Kagetnews | Indramayu – Warga desa Rambatan Kulon mengeluhkan kondisi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mengalir ke rumah-rumah dalam keadaan keruh kecoklatan setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu keresahan karena air dinilai tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah warga menyebutkan, perubahan warna air terjadi sejak hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Air yang biasanya jernih mendadak berwarna coklat, berbau tanah, dan meninggalkan endapan saat ditampung.
“Airnya keruh seperti lumpur, tidak berani dipakai untuk masak atau minum. Bahkan untuk mandi pun ragu,” ujar Tasripin salah satu warga, Minggu (25/1/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan Rendi, mempertanyakan kualitas pengolahan air PDAM, terutama saat curah hujan meningkat yang kerap menyebabkan gangguan serupa berulang setiap tahun, ucapnya.
Warga menduga, hujan deras menyebabkan sumber air baku tercemar lumpur dan material sedimen, namun distribusi air tetap dilakukan tanpa pengolahan maksimal. Hal ini dinilai berpotensi membahayakan kesehatan jika terus digunakan.
“Kalau memang air tidak layak, seharusnya PDAM menghentikan distribusi sementara atau memberi pemberitahuan resmi ke pelanggan,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM terkait penyebab pasti air mengalir keruh kecoklatan serta langkah penanganan yang dilakukan.
Warga berharap PDAM segera melakukan normalisasi pengolahan air dan menyampaikan informasi secara terbuka kepada pelanggan.
Masyarakat juga meminta agar PDAM meningkatkan sistem pengolahan air, khususnya saat musim hujan, agar kualitas air tetap terjaga dan aman digunakan.
Pewarta : Uncu
Editor : LS
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.






















