Search
Beranda » Religi » Bilal bin Rabah, Siksaan dan Gangguan dari Kaum Quraisy sebelum Hijrah

Bilal bin Rabah, Siksaan dan Gangguan dari Kaum Quraisy sebelum Hijrah

  • taufid
  • July 14, 2023
  • 9:24 pm
  • Religi
  • taufid
  • 14/07/2023
  • 21:24
Gambar ilustrasi. (Sumber Pixabay)

Bagikan

Kagetnews | Religi – Dalam Kitab Rijalul Haular Rasul, Bilal bin Rabah digambarkan sebagai pria kulit hitam, kurus kerempeng, tinggi jangkung, berambut lebat, dan bercambang tipis, selalu menundukkan kepala dengan air mata mengalir membasahi pipinya, dan berkata, “Saya ini hanyalah seorang Habsyi, dan kemarin saya seorang budak belian.”

Bilal bin Rabah memiliki kisah haru ketika memutuskan memeluk Islam, tepat sebelum dimerdekakan oleh Abu Bakar dengan emas sekitar 285,73 gr. ( jika sekarang, harga emas berkisar Rp 1.080.000/gram. Maka, jumlah yang dibayar Abu Bakar untuk membebaskan Bilal adalah 285,73 x Rp. 1.080.000 = Rp 307.800.000,-

Bilal bin Rabah disiksa mati-matian oleh tuannya sampai seluruh tubuhnya dipenuhi dengan darah. Bilal pun disiksa di bawah teriknya sinar matahari. Meski demikian, siksaan-siksaan ini tidak menyulutkan keyakinannya untuk mengakui Allah sebagai Tuhan satu-satunya (Ahad) dan mengakui Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT.

Umayyah bin Khalaf pernah menyiksa dan membiarkannya di jemur di tengah gurun pasir selama beberapa hari. Di perut Bilal bin Rabah, diikat sebuah batu besar dan lehernya diikat dengan tali. Lalu, orang-orang kafir menyuruh anak-anak mereka untuk menyeretnya di antara perbukitan Mekkah.

Bilal bin Rabah selalu mengucapkan, “Ahad-Ahad.” Bilal menolak mengucapkan kata kufur (mengingkari Allah SWT). Abu Bakar membeli dan memerdekakannya, sementara Umar bin Khattab mengucap, “Abu Bakar adalah seorang pemimpin (sayyid) kami dan dia telah memerdekakan seorang pemimpin (sayyid) kami.”

Bilal bin Rabah adalah muazin pertama kepercayaan Rasulullah SAW. Ia mendapat julukan Muadzdzin Ar-Rasul. Sosok Bilal bin Rabah dikenal sebagai umat yang sangat mencintai Nabi Muhammad SAW. Bilal sangat jatuh cinta kepada Rasulullah SAW.

Bilal bin Rabah sebagai sosok sahabat yang mencintai Rasulullah lebih dari segala-galanya. Baginya mencintai baginda Nabi sama halnya mencintai Allah SWT. Begitu besar rasa cintanya kepada Rasulullah, dikisahkan Bilal bin Rabah terakhir melakukan azan tidak pernah tuntas hingga ajalnya datang sejak Rasulullah wafat.

Ada beberapa versi riwayat yang menyebutkan terakhir kalinya Bilal bin Rabah mengumandangkan suara azan. Ada yang menyebut beliau terakhir azan pada saat dimohon oleh Hasan dan Husain. Setelah beliau berziarah ke makam Rasulullah, dengan mata lebam beliau mendekati kedua cucu Nabi dan memeluknya erat-erat. “Aku merindukan Nabi,” katanya lirih.

Hasan dan Husain lalu berkata: “Wahai muazin Nabi, kami ingin engkau mengumandangkan azan sekali saja sesudah engkau lama tak azan semenjak Rasulullah wafat.” Atas permintaan cucu Rasulullah itu, Bilal bin Rabah terakhir mengumandangkan azan di Madinah.

