Kagetnews | Indramayu – Verdi Insan Perdana Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang melaksanakan kegiatan Praktik Profesi Lapangan (PPL) di Rumah Potong Unggas (RPU) Halal IPAH BROILER yang merupakan salah satu usaha dari CV. Dharma Djati yang berdomisili di Desa Sumbermulya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu yang menjadi pemasok bagi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini berlangsung selama sembilan hari, mulai 20 hingga 28 Februari 2026.
Selama pelaksanaan PPL, mahasiswa melakukan berbagai aktivitas pembelajaran yang berkaitan dengan sistem administrasi dan implementasi akad kerja sama dalam praktik operasional RPU Halal. Kegiatan dimulai dengan orientasi serta pengenalan sistem administrasi, termasuk mekanisme pencatatan produksi dan distribusi produk unggas halal.

Potret Verdi Insan Perdana Mahasiswa PPL Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang. (Ist)
Pada hari-hari berikutnya, mahasiswa mempelajari arsip dokumen perjanjian suplai antara RPU Halal dan dapur MBG, serta membantu proses pengarsipan dokumen terkait suplai dan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Selain itu, mahasiswa juga melakukan pengamatan terhadap sistem pencatatan jumlah barang yang disuplai sebagai bentuk bukti pelaksanaan perjanjian kerja sama.
Tidak hanya memahami aspek administratif, kegiatan PPL ini juga memberikan wawasan mengenai konsekuensi hukum yang dapat timbul apabila terjadi kelalaian administrasi dalam pelaksanaan perjanjian suplai. Mahasiswa mengkaji keterkaitan antara praktik administrasi dengan konsep perikatan dan wanprestasi dalam hukum Islam.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa administrasi memiliki peran penting dalam menjamin kepastian hukum dalam akad kerja sama. Dokumen seperti perjanjian suplai, catatan produksi, laporan distribusi, serta arsip pemenuhan SJPH menjadi bukti konkret bahwa kesepakatan para pihak tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga diwujudkan dalam pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam perspektif syariah, pelaksanaan akad yang tertib dan terdokumentasi merupakan bentuk pemenuhan amanah dan itikad baik dari para pihak. Administrasi yang tertib juga berfungsi sebagai instrumen pencegahan sengketa serta sarana pembuktian apabila terjadi pelanggaran perjanjian.
Melalui kegiatan PPL ini, mahasiswa menyimpulkan bahwa administrasi bukan sekadar kewajiban teknis dalam operasional usaha, melainkan bagian integral dari pelaksanaan akad syariah. Administrasi yang baik menjadi alat penguat perikatan hukum yang memastikan komitmen kerja sama dan pemenuhan standar halal berjalan sesuai prinsip hukum Islam serta nilai kemaslahatan bagi para pihak.
Pewarta: Taufid Chaniago
Editor: Sisil
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.






















