Oleh : KH. Heri Kuswanto
Kagetnews | Religi – Ada tiga hal yang akan ditimbang ketika Yaumul Mizan terjadi, yakni hari dimana manusia akan menerima balasannya masing-masing berdasarkan keadilan dari Allah SWT. Setelah manusia sampai di Padang Mahsyar, seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia akan dihitung atau ditimbang.
Baca : Kapan Yaumul Mizan Itu Terjadi?
Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Qudamah, ada tiga hal yang akan ditimbang pada Yaumul Mizan, yakni Amal, Pelaku Amal, dan Lembar Catatan Amal.
قال رحمه الله: (وتوزن به) أي بالميزان (الأعمال) وذكرنا أن الوزن يكون للعمل وللعامل وللصحائف
Ibnu Qudamah rohimahulloh berkata: “(Dan ditimbang dengannya) yakni dengan Mizan, (Amalan-amalan) telah kita sebutkan bahwa Mizan digunakan untuk Amal, Pelaku Amal, dan Lembar Catatan Amal”
1. Amal
Tentang Mizan Amal telah kita nukilkan dalilnya diatas, yakni Hadist tentang 2 kalimat yang ringan di lisan namun berat di Mizan, Subhanallohu wabihamdih, Subhanallohi ‘adzim’.
Hadits dari Sahabat Abu Darda rodhiallohu ‘anhu,
مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat di Mizan selain akhlak mulia”
[HR Abu Daud dan Tirmidzi]
Maksud Hadits ini
حسن خلق العبد المؤمن ، الموحد لرب العالمين
“Akhlak Mulia seorang yang beriman, yakni orang yang mentauhidkan Alloh Robb Penguasa Alam.”
2. Catatan Amal
Hadits tentang Kartu atau Bithoqoh, dari sahabat Abdulloh bin ‘Amr bin ‘Ash rodhiallohu ‘anhu.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ سَيُخَلِّصُ رَجُلًا مِنْ أُمَّتِي عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَنْشُرُ عَلَيْهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ سِجِلًّا كُلُّ سِجِلٍّ مِثْلُ مَدِّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَقُولُ أَتُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا أَظَلَمَكَ كَتَبَتِي الْحَافِظُونَ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ فَيَقُولُ أَفَلَكَ عُذْرٌ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ فَيَقُولُ بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَةً فَإِنَّهُ لَا ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ فَتَخْرُجُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ فَيَقُولُ احْضُرْ وَزْنَكَ فَيَقُولُ يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلَّاتِ فَقَالَ إِنَّكَ لَا تُظْلَمُ قَالَ فَتُوضَعُ السِّجِلَّاتُ فِي كَفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِي كَفَّةٍ فَطَاشَتْ السِّجِلَّاتُ وَثَقُلَتْ الْبِطَاقَةُ فَلَا يَثْقُلُ مَعَ اسْمِ اللَّهِ شَيْءٌ
Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sejatinya Alloh akan menyelamatkan seorang laki-laki dari umatku di hadapan manusia pada hari kiamat, dihamparkan kepadanya 99 catatan amal miliknya, setiap lembar catatan amal besarnya sejauh mata memandang.
Kemudian Alloh berfirman; ‘Apakah kamu mengingkari sesuatu dari catatan-catatan ini? Apakah para penulisku (Malaikat) yang bertugas menjaga atau mencatat (amal manusia) mendzolimimu?
(Makhluk) Dia menjawab; ‘Tidak wahai Robbku’,
Alloh bertanya; ‘Apakah kamu mempunyai udzur atau alasan (bagi amal burukmu)?’
(Makhluk) Dia menjawab; ‘Tidak wahai Robbku’,
Alloh berfirman; ‘Tidak demikian, sejatinya engkau mempunyai kebaikan di sisi Kami, karena itu tidak ada kedzoliman atasmu pada hari ini’.
Lalu keluarlah kartu amal kebaikan, yang di dalamnya tercatat bahwa; saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Alloh, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rosul-Nya’
Lalu Alloh berfirman; ‘Hadirkan amal timbanganmu!’
(Makhluk) Dia berkata; ‘Wahai Robbku, apa (artinya) satu kartu amal ini (bila) dibandingkan buku catatan besar ini?’
Alloh berfirman; ‘Sejatinya engkau tidak akan didzolimi’” Nabi melanjutkan; ‘Lalu diletakkanlah lembar catatan amal pada satu sisi, dan kartu amal pada sisi lainnya, maka lembar catatan amal itu ringan (timbangannya) sedangkan kartu amal itu berat, tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dibandingkan nama Alloh” (HR Tirmidzi)
3. Pelaku Amal
Imam Al-Muzani Rahimahullah mengatakan, “Dengan dihadirkannya timbangan-timbangan.”
QS. Al-Anbiya’ 47
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ
“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.”
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mengatakan, “Akan ada timbangan yang adil pada hari kiamat. Namun sejatinya timbangan itu hanyalah satu. Disebut dengan kata mawazin (bentuk plural dari timbangan) karena amalan yang ditimbang itu banyak.”
____
Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Lintang Songo Yogya dengan kontak 0857 1645 8522. Serta berprofesi sebagai Dosen Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Annur Yogyakarta dan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO). Kemudia menjabat di A’wan Syuriah PWNU DIY.





















