Search
Beranda » Opini » Pemimpin Produk Media Massa & Survei?

Pemimpin Produk Media Massa & Survei?

  • November 3, 2023
  • 10:49 pm
  • Opini
  • 03/11/2023
  • 22:49
Gambar ilustrasi. (Sumber : PxHere)

Bagikan

Oleh: Hasbi Indra

Kagetnews | Opini – Penulis mencoba menjelaskan hal itu dari hasil analisis apa yang terjadi paling tidak dua dekade ini yang bila disebut hasilnya menggambarkan bangsa ini berada di kolam kebodohan kolektif yang bisa dicitrakan seperti itu. Bila itu benar penulis juga bagian dari yang dicitrakan semacam itu, apa boleh buat ikut menanggungnya dan tak mengapa asal menjadi kesadaran bersama. Minimal tulisan ini bentuk mengingatkan bagi bangsa yang sudah berbudaya pendidikan, sebaiknya bukan  berbudaya koruptif dan bukan budaya menyakiti diri sendiri sebagai manusia di bangsa ini.

Bangsa yang tampak tak bisa mengolah SDA yang dimiliki sehingga  tak bisa memaksimalkan kekayaanya untuk rakyat. Selama merdeka di 78 tahun ini bangsa juga merasakan kegagalan SDM yang dimiliki dengan jutaan kaum sarjana yang terkesan tak bisa mengolah ekonominya, melaksanakan hukum dengan rasa keadilan yang dirasakan rakyat dan pelaksanaan demokrasi yang belum menunjukkan bangsa yang demokratis yang rakyatnya masih merasakan ketakutan menyatakan suaranya.

Rakyat tak layak menyaksikan  seperti itu yang tercitra di kolam yang naif. Tapi kebodohan di negeri ini menjadi korban dari sikap manusia materialistik dan tipisnya patriotisme anak bangsa dan tipisnya kemanusiaan. Bagi rakyat awam yang dilanda cap itu mungkin itu bisa jadi. Tapi bagi mereka yang terdidik tinggi yang jumlahnya  jutaan tak cukup layak disebut seperti itu. Itu kata yang sangat  pahit yang diharapkan bisa menggerakkan karena di tangan mereka sebenarnya wajah bangsa dan nasib rakyat.

Di tengah mereka yang punya kepentingan materialistik sehingga tak berfikir sehat tentang layaknya bangsa dan nasib rakyat serta citarasa sang pemimpin bangsa tak mengapa berada dicitarasa mereka yang sedang menguasai aset ekonomi bangsa ini.

Menganalisis siapa yang sedang mengendalikan negeri ini, tak mungkin kaum polisi atau militer tak mungkin politisi, intelektual kampus yang sangat mungkin adalah penguasa uang yang menguasai aset ekonomi bangsa atau rakyat. Inilah yang seharusnya mudah dipahami oleh manusia terdidik tinggi di birokrasi, parlemen di partai ormas, kampus yang lebih tajam melihatnya dan menjadi sikap yang tak berharap wajah bangsa buruk dan nasib rakyatnya yang puluhan juta nestapa serta penyakit lainnya.

Sang pemilik uang atau penguasa uang sedang mengendalikan umumnya media massa dan lembaga survei sejak dulu namun semakin terasa di dua dekade ini. Apa yang terjadi dengan kepemimpinan saat ini yang menghasilkan wajah bangsa yang berhutang di angka 7800 triliun, 50O triliun wajib berhutang setiap tahun membayar bunganya, bangsa yang korup ada di angka puluhan triliun di Asabri dan Jiwasraya dan ada pula di angka 349 triliun, kesenjangan ekonomi orang kaya miskin bak bumi dengan langit, kaum miskin dan menganggur ada di angka puluhan juta, penyakit hukum dan demokrasi yang turun indeksnya

Begitu massal riuhnya media massa yang masih hidup saat ini begitu pula angka dari lembaga survei yang mendukung sang pemimpin yang bercitarasa dinasti. Termasuk kaum intelektual, budayawan ikut terpengaruh apakah yang masih hidup atau sudah wafat, yang masih hidup menunjukkan penyesalannya tiada terkira tapi nasi telah menjadi bubur.

