Search
Beranda » Opini » Nusantara, Bangsa dan Jejak Snouck Hurgronje

Nusantara, Bangsa dan Jejak Snouck Hurgronje

  • taufid
  • May 30, 2023
  • 9:05 pm
  • Opini
  • taufid
  • 30/05/2023
  • 21:05

Bagikan

Oleh: Hb Indra

 

Kagetnews | Membaca literatur sejarah kaum penjajah ada VOC kaum pedagang, kini New VOC ada yang dikenal 9 naga. Di masa Nusantara untuk melanggengkan panjajahannya ada iconnya yang bernama Snouck Hurgronje sebagai alat akal penjajahan. Baiknya jangan melupakan peran VOC yang kini diteruskan oleh New VOC dan jangan melupakan pula sosok fenomenal itu yang bisa memotret kondisi Nusantara dan Bangsa kini.

Nusantara dan Bangsa yang malang setelah ditipu oleh Snouck Hurgronje kini ditipu oleh manusia yang sejenisnya. Murid Snouck saat ini lebih canggih mereka bukan saja masuk wilayah nilai yang dianut oleh orang beragama mayoritas manusia Nusantara, mereka masuk ke nilai sains yang adipelajari oleh manusia.

Misalnya bagaimana menundukkan citarasa manusia seolah negaranya kaya raya tapi tak tergerak hati dan fikiran untuk sekedar bertanya mengapa Sumber Daya Alam (SDA) belum bermakna bagi negara dan rakyat. Kepemilikan SDA ada yang dikuasai asing dan ada pula dikuasai oleh 9 naga misalnya. Hasil pendidikannya dan menjadi pemutus kebijakan negara belum bisa memanfaatkan SDA pada angka 50 persen misalnya untuk negara yang diperuntukan untuk rakyat. Sedihnya pula aset ekonomi sepenuhnya bukan juga untuk negara tapi hanya untuk sekelompok kecil manusia yang telah disebutkan.

Kerja murid Snouck sudah sampai memanipulasi hasil demokrasi atau pemilu yang layaknya menghasilkan manusia yang bercitarasa patriot bangsa bukan bercitarasa Snouck. Produknya seakan pelayan penjajah yang dulu melayani selama 3 abad. Mereka hidup bergentayangan tanpa jiwa NKRI tapi jiwa yang diinginkan Snouck. Jiwa yang hanya melata dikehidupan.

Di bangsa ini ada jiwa itu yang sepanjang masa hidup hingga hari ini mereka hidup dan menggerakkan lembaga Think Tank apakah itu namanya CISA yang bisa mengarahkan citarasa yang dikehendaki Snouck. Ada pula media massa apakah itu namanya Komprador dan di era demokrasi ada pula lembaga penipu rakyat melalui angka dan ada buzzer memproduksi kata yang membolak balik kenyataan.

Mereka pasukan Snouck yang bisa mengendalikan pemimpin di citarasa mereka. Pemimpin yang bisa di bentuk oleh Dunia Maya melalui pesan mata yang seolah merakyat, seolah jujur, anti korupsi dikesankan di gorong-gorong atau seperti atlit olahraga dan jadi apa saja dia ada tapi dia tak ada di rakyat yang menuntut keadilan dan kemakmuran. Setelah melalui ini mereka juga bisa melakukan melalui sistem yang sudah mereka rancang untuk menyabot suara rakyat. Gejala itu bisa terjadi ada di korban 800 lebih nyawa manusia yang terjadi di negeri yang bercitarasa Snouck di tahun 2019. Mereka selalu mengambil jalan halus dan kasar untuk melaksanakan misinya.

Moment strategis bagi mereka ada legitimasi pembenaran melalu demokrasi, saat ini mereka tak ada peluang mengambil jalan seperti di negara tirai bambu. Tetapi negara tirai bambu menjadi spirit mereka setelah ada legitimasi pemilu bukan saja ada teror undang-undang, ada teror fisik, seolah Demokrasi Mazhab Baru yang anti kritik dan menghadirkan otoritarian rezim.

Menghadirkan rakyat melawan rakyat dengan aliran rupiah yang mungkin lembaganya kini disebut buzzer berbayar dan bahkan ada dari mereka yang bersimbol gerakan agama hadir sebagai tangannya sehingga demokrasi seperti menjadi democrazy.

