Kagetnews | SBB – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap maraknya praktik pemalangan dan pengecoran jalan umum yang terjadi di tengah konflik sosial masyarakat.
Melalui pernyataan resminya, DPC GMNI SBB menegaskan bahwa jalan umum merupakan fasilitas publik yang tidak seharusnya menjadi korban dalam setiap bentuk perselisihan.
Dalam kondisi apapun, termasuk saat konflik sosial, jalan umum tidak boleh dijadikan alat tekanan. Tindakan semacam ini menghambat aktivitas warga, mengganggu pelayanan publik, dan dapat memperkeruh situasi yang sudah memanas
GMNI SBB juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda, untuk mengutamakan dialog sebagai jalan utama dalam menyelesaikan persoalan yang muncul. Mereka meminta agar setiap konflik diselesaikan dengan semangat kekeluargaan dan musyawarah.
Selain itu, GMNI meminta aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk bersikap tegas namun tetap humanis dalam menangani tindakan yang mengganggu kepentingan umum. Langkah-langkah persuasif yang mengedepankan pendekatan sosial dinilai penting agar tidak memicu ketegangan baru di tengah masyarakat.
Dengan semangat gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat SBB, kami percaya bahwa setiap konflik dapat diselesaikan secara damai tanpa harus mengorbankan fasilitas umum dan kepentingan bersama. ***
Pewarta: Adit
Editor: Taufid





