Hasil yang dirasakan dari sang pemimpin atas  kerja sebagian media massa begitu pula lembaga survei yang kini tengah memainkan peran yang sama. Baiknya hal itu menjadi pelajaran apa yang tengah menjadi idola umumnya media massa dan lembaga survei patut di ingat dan jangan lagi terpengaruh gendang yang mereka tabuh untuk menampilkan sang pemimpin yang hasilnya  tak patut dicatat dalam perjalanan sejarah bangsa.

Keluar dari kerangkeng hipnotis mereka baiknya direspons dengan kecerdasan dan apa yang mereka tawarkan bukanlah pemimpin yang ideal yang sangat dibutuhkan bangsa tapi pemimpin ala penguasa uang yang menggerakkannya.

Keluar dari jebakan, mereka tak memilih pemimpin yang sebagian besar media massa menampilkan dan umumnya lembaga survei yang memberi angka tinggi dari hasil survei pesanan itu. Survei yang menggerakkan manusia yang butuh uang untuk kehidupan keluarga dan anaknya ada sementara polling hasil teknologi tak bisa manusia mendesainnya. Baiknya manusia cerdas mempercayai polling ketimbang survei yang kini umumnya berada di dua mazhab yang telah menampilkan angkanya dari hasil  kucuran uang pemesannya

Bangsa harus lepas dari kolam kebodohan itu. Bangsa ini bangsa cerdas sehingga bisa melepaskan diri dari penjajahan, pendiri bangsa cerdas merumuskan konstitusi negara dan era berikutnya siapa yang tak kenal sosok Habibie, Wijoyo Nitisastro, Emil Salim, Mochtar Kuseumatmadja dan  lainnya yang memang layak memimpin negeri ini dengan kecerdasan dan kualitasnya.

Kolam kecerdasan dipanggil kembali menggerakkan pemimpin kampus, kaum sarjana, doktor dan professor, ulama, kyai biksu pastur, pendeta yang tak layak lagi menikmati kebodohan ini. Kolam kebodohan harus mengalami perubahan ke kolam kecerdasan begitu pula citarasa sang pemimpinnya bukan memilih yang kaleng-kaleng yang tak memiliki prestasi dan juga tak bisa membanggakan bangsa di dunia internasional. Bangsa ini sudah merdeka mendekati satu abad kolam kecerdasan memiliki pemimpin yang cerdas dan itu sudah di depan mata.

Bangsa yang diharapkan menjadi negeri yang bukan mimpi meraih cita konstitusinya itulah dulu perlu merdeka yakni terwujudnya keadilan, kesetaraan dan kemakmuran rakyat. Tidak memerlukan pemimpin yang meminta tahta dengan cara pencitraan murah yang semua orang bisa melakukan berlari sambil menebar uang ke orang miskin dan pencitraan lainnya dan andalkan angka survei yang tinggi  atau yang berharap kepada sosok yang bisa melakukan abuse of powers melakukan cawe-cawe dan juga andalkan survey tinggi

Tapi pemimpin yang dikehendaki rakyat tanpa ia meminta tahta, ia hanya menampilkan prestasi kerja karenanya ia di bully oleh buzzer berbayar dan tokoh partai tertentu dan ada bentuk penjegalan dan ia yang tak disukai oleh kaum istana karena bercita perubahan, Ia tidak andalkan angka survey yang tinggi ia andalkan massa jutaan yang menyambutnya di berbagai tempat, sosok yang akan membawa kolam ke kecerdasan bangsa. Ini layaknya yang dipilih rakyat agar bangsa ini lepas dari citra kolam ketakcerdasan kolektif bangsa. Silahkan bila cukup berkenan menyebarkan gagasan ini. ***

Bogor November 2023.
Penulis adalah seorang Dosen dari UIKA Bogor.