Ada riwayat lain yang menyebutkan Bilal bin Rabah menyuarakan azan terakhir di kota Syam. Beliau tak dapat menolak permintaan khalifah Umar bin Khattab yang rindu mendengar suara dirinya setelah lama tak menggema semenjak Rasulullah wafat.

Semenjak Nabi Muhammad SAW wafat, Bilal bin Rabah tidak mau mengumandangkan azan lagi. Beliau pernah diminta khalifah Abu Bakar untuk menjalankan tugasnya sebagai muazin, namun ditolak. “Wahai Khalifah, apa karena engkau memerdekakan aku, lalu aku harus menjadi muazin-mu!” tanyanya kepada Abu Bakar.

Terakhir kali Bilal menyuarakan azan, baik menurut versi permintaan Hasan-Husain maupun versi permohonan Umar, beliau disebut terhenti dan tidak dilanjutkan sampai sekarang. Bilal bin Rabah terhenti menyuarakan azan pada saat melafalkan kalimat “asyahadu anna Muhammadar Rasulullah.”

Suara Bilal bin Rabah tersendat-sendat karena tak kuasa menahan isak tangis dan gejolak jiwanya yang sangat merindukan Nabi Muhammad. Beliau berkali-kali mencoba mengulang kalimat “asyahadu anna muhammad” tapi lagi-lagi suaranya hilang, tenggelam larut dalam aliran air mata rindu cintanya kepada Rasulullah SAW.

Seketika itu pula, sahabat-sahabat Rasul yang menyaksikan kumandang azan terakhir Bilal bin Rabah yang tidak berkelanjutan itu menangis seluruhnya. Tidak terkecuali Umar bin Khattab yang suara tangisannya meledak kencang. Tak pernah Umar bin Khattab menangis sekencang itu kecuali pada saat menyaksikan Bilal bin Rabah tak sanggup menyebut nama Muhammad dalam azannya.

____
Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Lintang Songo Yogya dengan kontak 0857 1645 8522. Serta berprofesi sebagai Dosen Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Annur Yogyakarta dan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO). Kemudia menjabat di A’wan Syuriah PWNU DIY.


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

  • Bilal bin Rabah, Religi
PrevSebelumnyaIman (Bagian 11) Malaikat Terlihat dengan Mata Telanjang & Tidak Pernah Bosan Menyembah Allah
TerbaruGara – gara memeluk Islam, Sekeluarga di Bantai sebelum Hijrah (Sumayyah Wanita Pertama Mati Syahid)Next
Desa
Tani
Nelayan
Desa

Potret Forkopimcam Balongan Hadiri Mapag Sri di Desa Sukareja. (ist)

Forkopimpcam Balongan Hadiri Acara Mapag Sri di Desa Sukareja, Semoga Petani Hasilkan Padi yang Melimpah

Potret Kantor Kuwu desa Sukasari Kecamatan Arahan. (ist)

Tiga Pamong Desa Sukasari Mengaku Siap Hadapi Kebijakan Penjabat Kuwu

Potret perangkat desa Sudimampir lor, Camat Balongan, Sekmat Balongan, UPTD Pertanian Indramayu, BPP Balongan, UPI Rencana, BBWS Cisanggarung KTNA Kecamatan Balongan, Kelompok tani saat ubinan di desa Sudimampir Lor. (ist)

Camat Balongan Dampingi BPP Balongan Lakukan Ubinan di Desa Sudimampir Lor

Potret Kuwu desa Sudimampir Lor, Ade Nanto bersama Kapolsek Balongan dalam Acara Mapag Sri tahun 2026. (ist)

Pemdes Sudimampir Lor Gelar Acara Mapag Sri, Ungkapan Rasa Syukur Bagi Para Petani

Potret Kegiatan perdana Tradisi Mapag Sri di era Kuwu Mukmin desa Rawadalem. (ist)

