebagai sarana komunikasi. Tekonologi digital ini mampu melakukan sebuah realitas semu (hiperrealitas), sehingga antara kenyataan dan kepalsuan bercampuraduk dan sulit dibedakan. Manusia kehilangan realitas objektif atas segala hal yang hadir dihadapannya akibat manipulasi fakta. Kebingungan muncul karena manusia begitu sulit membedakan mana yang realita sesungguhnya, dan mana yang bukan (Azwar, 2014).

Postmoderen hadir dengan konsep bebas nilai dan sangat cair, begitu mudahnya komunikasi terjalin, dan begitu mudahnya manipulasi terjadi melalui sarana-sarana digital. Neo-Khawarij dengan konsep ideologi kematian yang dianutnya mencoba memanipulasi agama agar masyarakat tak bermasjid ini mudah tertarik pada pemikiran-pemikiran destruktif yang dikembangkannya. Tanpa bekal ajaran agama yang cukup masyarakat awam mudah terprovokasi oleh gagasan-gagasan destruktif kaum Neo-Khawarij. Pada saat yang bersamaan kaum Neo-Khawarij ini ikut berperan menumbuhsuburkan pemahaman Islamophobia di kalangan masyarakat non-Muslim bahwa Islam identik dengan kekerasan dan teror.

Teknologi digital di era postmoderen dimanfaatkan oleh kelompok ini untuk menyebarluaskan pesan-pesan kebencian, pembunuhan hingga kehancuran. Manusia postmoderen yang menggunakan perangkat digital sebagai sebuah sarana komunikasi mendapat sebuah tantangan baru melalui massifnya penyebaran pesan destruktif.

Kaum neo-khawarij ini memanfaatkan sekaligus membajak kelompok apa yang disebut Kuntowijoyo sebagai Muslim tanpa Masjid. Masyarakat Islam tanpa masjid adalah sebuah kelompok yang hadir di lingkungan kaum urban perkotaan yang tidak mempelajari Islam melalui sarana-sarana konvensional seperti masjid, pesantren, madarasah, atau belajar pada perorangan: ustad, kyai, ulama, atau dai. Mereka memanfaat sumber-sumber lain seperti kaset, CD, VCD, internet, televisi dan lainnya. Mereka memperoleh sumber keilmuan agama secara anonim (Kuntowijoyo, 2018).

Masyarakat ini tidak lagi belajar agama pada seorang guru, atau ulama, tetapi cukup melalui sarana digital. Mereka lebih mengutamakan followers atas sebuah kajian Islam, dan tidak pernah melihat dan peduli pada sanad keilmuan sang guru tersebut. Hal ini menjadi hal yang mengkhawatirkan karena keinnginan belajar agama tidak diimbangi oleh ilmu yang cukup. Mereka lebih mengutamakan pada gemuruh provokasi, tetapi miskin refleksi beragama, lebih menghasilkan dan mengutamakan militansi dibandingkan argumentasi (Salahudin, 2018).

Masyarakat awam ini menjadi sasaran yang dituju kaum neo-khawarij untuk menyusupkan doktrin-doktrin dan ajaran teologi kematian. Penebusan dosa atas masa lalu yang kelam diwujudkan dengan menghembuskan narasi jihad hingga upaya bom bunuh diri. Anak muda rentan terprovokasi melakukan upaya penebusan dosa melalui cara-cara kekerasan. Pemikiran ekstrem tumbuh dalam ketidaksadarannya, bahwa nalarnya kini telah tertutupi oleh segala hal yang tidak dapat diterima oleh akal sehat. Pemikiran dan doktrin tidak lagi dicerna dengan akal sehatnya, dan ia dengan mudah menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang menghukum dibanding sosok Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang (Qs.[1]:3). Tentunya tidak semua masyarakat awam yang tak berlatarbelakang pendidikan agama terpengaruh oleh ide kekerasan kaum Neo-Khawarij.

Pengagungan hukum itu milik Allah, dan jika tidak berhukum pada hukum Allah adalah kafir acapkali diucapkan oleh kaum neo-khawarij yang dengan mudah ditelan oleh kaum awam tanpa mencernanya terlebih dahulu. Semangat untuk berhijrah ke jalan Islam dapat dimanfaatkan oleh kaum neo-khawarij untuk menarik kaum muda terlibat di dalamnya. Doktrin dan semangat berjuang dibalut dengan sikap yang keras serta dibumbui oleh adanya hegemoni barat semakin memperkuat semangat perlawanan tanpa berfikir secara lebih mendalam. Extremisme kaum Neo-Khawarij ini terbukti telah menimbulkan problematika kemanusiaan dengan aksi-aksi teror yag dijalankan olehnya. Ajaran dan dokrin teologi kematian disusun dengan mencantumkan ayat-ayat tanpa memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Dalam upaya membendung pemahaman Neo-Khawarij ini maka setiap individu seyogyanya lebih bersifat terbuka terhadap keluasan keilmuan Islam. Setiap individu selayaknya membangun nilai-nilai Islam berdasarkan pada konsep teologi kehidupan dibandingkan mengedepankan gagasan teologi kematian. Bahwa Islam dibutuhkan sebagai sarana manusia yang hidup untuk mendekatkan dirinya kepada Allah dan sesama manusia. Dalam hal ini setiap individu seyogyanya belajar tidak saja kepada satu guru, melainkan juga belajar pada banyak guru yang memahami ilmu Islam agar mendapatkan pemahaman terhadap keluasan keilmuan Islam.

