Kagetnews | Artikel – Setelah mengetahui Jumlah pada Keterangan (proposisi) dan mengetahui 4 (empat) bentuk (A,E,I,O) Keterangan Mengurai (categorical proposition), maka selanjutnya akan dijelaskan pertentengan antara bentuk (A E I O) dalam Keterangan Mengurai (categorical proposition).
Baca: Pertentangan Keterangan (Proposisi) Part I
Kita sering mendengar keterangan dalam percakapan antar pihak baik yang serius ataupun bergurau bahwa ada keterangan bersifat kontradiksi didalamnya, atau keterangan yang satu bertolak belakang dengan keterangan satunya. Kontradiksi adalah salah satu bentuk pertentangan, oleh karena hanya ada 4 (empat) bentuk Keterangan Mengurai (categorical proposition), maka pertentangan juga hanya memiliki 4 (empat) bentuk, berikut penjelasannya :
Pertentangan bentuk (A) dengan bentuk (E), yang disebut Kontrari.
Pertentangan bentuk ini (Kontrari) memiliki dua prinsip, yaitu :
Pertama : kedua Keterangan (bentuk A dengan bentuk E) tidak mungkin sama-sama bernilai Benar. Artinya pada dua keterangan hanya salah satunya yang bernilai Benar.
Contoh : (A). Setiap besi adalah logam. (Benar) (E). Setiap besi bukan logam. (Salah)
Kedua : Kedua Keterangan (bentuk A dengan bentuk E) bisa sama-sama bernilai Salah.
Artinya pada dua keterangan tersebut dua-duanya bernilai Salah.
Contoh : (A). Setiap logam adalah besi. (Salah) (proposisi tersebut jelas salah, karna emas, perak, platinum juga logam, tidak hanya besi)
(E). Setiap logam bukan besi. (Salah) (proposisi tersebut jelas salah, faktanya besi adalah salah satu jenis logam)
Pertentangan bentuk (I) dengan bentuk (O), yang disebut Subkontrari. Pertentangan bentuk ini (Subkontrari) memiliki dua prinsip, yaitu :
Pertama : kedua Keterangan (bentuk I dengan bentuk O) tidak mungkin sama-sama Salah. Artinya pada dua keterangan tersebut salah satunya bernilai Salah.
Contoh : (I). Sebagian besi adalah logam. (Benar) (jika 100% “ke-semua-an nya” besi adalah logam benar, maka “ke-sebagian-nya” logam pun adalah benar)
(O). Sebagian besi bukan logam. (Salah) (karena 100% “ke-semua-an nya” besi adalah logam, maka negasi terhadap “ke-sebagian-nya” adalah Salah)
Kedua : Kedua Keterangan (bentuk I dan bentuk O) bisa sama-sama bernilai Benar. Artinya pada dua keterangan bernilai benar kesemuanya.
Contoh : (I). Sebagian logam adalah besi. (Benar) (O). Sebagian logam bukan besi. (Benar)
Pertentangan bentuk (A) dengan bentuk (I) atau Pertentangan bentuk (E) dengan bentuk (O), yang disebut Subalternasi. Pertentangan bentuk ini (Subalternasi) memiliki tiga prinsip, yaitu :
Pertama : kedua keterangan (bentuk A dengan bentuk I atau bentuk E dengan bentuk O), salah satunya bisa benar dan salah satunya Salah.
Contoh : (A). Setiap logam adalah besi. (Salah) (I). Sebagian logam adalah besi. (Benar)
Contoh : (E). Setiap logam bukan besi. (Salah) (O). Sebagian logam bukan besi. (Benar)
Kedua : kedua Keterangan (bentuk A dengan bentuk I) bisa sama-sama bernilai Benar.
Contoh : (A). Setiap besi adalah logam. (Benar) (I). Sebagian besi adalah logam. (Benar)
Ketiga : kedua Keterangan (bentuk E dengan bentuk O) bisa sama-sama bernilai Salah.
Contoh : (E). Setiap besi bukan logam. (Salah) (O). Sebagian besi bukan logam. (salah)
Pertentangan bentuk (A) dengan bentuk (O) atau Pertentangan bentuk (E) dengan bentuk (I), yang disebut Kontradiksi. Pertentangan bentuk ini (Kontradiksi) hanya memiliki satu prinsip, yaitu :
Jika Salah satu dari dua Keterangan, bentuk (A) dengan bentuk (O) atau bentuk (E) dengan bentuk (I) bernilai Benar, maka salah satunya pasti bernilai Salah.
Contoh : (A). Setiap besi adalah logam. (Benar)(O). Sebagian besi bukan logam. (Salah)
Contoh : (E). Setiap logam bukan besi. (salah) (I). Sebagian logam adalah besi, (benar)
Bersambung selanjutnya akan membahas Categorical Syllogisme
Penulis : K-21





















