Diduga Proyek U-Ditch & Rabat Beton di Desa Sarabau Asal Jadi, Pemukiman Warga Kebanjiran, Aparatur Desa Lempar Tanggung Jawab

Potret Rabat Beton & U-ditch di Desa Sarabau Blok Babadan RW 05, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, yang diduga tidak sesuai spesifikasi pengerjaan proyek, 20/11/2025. (Sumber gambar dari akun TikTok @literasi.co.id)

Bagikan

Kagetnews | Cirebon – Pelaksanaan proyek pemasangan U-ditch dan rabat beton di Desa Sarabau Blok Babadan RW 05, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon yang didanai dengan anggaran ratusan juta rupiah menuai sorotan dari warga. Proyek yang dikerjakan oleh CV Nasya Mas melalui program Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan itu diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Kamis, (20/11/25).

Keluhan muncul setelah hujan mengguyur wilayah desa setempat, saluran U-ditch yang belum lama dipasang tidak berfungsi maksimal. Dari pantauan, terlihat ketinggian pemasangan U-ditch lebih tinggi dari jalan beton, hal itu menyebabkan air limbah meluap dan genangan terjadi di atas rabat beton, bahkan masuk ke permukiman warga.

Potret rumah warga yang terkena banjir, yang disebabkan Rabat Beton yang lebih rendah dari U-ditch di Desa Sarabau Blok Babadan RW 05, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, 20/11/2025. (Sumber gambar dari tangkapan layar akun TikTok @literasi.co.id.

Informasi yang dihimpun sementara menyebut, kepala dusun setempat tidak dilibatkan dalam perencanaan maupun pengawasan. Pemerintah Desa Sarabau justru menunjuk kepala dusun lain tanpa alasan yang jelas. Langkah ini membuat proses komunikasi dan pengawasan teknis di tingkat dusun berjalan tidak optimal.

Akmad Dandon alias Elon selaku Kuwu setempat, ketika dikonfirmasi dirinya memberikan tanggapan yang cenderung defensif.

“Desa Sarabau hanya penerima manfaat,” ujarnya dengan singkat, Kamis (20/11/25).

Warga berharap pemerintah desa dan dinas segera turun melakukan pemeriksaan ulang. Mereka menilai perbaikan harus dilakukan secepatnya agar saluran berfungsi normal dan lingkungan tidak lagi tergenang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana dari CV Nasya Mas maupun Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian hasil pekerjaan.

Pewarta: Rinaldi
Editor: Taufid

Berita lainnya