Masyarakat awam selayaknya mewaspadai ide dan jargon kelompok Neo-Khawarij yang menebarkan ide-ide destruktif yang dengan mudahnya mengkafirkan sesama Muslim melalui dakwah yang dijalankannya.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Qs. Ar-Rum [30]:41)


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

  • Khawarij, Postmodern
PrevSebelumnyaMelokalkan SDGs Menjadi SDGs Desa
TerbaruAlerta Pergaulan BebasNext
Desa
Tani
Nelayan
Desa

Potret Kantor Kuwu desa Sukasari Kecamatan Arahan. (ist)

Tiga Pamong Desa Sukasari Mengaku Siap Hadapi Kebijakan Penjabat Kuwu

Potret perangkat desa Sudimampir lor, Camat Balongan, Sekmat Balongan, UPTD Pertanian Indramayu, BPP Balongan, UPI Rencana, BBWS Cisanggarung KTNA Kecamatan Balongan, Kelompok tani saat ubinan di desa Sudimampir Lor. (ist)

Camat Balongan Dampingi BPP Balongan Lakukan Ubinan di Desa Sudimampir Lor

Potret Kuwu desa Sudimampir Lor, Ade Nanto bersama Kapolsek Balongan dalam Acara Mapag Sri tahun 2026. (ist)

Pemdes Sudimampir Lor Gelar Acara Mapag Sri, Ungkapan Rasa Syukur Bagi Para Petani

Potret Kegiatan perdana Tradisi Mapag Sri di era Kuwu Mukmin desa Rawadalem. (ist)

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemdes Rawadalem Gelar Mapag Sri Perdana

Potret Pemdes Legok saat acara persiapan adat Mapag Tamba warisan leluhur. (ist)

Pemdes Legok Gelar Ritual Adat Mapag Tamba, Simbol Harapan dan Keselamatan Warga

Tani

Potret papan informasi pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi tersier desa Rajasinga. (ist)

Petani Rajasinga Sambut Baik Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Photo Babinsa Kaweron Koramil 0808/16 Talun Serda Edi Prasetiyo, 19/10/2025 (Ist)

Wujud Kepedulian TNI Pada Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bantu Petani Tanam Padi

Ketahanan Pangan Jagung di Desa Bojong Kulon Terus Ditingkatkan

Serikat Tani Indramayu Demo Tuntut Fasilitas Penunjang Pertanian

Semua Camat ‘Ngantor’ di Pintu Air Nina Agustina: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Air

Nelayan

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim Blusukan Tinjau Langsung Pengerukan Pelabuhan Dadap, 23/10/2025 (Ist).

Lucky Hakim Blusukan, Percepat Pelabuhan Dadap Untuk Mengangkat Perikanan Indramayu

Kemeriahan Pesta Laut di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

SPBUN dan Asuransi Perikanan untuk Perlindungan Nelayan Kecil

Pasokan Ikan Aman, Menteri KKP Pantau Produksi di Indramayu

Longboat Berpenumpang 11 Orang Selamat Setelah Alami Kerusakan Mesin di Perairan Maluku Tenggara

Berita lainnya

Potret Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkulu Utara, Sutrino. (ist)

Kuasai Digital Dari Lagita, Semangat Baru Masyarakat Kawasan Transmigrasi Menembus Pasar Digital

Nikita Willy Ungkap Alasan Berhijab: Aku Ingin Jadi Contoh yang Baik untuk Anak

Potret aksi demo mahasiswa Topi Jerami di depan Gedung DPRD Indramayu. (ist)

Demo Mahasiswa Topi Jerami Berujung Ricuh, Massa Lempar Ular ke Arah Aparat

Potret pengangkutan sampah di TPS Tegalurung. (ist)

Kuwu Abdullah Dorong DLH Indramayu Cari Solusi Penanganan Sampah

Potret penandatanganan persetujuan bersama antara pihak DPRD Kabupaten Indramayu dengan Pemerintah Daerah. (ist)

Ketua DPRD Indramayu Nurhayati Pimpin Sidang Paripurna, Bahas Perubahan Propemperda 2026

Polindra Perkuat Jejaring Global melalui Academic Exchange Agreement di Seoul

Potret Anggota DPRD Indramayu, Amroni saat foto bareng guru swasta se-Indramayu. (ist)

Halal Bihalal Guru Swasta Se-Indramayu, Sinergi dengan DPRD Wujudkan Pendidikan Maju

Potret Diduga Terdakwa Ririn di suasana sidang pembunuhan Paoman, Rabu (6/5/2026). (ist)

Kejangalan Terungkap Di Sidang Pembunuhan Paoman, Dakwaan JPU Tidak Sesuai Dengan Hasil Visum

Potret Kantor Kuwu desa Sukasari Kecamatan Arahan. (ist)

Tiga Pamong Desa Sukasari Mengaku Siap Hadapi Kebijakan Penjabat Kuwu

Potret Seminar Literasi Bahasa dan Moderasi Beragama di IAKN Ambon. (ist)

IAKN Ambon Gelar Seminar Literasi Bahasa dan Moderasi Beragama

WARTA

  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka
  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka

FEATURED

  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto
  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto

INTEREST

  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM
  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM

INFORMASI

  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK

Copyright © 2026 kagetnews.com - All Right Reserved

© 2026 Kagetnews.com. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

  • Warta
    • Warta Terkini
    • Warta Desa
    • Warta Tani
    • Warta Nelayan
    • Desa Dalam Angka
  • Featured
    • Inspirasi
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Foto
    • Apa Kata Pembaca
    • Aspirasi
  • Interest
    • Bencana
    • Budaya
    • Budidaya
    • Kesehatan
    • Sosial
    • Wisata
    • Icip-Icip
    • UMKM
  • Informasi
    • Jual Beli Rangkas
    • Beasiswa
    • Loker
    • Properti