Argo Cheribon Harus Bertransformasi menjadi Kereta Ramah Disabilitas 

Potret KA Argo Cheribo dari jauh. (Sumber: Wikipedia)

Bagikan

Oleh: Taufid Chaniago
Civitas Academika STAI Sayid Sabiq Indramayu

Kagetnews | Opini – Indonesia, dengan semangat inklusivitas yang semakin menguat, perlu mewujudkan transportasi publik yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Salah satu moda transportasi yang sering digunakan oleh masyarakat adalah kereta api, khususnya KA Argo Cheribon yang menjadi andalan bagi masyarakat Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Saya hampir setiap bulan melakukan berpergian dari stasiun Jatibarang menuju Gambir Jakarta menggunakan Kereta Api (KA) Argo Cheribon, sebagai salah satu kereta api jarak jauh yang populer.

Namun sangat disayangkan potensi besar dari KA Argo Cheribon tersebut, masih didapati kekurangan yang mesti diperbaiki kedepannya, yakni terbatasnya ruang atau fasilitas untuk penyandang disabilitas.

Seandainya saja, KA Argo Cheribon mau bertransformasi untuk lebih baik lagi, yakni menjadi contoh kereta api ramah disabilitas. Transformasi ini tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas, tetapi juga akan menunjukkan komitmen Kereta Api Indonesia Indonesia dalam membangun transportasi publik yang inklusif.

Mengapa KA Argo Cheribon Perlu Ramah Disabilitas?

Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengakses transportasi publik. Sayangnya, masih banyak kendala yang mereka hadapi saat ingin menggunakan kereta api, seperti sulitnya naik turun kereta, terbatasnya fasilitas toilet, dan kurangnya informasi yang berkaitan dengan fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas.

Dengan menjadikan KA Argo Cheribon sebagai kereta ramah disabilitas, kita dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan inklusi sosial. Selain itu, transformasi ini juga akan memberikan dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah yang dilalui oleh kereta api tersebut.

Langkah Nyata Transformasi

Untuk mewujudkan transformasi KA Argo Cheribon menjadi kereta ramah disabilitas, ada beberapa langkah perlu dilakukan, antara lain:

• Pemasangan ramps pada pintu masuk dan keluar kereta akan memudahkan penyandang disabilitas kursi roda untuk naik dan turun kereta.

•Penyesuaian toilet di dalam kereta perlu dilengkapi dengan pegangan tangan yang kokoh, ruang yang cukup luas, dan fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas.

• Penyediaan kursi prioritas yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas akan memberikan kenyamanan selama perjalanan.

• Peningkatan pencahayaan yang cukup di dalam kereta akan memudahkan penyandang disabilitas netra untuk bergerak.

• Informasi ramah disabilitas dengan penyediaan informasi dalam bentuk braille, audio, atau visual yang mudah dipahami oleh penyandang disabilitas.

• SDM petugas kereta yang terlatih sehingga petugas kereta memahami tata cara membantu penyandang disabilitas akan meningkatkan kualitas pelayanan.

•Kerjasama dengan organisasi penyandang disabilitas akan memberikan masukan yang berharga dalam proses transformasi dan edukasi di masyarakat.

Manfaat Transformasi

Transformasi KA Argo Cheribon menjadi kereta ramah disabilitas akan memberikan banyak manfaat, antara lain:

1. Meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas, yakni penyandang disabilitas dapat lebih mudah bepergian dan beraktivitas.

2. Mendorong pariwisata inklusif, karena destinasi wisata dapat dengan mudah diakses oleh penyandang disabilitas akan semakin menarik minat wisatawan.

3. Meningkatkan citra Indonesia, karena Indonesia akan semakin dikenal sebagai negara yang inklusif dan ramah terhadap penyandang disabilitas.

4. Menginspirasi moda lainnya, tentunya transformasi KA Argo Cheribon dapat menjadi contoh bagi moda lain untuk melakukan hal yang sama.

5. Menarik keuntungan lebih, hal ini pasti akan menjadi daya tarik individu maupun komunitas disabilitas yang berencana melakukan kunjungan maupun kunjungan ke luar kota.

Tantangan dan Solusi

Tentu saja, dalam proses transformasi ini akan ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya kesadaran masyarakat, dan kurangnya tenaga ahli. Namun, dengan perencanaan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, tantangan-tantangan tersebut pasti dapat diatasi.

Kesimpulan

Transformasi KA Argo Cheribon menjadi kereta ramah disabilitas adalah langkah penting dalam mewujudkan transportasi publik yang inklusif di Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah, operator kereta api, dan masyarakat, transformasi ini dapat segera terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Mari bersama-sama mendorong pemerintah dan operator kereta api untuk segera mewujudkan transformasi KA Argo Cheribon menjadi kereta ramah disabilitas. Pihak KA jangan hanya mencari selisih keuntungan saja dari penjualan tiket tapi harus juga memikirkan fasilitas yang laik bagi penyandang disabilitas.

Kita dapat memulai dengan memberikan masukan dan dukungan kepada pihak-pihak terkait. Selain itu, kita juga dapat menyebarkan informasi mengenai pentingnya transportasi publik yang inklusif kepada masyarakat luas.

Mari wujudkan Indonesia yang inklusif dan ramah bagi semua!

Berita lainnya