Pertentangan Keterangan (Proposisi) Part I

Ist.

Bagikan

Kagetnews | Artikel – Setelah membahas bentuk-bentuk Keterangan, maka yang tidak kalah penting adalah mengetahui Pertentangan dalam setiap Keterangan Mengurai (categorical proposition). Namun sebelum membahas Pertentangan Keterangan Mengurai, penting untuk mengetahui terlebih dahulu “jumlah” dari Subjek dan Predicate dalam setiap Keterangan Mengurai.

Dalam setiap Keterangan Mengurai (categorical proposition) Subjek (kata yang diterangkan) dan Predicate (kata yang menerangkan) senantiasa mengandung Jumlah, berikut penjelasannya :

Ada dua sifat (jumlah) pada Subjek dalam Keterangan Mengurai yaitu :  Universal dan Particular.

Universal : apabila Subjek dalam Keterangan Mengurai tertuju terhadap Keseluruhan (100%) pengertian yang melekat (diliputi) pada Subjek.

Contoh :

Setiap pegawai negeri sipil di Kabupaten Indramayu Rajin.

Artinya tidak ada satupun (100%) pegawai negeri sipil di Kabupaten Indramayu (subjek yang diterangkan) yang tidak rajin.

Kata yang menunjukan sifat Universal diantaranya adalah : Setiap, Seluruh, Semua, Segala, Segenap, dll sejenisnya.

Ada Subjek yang jumlahnya masuk kategori Universal meskipun tidak menggunakan Kata yang menunjukan sifat Universal yaitu : apabila Subjek dalam Keterangan Mengurai tertuju khusus melekat pada diri Subjek.

Contoh : 

Ir. Joko Widodo adalah Lulusan Universitas Gajah Mada.

Artinya karena Subjek (Ir. Joko Widodo) bersifat khusus maka keterangan tersebut bersifat Universal, karena tidak mungkin ada separo/sebagian/setengah Ir. Joko Widodo.

Particular : apabila Subjek dalam Keterangan Mengurai tertuju terhadap Sebagian (tidak 100%) pengertian yang melekat (diliputi) pada Subjek.

Contoh : 

Sebagian mahasiswa di Universitas Gajah Mada Pintar.

Artinya ada beberapa (tidak 100%) mahasiswa di Universitas Gajah Mada (subjek yang diterangkan) yang tidak Pintar.

Kata yang menunjukan sifat Particular diantaranya adalah : Sebagian, Separuh, Setengah, dan lain sejenisnya.

Ada Subjek yang jumlahnya masuk kategori Particular dikarenakan Keterangan tidak menggunakan Kata Setiap/Sebagian sehingga: apabila Subjek dalam Keterangan Mengurai tidak menjelaskan jumlah (Universal/Particular) pada diri Subjek, maka jumlah Subjek harus dianggap Particular.

Contoh 1 : Mahasiswa di Universitas Gajah Mada Bodoh.

Contoh 2 : Mahasiswa di Universitas Gajah Mada Pintar.

Artinya jumlah Subjek pada Keterangan tersebut harus dimaksudkan Sebagian Mahasiswa, bukan Keseluruhan Mahasiswa, karena jika jumlah Subjek dalam dua contoh tersebut dimaksudkan Keseluruhan Mahasiswa maka Keterangan tersebut bernilai tidak Valid. Akan tetapi jika jumlah Subjek dalam dua contoh tersebut dimaksudkan Sebagian, maka dua contoh Keterangan tersebut bernilai Valid.

Artikel sebelumnya: KATA Logi

Setelah memahami jumlah pada Subjek dalam Keterangan Mengurai, selanjutnya perlu diketahui empat bentuk Keterangan Mengurai  sebagai syarat untuk memahami jumlah pada Predicate dalam Keterangan Mengurai.

Hubungan antara Subjek dan Predicate dalam Keterangan Mengurai (categorical proposition) memiliki 4 (empat) bentuk dengan 4 (empat) symbol yaitu :

Universal – Affirmatif  = (A)

Universal – Negatif      = (E)

Particular – Affirmatif  = (I)

Particular – Negatif      = (O)

 

Berikut contoh – contohnya :

(A). Universal – Affirmatif : Setiap Pegawai Pemerintah Malas.

Pada contoh tersebut Subjek (Pegawai Pemerintah) bersifat Universal dan Predikat (malas) ditegaskan (affirmatif) pada Subjek.

(E). Universal – Negatif : Setiap perusahaan negara tidak Untung.

Pada contoh tersebut Subjek (Perusahaan Negara) bersifat Universal dan Predikat (untung) ditidak-an (negatif) dari Subjek.

(I). Particular – Affirmatif : Sebagian penegak hukum Sarjana.

Pada contoh tersebut Subjek (Penegak Hukum) bersifat Particular dan Predikat (sarjana) ditegaskan (affirmatif) pada Subjek.

(O). Particular – Negatif : Sebagian Dosen tidak Gondrong.

