Kagetnews | Cianjur – Semangat regenerasi dan estafet kepemimpinan kembali mewarnai perjalanan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STAI Al Azhary. Melalui forum tertinggi di tingkat komisariat, yakni Rapat Anggota Komisariat (RAK) ke-XVIII, organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia ini resmi meneguhkan Muhammad Hamdani sebagai Ketua Umum HMI Komisariat STAI Al Azhary Periode 2025–2026.
RAK ke-XVIII menjadi bukti nyata semangat kader HMI dalam menjaga tradisi intelektual, demokrasi, dan nilai perjuangan. Forum yang berlangsung penuh dinamika tersebut menghadirkan pertukaran gagasan, adu visi, serta perdebatan konstruktif yang mencerminkan kedewasaan kader dalam berorganisasi.
Terpilihnya Muhammad Hamdani membawa harapan baru bagi masa depan komisariat. Dengan mengusung tema besar “HMI Transformatif: Merawat Perkaderan, Menumbuhkan Peradaban”, ia berkomitmen menjadikan komisariat sebagai pusat pengkaderan yang adaptif, progresif, dan relevan dengan tantangan zaman.
“RAK ke-XVIII ini bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi tentang merumuskan arah perjuangan ke depan. Kepemimpinan yang lahir dari dinamika forum ini adalah hasil dari proses panjang dan refleksi kolektif seluruh kader,” ujar Hamdani dalam pidato perdananya. Minggu 28 September 2025.
Kepengurusan periode baru akan memfokuskan langkah pada penguatan perkaderan berbasis nilai, peningkatan kualitas intelektual kader, serta memperluas kontribusi nyata HMI di ruang sosial dan keumatan. Harapannya, HMI Komisariat STAI Al Azhary dapat terus menjadi kawah candradimuka yang melahirkan pemimpin visioner dan agen perubahan bagi bangsa.
Terpilihnya Muhammad Hamdani dalam RAK ke-XVIII menjadi bukti bahwa tradisi kaderisasi HMI tetap hidup dan relevan, sekaligus menguatkan peran HMI sebagai rumah besar perjuangan mahasiswa Islam dalam merawat nilai, ilmu, dan pengabdian.
Pewarta: Ali Malkan





















