Kagetnews | Indramayu – Suasana penuh semangat dan solidaritas menyelimuti Gedung Balai Wartawan Indramayu, Senin (2/2).
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu menggelar bakti sosial donor darah skala besar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-80. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian masyarakat, tapi juga simbol komitmen pewarta untuk berperan aktif di luar tugas jurnalistik.
Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 5 Februari setiap tahunnya, kali ini dirayakan lebih awal oleh PWI Indramayu melalui aksi nyata.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga sore, diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci sukses, melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indramayu sebagai penanggung jawab teknis.

Kodim 0616/Indramayu, Polres Indramayu, serta sejumlah organisasi masyarakat dan perusahaan swasta di wilayah pantura Jawa Barat ini.
Ketua PWI Indramayu, Dedi Musahi, membuka acara dengan sambutan penuh harap. “Di tengah tantangan era digital, peran pers tidak hanya menyuarakan kebenaran, tapi juga aksi sosial seperti ini.
Kami berkolaborasi erat dengan instansi terkait di Indramayu, Kodim 0616/Indramayu, Polres Indramayu, dan mitra lainnya. Donor darah ini penting untuk menjaga stok darah di rumah sakit lokal, terutama pasca-bencana banjir akhir tahun lalu yang menewaskan puluhan warga,” tegas Dedi Musahi di hadapan peserta.
Partisipasi Aktif TNI dan Polri Salah satu sorotan acara adalah kehadiran personel Brigib Yonif TP/839/SA yang turut mendonorkan darah secara massal.
Danton Letda Agie Firmawan, yang memimpin rombongan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PWI. “Sebagai aparat kewilayahan, kami merasa terpanggil untuk berpartisipasi. Ini bentuk simpati kami terhadap PWI dan masyarakat Indramayu.
Darah yang kami sumbang diharapkan bisa menyelamatkan nyawa, sekaligus mempererat hubungan TNI dengan wartawan,” ungkap Agie Firmawan usai mendonorkan darahnya.
Komandan Kodim 0616/Indramayu, Letkol ArmTulus Wibowo yang di wakili Danramil SindangKapten Saripudi juga hadir dan mendonorkan darah pertama. “Kegiatan seperti ini selaras dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Kami bangga berkolaborasi dengan PWI,” tambahnya singkat.
Proses Donor yang Ketat dan Manfaat NyataPetugas PMI memastikan proses donor berjalan aman dengan pemeriksaan kesehatan ketat: pengukuran tekanan darah, kadar hemoglobin, dan riwayat kesehatan.
Hanya donor usia 20-50 tahun dengan berat badan minimal 45 kg yang diizinkan.
Setiap kantong darah berukuran 350 ml mampu menyelamatkan hingga tiga nyawa.
Hingga pukul 12.00 WIB, sudah terkumpul lebih dari 100 kantong darah segar. Stok ini krusial mengingat Indramayu sering mengalami kekurangan darah akibat tingginya kasus kecelakaan lalu lintas di jalan pantura dan penyakit demam berdarah dengue (DBD) musiman. “Tahun lalu, kami kekurangan 20% stok darah.
Hari ini, target 200 kantong sangat realistis,” kata Kepala PMI Indramayu, Ade Mulya Sejati S.E seperti Peserta donor darah Media KagetNews Endri YZ (58) merasa bangga. “Saya donor untuk pertama kali.
Senang bisa bantu orang lain, apalagi di hari spesial pers nasional,” ceritanya sambil tersenyum.
Dampak Jangka Panjang dan Ajakan LanjutanKegiatan ini diharapkan menjadi tradisi tahunan PWI Indramayu. Dedi Musahi menambahkan, “HPN bukan hanya seremoni, tapi momentum untuk aksi sosial berkelanjutan.
Kami undang masyarakat terus donor darah secara rutin.Dengan semangat ‘Pers untuk Kemanusiaan’, PWI Indramayu membuktikan bahwa jurnalis tak hanya menulis berita, tapi juga menciptakan kisah heroik donor darah.*
Pewarta : Uncu
Editor : LS
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.






















