Oleh: KH. Heri Kuswanto
Kagetnews | Religi – Dalam Kitab An-Ni’matul Kubraa’alal Aalam riwayat Imam Shihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i menjelaskan bahwasanya saat kelahiran Nabi Muhammad SAW semakin dekat, Allah melimpahlah berbagai anugerah pada Aminah, ibunda Rasulullah, yakni;
1) Pada malam pertama
Sebelum 12 Rabiul Awwal Allah melimpahkan kedamaian dan ketentraman luar biasa pada Aminah. Belum pernah Aminah merasakan kesejukan hati seperti itu.
2) Pada malam kedua
Datang seruan berita gembira bahwa Aminah akan mendapat anugerah luar biasa dari Allah.
3) Pada malam ketiga
Ada seruan, “Wahai Aminah, sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi SAW yang agung dan mulia, Muhammad Rasulullah saw yang senantiasa memuji dan bersyukur pada Allah”.
4) Pada malam keempat
Aminah mendengar beragam tasbih dari malaikat secara nyata dan jelas.
5) Pada malam kelima
Aminah bermimpi bertemu Nabi Ibrahim AS.
6) Pada malam keenam
Aminah melihat cahaya putranya memenuhi alam semesta.
7) Pada malam ketujuh
Aminah melihat malaikat bergantian datang ke kediamannya sembari membawa kabar gembira.
8) Pada malam kedelapan
Aminah mendengar seruan yang mengumandangkan, “Bahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi SAW
9) Pada malam kesembilan
Allah mencurahkan rahmat belas kasih sayang pada Aminah. Sehingga, tak sedikit pun diliputi rasa sedih, susah, sakit.
10) Pada malam kesepuluh
Aminah melihat Thoif dan Mina ikut bergembira menyambut kelahiran Nabi Muhammad.
11) Pada malam kesebelas
Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi bersuka cita menyambut kelahiran putranya.
12) Di malam keduabelas
saat kelahiran Rasulullah, langit dalam keadaan cerah.
Muhammad menjadi yatim saat lahir. Sebab, ayahnya meninggal saat Rasulullah masih dalam kandungan atau tujuh bulan setelah menikah dengan Aminah.
Menurut Syekh Muhammad el-Khidhri Buck, Muhammad lahir di rumah pamannya, Abu Thalib. Aminah lahir dibantu ibu dari Abdur Rahman bin Auf. Kemudian, Aminah mengabarkan kelahiran putranya pada kakeknya, Abu Muthalib. Ayah mertuanya itu datang dan menggendong cucunya, lalu memberi nama Muhammad.
Nabi Muhammad diasuh Ibu susuan bernama Halimah Sadiyah hingga usia empat tahun. Kemudian, dia kembali pada pangkuan Aminah. Ketika Muhammad berusia enam tahun, Aminah meninggal karena sakit. Aminah dimakamkan di Desa Abwa, Jalan Makkah Madinah. Kemudian, Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abu Muthalib, pemimpin paling dihormati.
Saat Nabi saw berusia delapan tahun, kakeknya meninggal dunia. Kemudian, Nabi Muhammad SAW diasuh oleh paman dari pihak ayah, Abu Thalib yang menjaganya sampai dewasa, menikah dan menjadi rasul
____
Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Lintang Songo Yogya dengan kontak 0857 1645 8522. Serta berprofesi sebagai Dosen Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Annur Yogyakarta dan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO). Kemudia menjabat di A’wan Syuriah PWNU DIY.





