Bangsa bila membayangkan instrument pendukung Snouck dengan instrument lembaga Think Tank itu, media massa itu, lembaga survey itu dan buzzer berbayar itu. Demokrasi hanya menjadi democrazy yang akan mengancam NKRI menjadi negeri federasi, karena di tahta puncak suatu negara yang tak lagi berfungsi menjadi alat meraih cita konstitusi yakni terwujudnya keadilan, kesetaraan dan kemakmuran.

Merdeka hanya menghasilkan gambar bangsa yang sepanjang waktu ada SDA yang tak berguna tapi juga SDM yang juga tak bisa membantu wajah bangsa dan rakyatnya. Bangsa yang gagal, bangsa yang terkapar, bangsa bebek lumpuh dan bangsa yang rakyatnya bak buih, memghasilkan nestapa kebangsaan dan kemanusiaan.

Tak ada jalan yang menyadarkan mereka hidup di negeri yang memberinya nasi dan air untuk hidup tapi menjadi benalu bangsa dan rakyat. Musuh itu bila terus menjalankan misinya di depan mata melalui kajiannya yang komprehensif dan membahayakan NKRI yang juga menyelinap melalui tulisan, angka dan kata yang memutarbalikkan fakta baiknya mereka hindari atau menunggu perlawanan rakyat?

Bila terus berkepanjangan artinya mereka suka melihat bangsa penghutang, suka melihat rakyat yang puluhan juta nestapa, suka melihat pemimpin hanya robot atau perpanjangan tangan, suka melihat demokrasi menjadi democrazy dan suka melihat anak bangsa terdidik tinggi hanya menjadi pelayan dan suka melihat bangsa yang tampak bodoh ada SDA nya yang kaya plus SDM yang kaya dan lengkap tapi ironi bangsa menjadi bangsa yang miskin dan tak diperhitungkan dunia, ini gambaran penjajahan baru.

Bila demokrasi terus menjadi democrazy dan pemilu tak jurdil nanti menjadi jalan melalui KPU Bawaslu dan MK atau pihak pengaman yang tak netral meneruskan citarasa Snouck Hurgronje, dan lembaga think tank yang bercitarasa asing, media massa yang bercitarasa asing, lembaga survey dan buzzer bercitarasa asing dan lainnya yang bercita rasa asing.

Mereka membawa suasana membahayakan NKRI yang bisa saja rakyat bergemuruh suaranya layaknya Nusantara menjadi negara federasi atau bentuk kerajaan yang bisa membawa suatu bangsa bermartabat dan rakyatnya tak lagi mimpi tentang keadilan, kesetaraan dan kemakmuran.

Mahal sebuah keadilan dan kejujuran yang harga mati untuk ditegakkan di pemilu nanti. Bila tidak mereka dapat dianggap pengkhianat bangsa dan rakyat, karena hidup mereka ada di bangsa ini dan dihidupi oleh keringat rakyat. Mereka hidup yang berkecukupan berbeda dengan puluhan juta rakyat lainnya yang nestapa karena ternyata mereka bercitarasa asing yang harus menyiapkan jet pribadi ke negeri tirai bambu untuk lepas dari tuntutan hukum dan rakyat bila rakyat pemenangnya???

Penulis merupakan seorang Pengamat Politik dan Akademisi dari Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

 

Editor: Ramli Yudarsana


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

  • Bangsa, Indonesia, Nusantara, Opini, Snouc Hurgronje
PrevSebelumnyaMemotret Alam Demokrasi Turki & Kilas Kemenangan Erdogan
TerbaruKaum Cawe – Cawe di Pemilu NantiNext
Desa
Tani
Nelayan
Desa

Potret Juru tulis desa Pawidean, Taufik Kurohman. (ist)

Desa Pawidean Gelar Tradisi Mapag Sri: Dimulai Sunatan Massal, Doa Bersama dan Dimeriahkan Wayang Kulit

Potret Forkopimcam Balongan Hadiri Mapag Sri di Desa Sukareja. (ist)

Forkopimpcam Balongan Hadiri Acara Mapag Sri di Desa Sukareja, Semoga Petani Hasilkan Padi yang Melimpah

Potret Kantor Kuwu desa Sukasari Kecamatan Arahan. (ist)

Tiga Pamong Desa Sukasari Mengaku Siap Hadapi Kebijakan Penjabat Kuwu

Potret perangkat desa Sudimampir lor, Camat Balongan, Sekmat Balongan, UPTD Pertanian Indramayu, BPP Balongan, UPI Rencana, BBWS Cisanggarung KTNA Kecamatan Balongan, Kelompok tani saat ubinan di desa Sudimampir Lor. (ist)

