Kagetnews | Bandung – Forum Komunikasi Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya (FK-KBPA-BR) secara resmi melepas keberangkatan tim relawan dalam misi bertajuk “Operasi Bantuan Relawan Kemanusiaan Bencana Sumatra”. Langkah ini merupakan bentuk sinergi nyata komunitas pecinta alam Bandung Raya dalam merespons darurat bencana yang melanda wilayah Sumatra.
Dalam operasi ini, FK-KBPA-BR mengusung Program Pendampingan Pos Masyarakat. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan langsung di lapangan, mambangun organisasi masyarakat mendapingi penyintas menumbuhkan daya hidup mendorong proses proses pemulihan dengan upaya-upaya nasyarakat penyintas, menjadi penghubung masyarakat penyintas dengan lembaga-lembaga bantuan agar kebutuhan muncul dari penyintas itu sendiri
Keberangkatan relawan ini tidak dilakukan secara instan. Sebelum dinyatakan layak berangkat, para relawan telah melewati fase rekrutmen terbuka, pengecekan kesehatan, serta pembekalan materi kebencanaan yang komprehensif.
Dari proses tersebut, terpilih 10 relawan tangguh yang akan diberangkatkan secara bertahap. Pada kloter hari ini, terdapat 6 relawan dari berbagai organisasi pecinta alam dilepas menuju medan tugas, yakni:
1. Lhse Zinni Naufal Zuhri (GEMA RAWANA)
2. Muhammad Ansyari Farhan (GEMA RAWANA)
3. Mudaris Ghozali Jamalillah / Hendel (MAPALANGIT BIRU)
4. Salman El-Farisyi / Nesting (MAPALANGIT BIRU)
5. Ridho / Bongkeng (DHARMAPALA)
6. Doni Amaluddin / Cakil (DHARMAPALA)
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) FK-KBPA-BR, Arif (dari Himpala Itenas Bandung), menyatakan bahwa para relawan ini akan didorong untuk melakukan pendampingan di wilayah Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah.
“Untuk tahap pertama, operasional akan berjalan selama 20 hari. Namun, lamanya operasi secara keseluruhan tidak terbatas waktu, bergantung pada kebutuhan dan situasi di lapangan,” jelas Arif saat prosesi pelepasan, 19/12/2025.
Pesan Dansatgas, Solidaritas adalah Kunci
Dalam arahan terakhirnya sebelum tim bergerak, Arif memberikan pesan penguat mental bagi seluruh anggota Satgas. Ia mengingatkan bahwa misi ini bukanlah sekadar perjalanan biasa, melainkan pengabdian yang menuntut ketangguhan luar biasa.
“Untuk seluruh rekan kesatgasan, agar tetap saling menjaga satu sama lain. Ingatlah, jika tugas ini mudah, maka semua orang akan melakukannya,” tegas Arif.
Misi kemanusiaan ini membuktikan bahwa semangat persaudaraan pecinta alam Bandung Raya melampaui batas geografis, menyatukan berbagai bendera organisasi demi kemanusiaan.
Kontributor : Opay
Editor : Obet
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.






















