Search
Beranda » Aspirasi » Antara Kebijakan Kurikulum Merdeka dan Aspirasi Publik: Tantangan Pendidikan di Era Baru

Antara Kebijakan Kurikulum Merdeka dan Aspirasi Publik: Tantangan Pendidikan di Era Baru

  • November 5, 2024
  • 12:30 pm
  • Aspirasi, Pendidikan
  • 05/11/2024
  • 12:30
Sumber gambar: Wikipedia.

Bagikan

Oleh: Dr. H. Mulyawan Safwandy Nugraha, M.Ag., M.Pd
(Ketua Dewan Pendidikan Kota Sukabumi &
Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Kagetnews | Opini – Kurikulum Merdeka yang diinisiasi oleh Nadiem Makarim saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bertujuan membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan Indonesia. Kebijakan ini berusaha memberikan keleluasaan bagi sekolah dan guru dalam menentukan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi beban administratif guru, sehingga mereka dapat fokus pada proses pengajaran yang kreatif dan inovatif. Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga memunculkan beragam pendapat dari masyarakat dan para pemangku kepentingan di dunia pendidikan. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa kebijakan yang ideal di atas kertas belum tentu mudah diterapkan di lapangan.

Salah satu komponen utama dalam Kurikulum Merdeka adalah penghapusan Ujian Nasional (UN) dan penggantian dengan Asesmen Nasional (AN). Pemerintah menghapus UN untuk mengurangi tekanan pada siswa dan menghindari penilaian berbasis angka yang dianggap tidak menggambarkan kompetensi siswa secara menyeluruh. Sebagai gantinya, AN mengukur kompetensi siswa secara lebih holistik melalui survei karakter dan pemetaan kompetensi minimum. Namun, sebagian masyarakat merasa bahwa penghapusan UN bisa menyebabkan penurunan standar pendidikan di beberapa daerah. Banyak yang masih ragu bahwa AN dapat memberikan gambaran yang sama akuratnya dengan UN dalam mengukur kualitas siswa.

Di sisi lain, penerapan Kurikulum Merdeka mengandalkan kesiapan guru untuk menjalankan pengajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa. Banyak guru, terutama di daerah yang kurang berkembang, merasa kesulitan menyesuaikan diri dengan metode pengajaran baru yang menuntut kreativitas dan penggunaan teknologi. Keterbatasan fasilitas dan pelatihan yang tidak merata menjadi kendala utama bagi guru dalam menerapkan kurikulum ini secara efektif. Sebagian guru merasa bahwa mereka tidak mendapat dukungan yang memadai untuk menghadapi perubahan kurikulum ini. Tanpa pelatihan yang cukup, implementasi Kurikulum Merdeka berisiko menjadi tidak konsisten di berbagai wilayah Indonesia.

Di sisi masyarakat, kebijakan ini juga memunculkan tanggapan beragam terkait sistem penerimaan siswa baru (PPDB) yang berbasis zonasi. Sistem zonasi dalam PPDB bertujuan untuk menciptakan pemerataan kualitas pendidikan dengan mengutamakan siswa yang tinggal dekat dengan sekolah. Meskipun niatnya baik, sistem zonasi sering kali justru menghalangi siswa berprestasi untuk masuk ke sekolah favorit di luar zona tempat tinggal mereka. Hal ini menyebabkan ketidakpuasan dari para orang tua yang ingin anak mereka mendapatkan pendidikan terbaik. Sistem zonasi ini menjadi polemik tahunan yang perlu dikaji ulang untuk mengatasi kekurangan yang ada.

Kritik terhadap Kurikulum Merdeka juga datang dari beberapa tokoh pendidikan, seperti Jusuf Kalla, yang menekankan pentingnya menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan kondisi lokal. Menurut Kalla, reformasi pendidikan tidak bisa hanya mengikuti tren teknologi tanpa memperhatikan kebutuhan dasar di lapangan. Teknologi memang dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, namun tanpa kesiapan sumber daya manusia, penggunaan teknologi berpotensi kurang efektif. Pendekatan pendidikan yang efektif harus memperhatikan tantangan yang ada di masing-masing wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan harus berpijak pada realitas sosial dan budaya di Indonesia yang sangat beragam.

Selain itu, pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti kini menghadapi tantangan besar dalam mengkaji ulang kebijakan pendidikan. Abdul Mu’ti berencana untuk mendengarkan masukan dari masyarakat dan para ahli sebelum memutuskan langkah selanjutnya. Kajian ulang ini bertujuan untuk menilai apakah kebijakan yang ada benar-benar bermanfaat bagi dunia pendidikan atau justru memerlukan penyesuaian lebih lanjut. Melalui pendekatan ini, pemerintah diharapkan dapat menciptakan kebijakan pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan menjadi penting agar kebijakan pendidikan lebih responsif.

