Bentuk dan Umur Alam Semesta

Gambar ilustrasi.

Bagikan

Oleh: Dr. Suhaeli, M. Si.

Kagetnews | Ilmiah – Spekulasi bentuk Alam semesta terjawablah sudah dengan diumumkannya temuan yang dilakukan melalui Teleskop Huble, yang merupakan teleskop tercanggih saat ini milik Amerika Serikat, yang terletak pada ketinggian 326 mil (525 km) di atas permukaan Bumi. Menuru NASA alam semesta atau universe berbentuk datar tiga dimensi (datar 3D). Sebelumnya banyak pakar Astronomi dan Astrofisika yang menyakan tiga kemungkinan universe/alam, yaitu bulat seperti bola, melengkum mendekati seperti huruf U atau seperti pelana kuda sebagai tempat duduk, dan datar. Selain itu, juga dijelaskan bahwa ukuran alam tak terbatas, namun usianya terbatas.

Menurut NASA, “Kita sekarang tahu (per 2013) bahwa alam semesta itu datar dengan margin kesalahan hanya 0,4%. Hal ini menunjukkan bahwa alam semesta tidak terbatas luasnya; namun, karena alam semesta mempunyai umur yang terbatas, kita hanya dapat mengamati volume alam semesta yang terbatas. (We now know (as of 2013) that the universe is flat with only a 0.4% margin of error. This suggests that the Universe is infinite in extent; however, since the Universe has a finite age, we can only observe a finite volume of the Universe).”

Sumber/kutipan informasi https://wmap.gsfc.nasa.gov/universe/uni_shape.html#:~:text=We%20now%20know%20(as%20of,finite%20volume%20of%20the%20Universe

Alquran sebagai Kalamullah (كلام الله) atau Fiman Allah tidak menjelaskan secara eksplisit bentuk alam semesta,  namun secara tersirat mewartakan bahwa bentuknya “datar”. Di dalam surat Al Anbiya dijelaskan bahwa langit akan digulung seperti lembaran kertas yang berisi catatan. Selain itu, secara tersirat dinyatakan juga bahwa usia alam semesta terbatas, yang terkandung dalam kata “digulung”.

Fiman Allah dalam surat Alanbya: 104, “يوَْمَ نَطْوِى السَّمَاۤءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِۗ  كَمَا بَدَأْنَآ اَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيْدُهٗۗ وَعْدًا عَلَيْنَاۗ اِنَّا كُنَّا فٰعِلِيْنَ     (Ingatlah) hari ketika Kami menggulung langit seperti halnya gulungan lembaran-lembaran catatan. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Itu adalah) janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kami akan melaksanakannya).”

Mengapa dalam ayat di atas disebutkan “langit”, bukan alam semesta? Langit adalah ruang (3D) baik yang berisi benda-benda, seperti meteor, satelit, planet, bintang, galaksi, kluster (gugus galaksi), dll., yang berisi lapisan atmosfer, dan ruang hampa (kosong). Ruang hampa bisa berupa ruang antar benda-benda maupun ruang yang belum berisi apa pun sebagai tempat berkembang dan/atau meluasnya benda-benda langit.

Langit yang berisi benda-benda sebagaimana disebutkan di atas terus mengembang/meluas seperti yang dinyatakan dalam surat Adz-dzariyat, ayat 47, “dan langit itu kami bangun dengan “kekuasaan” kami dan sesungguhnya kami benar-benar “meluaskannya”.

Ekspansi langit dengan benda-benda yang berada di dalamnya pada suatu saat akan runtuh karena gaya gravitasi sebagai pengikat antar galaksi dan/atau antar kluster tidak mampu lagi mempertahankan daya ikatnya karena semakin jauhnya jarak antara benda langit, yakni galaksi dan/atau kluster.

Sampai saat ini belum bisa dipastikan penyebab meluasnya langit, namun diduga kuat (hipotesis) kekuatan pendorong (driving force) itu adalah “Energi Gelap”. Dalam perspektif teologi (Islam) energi gelap merupakan kekuatan misterius yang berasal dari kekuasaan Allah sebagaimana bunyi surat Adz-dzaryat, ayat 47. والله اعلم بالصواب

Berita lainnya