Pada contoh tersebut Subjek (Dosen) bersifat Particular dan Predikat (gondrong) ditidak-an (negatif) dari Subjek.

Ada dua sifat (jumlah) pada Predicate dalam Keterangan Mengurai yaitu :  Distributed (Universal) dan Undistributed (Particular).

Untuk menghitung jumlah yang terkandung pada Subjek dalam Keterangan sangatlah sederhana, kita hanya perlu mengetahui apakah Subjek dalam Keterangan dimaksudkan untuk Setiap atau dimaksudkan untuk Sebagian. Tetapi untuk menghitung jumlah yang terkandung pada Predicate dalam Keterangan tidak mudah karena Predicate dalam setiap Keterangan baik yang disampaikan melalui tulisan maupun lisan tidak pernah menggunakan Kata Setiap atau Sebagian.

Contoh :

(A). Setiap Pegawai Pemerintah Malas.

Subjek dalam Keterangan tersebut (Pegawai Pemerintah) bersifat Universal karena menggunakan kata Setiap, tetapi Predicate dalam Keterangan tersebut (Malas) tidak diketahui jumlahnya apakah Setiap ataukah Sebagian.

Oleh karena Predicate dalam Keterangan tidak pernah menggunakan kata Setiap atau Sebagian, maka untuk mengetahui jumlah Predicate dalam Keterangan berlaku 4 (empat) prinsip terhadap 4 (empat) bentuk ( A,E,I,O ) hubungan antara Subjek dan Predicate dalam Keterangan Mengurai (categorical proposition) untuk mengetahui nya.

Berikut penjelasan satu – persatu : 

Bentuk (A) : Universal – Affirmatif

Keterangan bentuk ini jumlah Subjek bersifat Setiap (Universal) / Keseluruhan dan jumlah Predicate bersifat Tak-Setiap (Particular) / bukan Keseluruhan. Artinya lingkungan pengertian Predicate lebih luas dari lingkungan Pengertian Subjek.

Contoh : 

Setiap Pegawai Pemerintah /adalah/ Malas.

Pada contoh tersebut jumlah Predicatae (malas) sudah pasti bersifat Sebagian (particular), karena yang malas (Predicate) tidak hanya meliputi Pegawai Pemerintah (subjek), tapi banyak diluar Pegawai Pemerintah yang juga malas.

Prinsip jumlah Subjek bersifat Universal dan jumlah Predicate bersifat Particular berlaku pada Setiap Keterangan Mengurai pada Bentuk (A).

Bentuk (E) : Universal – Negatif

Keterangan bentuk ini jumlah Subjek bersifat Setiap (Universal) / Keseluruhan dan jumlah Predicate juga bersifat Setiap (Universal) / Keseluruhan. Artinya lingkungan pengertian Predicate dan lingkungan Pengertian Subjek sama luasnya.

Contoh :

Setiap perusahaan negara /tidak/ Untung.

Pada contoh tersebut jumlah Predicatae (untung) sudah pasti bersifat Setiap (Universal), karena dapat disaksikan bahwa keseluruhan ke – Untung – an ditidak-an (100%) dari keseluruhan lingkungan perusahaan negara (100%).

Prinsip jumlah Subjek bersifat Universal dan jumlah Predicate bersifat Universal berlaku pada Setiap Keterangan Mengurai pada Bentuk (E).

Bentuk (I) : Particular – Affirmatif

Keterangan bentuk ini jumlah Subjek bersifat Sebagian (Particular) dan jumlah Predicate juga bersifat Sebagian (Particular). Artinya lingkungan pengertian Predicate dan lingkungan Pengertian sama-sama Particular.

Contoh : Sebagian penegak hukum Sarjana.

Pada contoh tersebut jumlah Predicatae (sarjana) sudah pasti bersifat Sebagian (particular), karena memang yang sarjana (Predicate) sebagiannya ada pada Penegak Hukum (subjek).

Prinsip jumlah Subjek bersifat Particular dan jumlah Predicate bersifat Particular berlaku pada Setiap Keterangan Mengurai pada Bentuk (I).

Bentuk (O) : Particular – Negatif

Keterangan bentuk ini jumlah Subjek bersifat Sebagian (Particular) dan jumlah Predicate bersifat Setiap (Universal). Artinya lingkungan pengertian Subjek lebih luas dari lingkungan Pengertian Predicate.

Contoh : Sebagian Dosen tidak Gondrong.

Pada contoh tersebut jumlah Predicatae (Gondrong) sudah pasti bersifat Setiap (Universal), karena dapat disaksikan bahwa keseluruhan ke – Gondrong – an ditidak-an (100%) kepada Sebagian lingkungan pengertian Dosen.

Prinsip jumlah Subjek bersifat Particular dan jumlah Predicate bersifat Universal berlaku pada Setiap Keterangan Mengurai pada Bentuk (O).

Penulis : K-21

Bersambung, artikel selanjutnya akan memabahas Pertentangan Keterangan (Part II)

Berita lainnya