Semarak 39 Dies Natalis SNEPA: Gebyar Karya “Sabu Saka” Rayakan Hari Disabilitas Internasional

Potret pertunjukan kreatifitas dalam perayaan Dies Natalis ke-39 Sekolah Nasional Pendidikan Anak (SNEPA) bertajuk "Digi-SNEPA 2025" (Ist).
Potret pertunjukan kreatifitas dalam perayaan Dies Natalis ke-39 Sekolah Nasional Pendidikan Anak (SNEPA) bertajuk "Digi-SNEPA 2025" (Ist).

Bagikan

Kagetnews | Indramayu – SLB Negeri Pahlawan Kabupaten Indramayu menjadi saksi kegemaran kreativitas siswa penyandang disabilitas dalam perayaan Dies Natalis ke-39 Sekolah Nasional Pendidikan Anak (SNEPA) bertajuk “Digi-SNEPA 2025”.

Acara ini dirangkai apik dengan Hari Disabilitas Internasional melalui program Gebyar Karya “Sabu Saka” (1 Bulan 1 Karya), sekaligus peresmian Gedung Baru SLB yang megah. Ratusan siswa, guru, dan undangan memadati lapangan sekolah pagi ini, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan diawali dengan pawai kreatif berbasis digital, di mana siswa memamerkan karya seni, kerajinan, dan inovasi teknologi yang terinspirasi tema “Sabu Saka” – simbol ketangguhan dan karya mandiri.

Kepala Sekolah SLB Negeri Pahlawan, Wawan Darsa S.Pd

Program 1 Bulan 1 Karya ini dirancang untuk membangkitkan potensi siswa sepanjang tahun, menjadikan disabilitas bukan hambatan, melainkan sumber inspirasi.

Kepala Sekolah SLB Negeri Pahlawan, Wawan Darsa S.Pd, membuka acara dengan penuh semangat. “Dies Natalis ke-39 ini bukan sekadar pesta, tapi momentum untuk membuktikan bahwa anak-anak kita mampu berkarya luar biasa melalui ‘Digi-SNEPA 2025’.

Gebyar Karya ‘Sabu Saka’ dan peresmian gedung baru ini akan jadi tonggak baru pendidikan inklusif di Indramayu,” ujar Wawan Darsa, saat peresmian gedung.

Gedung baru iini dilengkapi ruang kelas pintar, laboratorium digital, dan fasilitas ramah disabilitas. Peresmiannya ditandai pemotongan pita oleh Disdik kabupaten Indramayu Jawa Barat yang diwakili Ibu Sri Susriyawati S.Pd.

“Kami sangat bangga dengan inovasi SNEPA ini. Program ‘Sabu Saka’ (1 Bulan 1 Karya) menjadi contoh nyata pemberdayaan disabilitas yang patut ditiru sekolah lain di Jawa Barat.

Dengan gedung baru ini, kami yakin pendidikan anak berkebutuhan khusus di Indramayu akan semakin maju dan inklusif,” kata Sri Susriyawati penuh antusiasme.

Acara ditutup dengan pentas seni siswa yang memukau, menegaskan komitmen SNEPA dalam memberdayakan anak berkebutuhan khusus menuju masa depan cerah.**

Penulis : Uncu
Editor : LS

Berita lainnya