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemdes Rawadalem Gelar Mapag Sri Perdana

Tani

Potret papan informasi pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi tersier desa Rajasinga. (ist)

Petani Rajasinga Sambut Baik Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Photo Babinsa Kaweron Koramil 0808/16 Talun Serda Edi Prasetiyo, 19/10/2025 (Ist)

Wujud Kepedulian TNI Pada Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bantu Petani Tanam Padi

Ketahanan Pangan Jagung di Desa Bojong Kulon Terus Ditingkatkan

Serikat Tani Indramayu Demo Tuntut Fasilitas Penunjang Pertanian

Semua Camat ‘Ngantor’ di Pintu Air Nina Agustina: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Air

Nelayan

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim Blusukan Tinjau Langsung Pengerukan Pelabuhan Dadap, 23/10/2025 (Ist).

Lucky Hakim Blusukan, Percepat Pelabuhan Dadap Untuk Mengangkat Perikanan Indramayu

Kemeriahan Pesta Laut di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

SPBUN dan Asuransi Perikanan untuk Perlindungan Nelayan Kecil

Pasokan Ikan Aman, Menteri KKP Pantau Produksi di Indramayu

Longboat Berpenumpang 11 Orang Selamat Setelah Alami Kerusakan Mesin di Perairan Maluku Tenggara

Berita lainnya

Coffee dan Cafe Ajib Jabon, Tempat Nongkrong Paling Asyik dan Nyaman di Kampus Polindra

Sikap Elegan Ini Akan Membuat Hidup Lebih Tenang Saat Dijalani

Potret Forkopimcam Balongan Hadiri Mapag Sri di Desa Sukareja. (ist)

Forkopimpcam Balongan Hadiri Acara Mapag Sri di Desa Sukareja, Semoga Petani Hasilkan Padi yang Melimpah

Potret Rapat Paripurna DPRD Indramayu Bahas dua Raperda. (ist)

Rapat Paripurna DPRD Indramayu Bahas Pandangan Fraksi Terhadap Dua Raperda

PC PMII Kota Kupang Kecam Tindakan Represif & Abainya Pemerintah Daerah

Potret Market Day Tahunan TK Nampa Subaya desa Sudimampir Lor tanamkan edukatif lewat jiwa wirausaha. (ist)

TK Nampa Subaya Sudimampir Lor Tanamkan Jiwa Wirausaha Lewat Market Day Tahunan

Potret Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkulu Utara, Sutrino. (ist)

Kuasai Digital Dari Lagita, Semangat Baru Masyarakat Kawasan Transmigrasi Menembus Pasar Digital

Nikita Willy Ungkap Alasan Berhijab: Aku Ingin Jadi Contoh yang Baik untuk Anak

Potret aksi demo mahasiswa Topi Jerami di depan Gedung DPRD Indramayu. (ist)

Demo Mahasiswa Topi Jerami Berujung Ricuh, Massa Lempar Ular ke Arah Aparat

Potret pengangkutan sampah di TPS Tegalurung. (ist)

Kuwu Abdullah Dorong DLH Indramayu Cari Solusi Penanganan Sampah

WARTA

  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka
  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka

FEATURED

  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto
  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto

INTEREST

  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM
  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM

INFORMASI

  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK

Copyright © 2026 kagetnews.com - All Right Reserved

© 2026 Kagetnews.com. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

  • Warta
    • Warta Terkini
    • Warta Desa
    • Warta Tani
    • Warta Nelayan
    • Desa Dalam Angka
  • Featured
    • Inspirasi
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Foto
    • Apa Kata Pembaca
    • Aspirasi
  • Interest
    • Bencana
    • Budaya
    • Budidaya
    • Kesehatan
    • Sosial
    • Wisata
    • Icip-Icip
    • UMKM
  • Informasi
    • Jual Beli Rangkas
    • Beasiswa
    • Loker
    • Properti