Camat Balongan Dampingi BPP Balongan Lakukan Ubinan di Desa Sudimampir Lor

Potret Kuwu desa Sudimampir Lor, Ade Nanto bersama Kapolsek Balongan dalam Acara Mapag Sri tahun 2026. (ist)

Pemdes Sudimampir Lor Gelar Acara Mapag Sri, Ungkapan Rasa Syukur Bagi Para Petani

Tani

Potret papan informasi pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi tersier desa Rajasinga. (ist)

Petani Rajasinga Sambut Baik Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Photo Babinsa Kaweron Koramil 0808/16 Talun Serda Edi Prasetiyo, 19/10/2025 (Ist)

Wujud Kepedulian TNI Pada Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bantu Petani Tanam Padi

Ketahanan Pangan Jagung di Desa Bojong Kulon Terus Ditingkatkan

Serikat Tani Indramayu Demo Tuntut Fasilitas Penunjang Pertanian

Semua Camat ‘Ngantor’ di Pintu Air Nina Agustina: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Air

Nelayan

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim Blusukan Tinjau Langsung Pengerukan Pelabuhan Dadap, 23/10/2025 (Ist).

Lucky Hakim Blusukan, Percepat Pelabuhan Dadap Untuk Mengangkat Perikanan Indramayu

Kemeriahan Pesta Laut di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

SPBUN dan Asuransi Perikanan untuk Perlindungan Nelayan Kecil

Pasokan Ikan Aman, Menteri KKP Pantau Produksi di Indramayu

Longboat Berpenumpang 11 Orang Selamat Setelah Alami Kerusakan Mesin di Perairan Maluku Tenggara

Berita lainnya

Potret Ketua Umum IKAPMI DIY periode 2026-2030, Abdul Kholik. (ist)

Alumni Jogja IKAPMI Resmi Dilantik, Siap Kawal Kebijakan Pemkab Indramayu

Potret Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan Polres Metro Jakarta Barat Akp Alexander Tengbunan. (ist)

Pria Dibacok di Grogol Petamburan, Polisi Pastikan Bukan Aksi Pembegalan

Potret diduga sekelompok pengunjung dari pihak korban pembunuhan Paoman yang hina Profesi Jurnalis. (ist)

Diduga Sekelompok Pengunjung Hina Profesi Jurnalis, Picu Amarah Insan Pers Indramayu

Potret Direktur Penggalangan Relawan DPP PSI Furqan AMC. (ist)

Kecam Keras Israel, PSI Dukung Sepenuhnya Upaya Pemerintah RI Membebaskan Relawan dan Jurnalis

Potret Pemkab Indramayu genjot pembangunan jalan beton di desa Karangsinom dan Kedungdawa. (ist)

Pemkab Indramayu Genjot Pembangunan Jalan Beton di Karangsinom dan Kedungdawa

Potret PK PMII Indramayu. (ist)

Pembangunan Berkelanjutan atau Singkirkan Rakyat? Catatan Forum Agraria PMII Indramayu

Potret FPN saat melakukan aksi solidaritas kemanusiaan di Jakarta. (Ist)

FPN Minta Presiden Prabowo Bebaskan Aktivis Kemanusiaan dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Israel

Potret Bupati Lucky Hakim bersama DPRD Indramayu. (ist)

Rapat Paripurna DPRD Indramayu Bahas Alih Status RSUD M.A Sentot dan Penyertaan Modal PT BPR

Potret sidang pembunuhan keluarga Paoman. (ist)

Pengacara Kondang Toni RM Curiga Ada Tekanan, Priyo Cabut Kuasa Hukum

Potret terdakwa Priyo bikin heboh saat mendadak cabut kuasa hukum Toni RM di Persidangan. (ist)

Heboh di PN Indramayu, Priyo Mendadak Cabut Kuasa Toni RM Usai Didatangi Polisi

WARTA

  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka
  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka

FEATURED

  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto
  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto

INTEREST

  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM
  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM

INFORMASI

  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK

Copyright © 2026 kagetnews.com - All Right Reserved

© 2026 Kagetnews.com. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

  • Warta
    • Warta Terkini
    • Warta Desa
    • Warta Tani
    • Warta Nelayan
    • Desa Dalam Angka
  • Featured
    • Inspirasi
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Foto
    • Apa Kata Pembaca
    • Aspirasi
  • Interest
    • Bencana
    • Budaya
    • Budidaya
    • Kesehatan
    • Sosial
    • Wisata
    • Icip-Icip
    • UMKM
  • Informasi
    • Jual Beli Rangkas
    • Beasiswa
    • Loker
    • Properti