Sementara itu, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya pembelajaran Matematika sejak usia dini sebagai dasar untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia berencana memperkenalkan Matematika sejak TK agar anak-anak memiliki fondasi kuat dalam berpikir logis dan analitis sejak kecil. Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas sains dan teknologi di masa depan yang semakin penting di era globalisasi. Namun, pengenalan Matematika di usia dini harus disesuaikan dengan metode yang sesuai agar anak-anak tidak merasa terbebani. Jika berhasil diterapkan, pendekatan ini bisa menjadi langkah positif untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

Peran guru sebagai pelaksana kebijakan di lapangan juga tidak boleh diabaikan dalam reformasi pendidikan ini. Guru merupakan pihak yang secara langsung berinteraksi dengan siswa dan memahami kebutuhan serta kesulitan mereka dalam belajar. Keterlibatan guru dalam perumusan kebijakan akan membantu pemerintah menciptakan kebijakan yang lebih praktis dan realistis. Jika kebijakan dibuat tanpa masukan dari guru, risiko penolakan dan hambatan dalam implementasi akan semakin tinggi. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan ruang bagi guru untuk berkontribusi dalam proses kebijakan pendidikan.

Dengan tantangan yang ada, pemerintah perlu berhati-hati dalam memutuskan apakah akan meneruskan atau mengkaji ulang kebijakan Kurikulum Merdeka. Keputusan yang diambil harus didasarkan pada kajian menyeluruh dan mendalam, dengan mempertimbangkan masukan dari semua pihak terkait. Evaluasi yang komprehensif perlu dilakukan untuk memastikan kebijakan pendidikan yang diterapkan benar-benar berdampak positif. Jika kebijakan tidak efektif, maka penyesuaian perlu segera dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh siswa dan masyarakat luas. Pemerintah harus mengambil langkah yang tepat agar kebijakan pendidikan tidak hanya menjadi wacana tetapi benar-benar membawa perubahan yang diinginkan.

Pada akhirnya, pendidikan yang ideal bukan hanya soal kebijakan tetapi juga bagaimana kebijakan tersebut diterapkan dengan baik di lapangan. Peran serta semua pihak, mulai dari pemerintah, guru, siswa, hingga masyarakat, sangat penting untuk keberhasilan kebijakan pendidikan. Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar, namun keberhasilannya sangat bergantung pada persiapan dan pelaksanaannya yang matang. Di tengah tantangan yang dihadapi, kerja sama yang baik akan menjadi kunci untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik. Masa depan pendidikan Indonesia berada di tangan semua pihak yang peduli dan berkomitmen terhadap kemajuan generasi bangsa.

☕ Apresiasi KagetNews

Dukungan Anda Sangat Berarti Bagi Kami

10rb
20rb
50rb
100rb
200rb
Lainnya
  • Aspirasi Publik, Kurikulum Merdeka, Pendidikan
PrevSebelumnyaSPI Indramayu Apresiasi Gebrakan DPRD untuk Kaum Tani 
TerbaruPress Release: Bemnus Jabar Soroti Penyelenggara Pilkada & Gakkumdu JabarNext
Desa
Tani
Nelayan
Desa

Potret Kegiatan perdana Tradisi Mapag Sri di era Kuwu Mukmin desa Rawadalem. (ist)

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemdes Rawadalem Gelar Mapag Sri Perdana

Potret Pemdes Legok saat acara persiapan adat Mapag Tamba warisan leluhur. (ist)

Pemdes Legok Gelar Ritual Adat Mapag Tamba, Simbol Harapan dan Keselamatan Warga

Potret Ogoh-ogoh Dewi Shinta Karnaval Krasak Sahitya Raksa ke-52 di desa Krasak. (ist)

Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Karnaval Krasak Sahitya Raksa Ke-52

Potret sekdes Daiyah (ketiga dari kiri), Kuwu Lelea, H. Sunarta (kiri), Bupati Lucky Hakim (kedua dari kanan), Camat Lelea, Atang Suwandi (kanan). (ist)

Sekdes Daiyah Raih Penghargaan Atas Dedikasi dan Kepedulian Dari Bupati Indramayu

Potret Sosialisasi pemanfaatan energi PLTS di desa Tegalurung, Rabu (4/3/2026). (ist)

Desa Tegalurung Siap Mandiri Energi, Pertamina IT Balongan–UNS Edukasi PLTS Off Grid

Tani

Photo Babinsa Kaweron Koramil 0808/16 Talun Serda Edi Prasetiyo, 19/10/2025 (Ist)

Wujud Kepedulian TNI Pada Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bantu Petani Tanam Padi

Ketahanan Pangan Jagung di Desa Bojong Kulon Terus Ditingkatkan

Serikat Tani Indramayu Demo Tuntut Fasilitas Penunjang Pertanian

Semua Camat ‘Ngantor’ di Pintu Air Nina Agustina: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Air

Begini Pendapat Carkaya Tentang Sektor Pertanian Indramayu

Nelayan

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim Blusukan Tinjau Langsung Pengerukan Pelabuhan Dadap, 23/10/2025 (Ist).

Lucky Hakim Blusukan, Percepat Pelabuhan Dadap Untuk Mengangkat Perikanan Indramayu

Kemeriahan Pesta Laut di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

SPBUN dan Asuransi Perikanan untuk Perlindungan Nelayan Kecil

Pasokan Ikan Aman, Menteri KKP Pantau Produksi di Indramayu

Longboat Berpenumpang 11 Orang Selamat Setelah Alami Kerusakan Mesin di Perairan Maluku Tenggara

Berita lainnya

Potret aksi demo Gabungan Elemen Masyarakat Indramayu (GEMI) di Kejaksaan Negeri Indramayu (Ist).

Kerugian Negara Capai 16,8 Miliar, GEMI Desak Penindakan Hukum Atas Tuper DPRD Indramayu

Potret Aksi demo Gabungan Elemen Masyarakat Indramayu (GEMI). (ist)

Massa GEMI Desak Bupati Indramayu Copot Dirut PDAM, Soroti Dugaan Korupsi Rp2 Miliar

Potret Kegiatan perdana Tradisi Mapag Sri di era Kuwu Mukmin desa Rawadalem. (ist)

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemdes Rawadalem Gelar Mapag Sri Perdana

Potret Polres Indramayu ungkap kasus mafia BBM dan oplosan Elpiji. (ist)

Polres Indramayu Bongkar Kasus Mafia BBM dan Pengoplosan Elpiji di Gantar, 2 Tersangka Diamankan

Potret Bupati Lucky Hakim (kedua kiri) dan Teddy Prayoga, Direktur Utama BIMJ (kiri). (ist)

Lucky Hakim dan Teddy Prayoga Raih Gelar Bergengsi di TOP BUMD Awards 2026

Potret Dosen Polindra berhasil membuat mesin Control Atmosfer Storage. (ist)

Dosen Polindra Berhasil Buat Mesin Control Atmosfer Storage

Potret Bupati Lucky Hakim saat menghadiri penutupan KKL Pasis Dekrig LXVIII SESKOAD di hotel Swis Bellin. (ist)

Bupati Lucky Ucapkan Terimakasih Kepada Pasis Dikreg LXVII KKL Seskoad

Mahasiswa PPL STISNU Nusantara Tangerang Siap Beri Edukasi Perlindungan Konsumen & Prinsip Ekonomi Syariah

Potret beberapa aliansi dan koordinator desa lingkar penyangga, desa Lombang, desa Limbangan dan desa Tinumpuk. (ist)

PT Adhi Karya Diharap Perhatikan Peluang Kerja Warga Sekitar Polytama Indramayu

Potret Ketua TIm KBK Kelompok TPTU Politeknik Negeri Indramayu Wardika S.ST., M.Eng. (ist)

Dosen TPTU Polindra Berhasil Sempurnakan Penelitian Optimalisasi Teknologi ABF Guna Pembekuan Pure Mangga

WARTA

  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka
  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka

FEATURED

  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto
  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto

INTEREST

  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM
  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM

INFORMASI

  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK

Copyright © 2026 kagetnews.com - All Right Reserved

© 2026 Kagetnews.com. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

  • Warta
    • Warta Terkini
    • Warta Desa
    • Warta Tani
    • Warta Nelayan
    • Desa Dalam Angka
  • Featured
    • Inspirasi
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Foto
    • Apa Kata Pembaca
    • Aspirasi
  • Interest
    • Bencana
    • Budaya
    • Budidaya
    • Kesehatan
    • Sosial
    • Wisata
    • Icip-Icip
    • UMKM
  • Informasi
    • Jual Beli Rangkas
    • Beasiswa
    • Loker
    • Properti