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

  • 2024, Buzzer, Media Masa, Pencitraan, Politik
PrevSebelumnyaIllegal Logging di Kalimantan Tengah oleh PT CSS, Hartanto Boechori: Tegakkan Hukum!
TerbaruMenimbang Urgensi Aplikasi “Talenta Ayu” dalam Meningkatkan Literasi Digital di IndramayuNext
Desa
Tani
Nelayan
Desa

Potret Juru tulis desa Pawidean, Taufik Kurohman. (ist)

Desa Pawidean Gelar Tradisi Mapag Sri: Dimulai Sunatan Massal, Doa Bersama dan Dimeriahkan Wayang Kulit

Potret Forkopimcam Balongan Hadiri Mapag Sri di Desa Sukareja. (ist)

Forkopimpcam Balongan Hadiri Acara Mapag Sri di Desa Sukareja, Semoga Petani Hasilkan Padi yang Melimpah

Potret Kantor Kuwu desa Sukasari Kecamatan Arahan. (ist)

Tiga Pamong Desa Sukasari Mengaku Siap Hadapi Kebijakan Penjabat Kuwu

Potret perangkat desa Sudimampir lor, Camat Balongan, Sekmat Balongan, UPTD Pertanian Indramayu, BPP Balongan, UPI Rencana, BBWS Cisanggarung KTNA Kecamatan Balongan, Kelompok tani saat ubinan di desa Sudimampir Lor. (ist)

Camat Balongan Dampingi BPP Balongan Lakukan Ubinan di Desa Sudimampir Lor

Potret Kuwu desa Sudimampir Lor, Ade Nanto bersama Kapolsek Balongan dalam Acara Mapag Sri tahun 2026. (ist)

Pemdes Sudimampir Lor Gelar Acara Mapag Sri, Ungkapan Rasa Syukur Bagi Para Petani

Tani

Potret papan informasi pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi tersier desa Rajasinga. (ist)

Petani Rajasinga Sambut Baik Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Photo Babinsa Kaweron Koramil 0808/16 Talun Serda Edi Prasetiyo, 19/10/2025 (Ist)

Wujud Kepedulian TNI Pada Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bantu Petani Tanam Padi

Ketahanan Pangan Jagung di Desa Bojong Kulon Terus Ditingkatkan

Serikat Tani Indramayu Demo Tuntut Fasilitas Penunjang Pertanian

Semua Camat ‘Ngantor’ di Pintu Air Nina Agustina: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Air

Nelayan

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim Blusukan Tinjau Langsung Pengerukan Pelabuhan Dadap, 23/10/2025 (Ist).

Lucky Hakim Blusukan, Percepat Pelabuhan Dadap Untuk Mengangkat Perikanan Indramayu

Kemeriahan Pesta Laut di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

SPBUN dan Asuransi Perikanan untuk Perlindungan Nelayan Kecil

Pasokan Ikan Aman, Menteri KKP Pantau Produksi di Indramayu

Longboat Berpenumpang 11 Orang Selamat Setelah Alami Kerusakan Mesin di Perairan Maluku Tenggara

Berita lainnya

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim. (ist)

Tak Berhenti di 2026, Lucky Hakim Tegaskan Pembangunan Jalan Berlanjut hingga 2027

Potret Hashim Djojohadikusumo, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi. (ist)

H. Mulyadi: Kehadiran Hashim Djojohadikusumo Jadi Penyemangat Petani Kedelai Indramayu

Potret persiapan rekontruksi ruas jalan Terisi - Tugu kecamatan Terisi. (ist)

DPUPR Indramayu Komitmen Benahi Jalan Terisi–Tugu demi Kelancaran Mobilitas Warga

Potret pengurus Ikatan Remaja Masjid (IKRAMA) Al Mujahirin Desa Sukamulya silaturahmi ke kediaman H. Mulyadi, SE. (ist)

Dorong Peran Generasi Muda, H. Mulyadi Beri Apresiasi untuk Pemuda IKRAMA Al Muhajirin

Potret ribuan peserta meriahkan color run ke-5 di Swiss Bellinn. (ist)

Ribuan Peserta Meriahkan Color Run Ke-5 Swiss-Belinn Indramayu

Potret salah satu pansus menyerahkan laporan kepada Ketua DPRD Indramayu. (ist)

DPRD Indramayu Gelar Rapat Paripurna, Matangkan Tiga Raperda Srategis Daerah

Potret Responsifitas Cepat' Kodim Indramayu bersama Karang Taruna desa Karangkerta Pembangunan KDMP. (ist)

Responsifitas Cepat Kodim Indramayu Diapresiasi Karang Taruna Desa Karangkerta

Logika Hukum Sapi Kurban dengan APBN dalam Perspektif Perlindungan Konsumen

Potret Kuasa hukum terdakwa Toni RM angkat bicara soal saksi dan CCTV. (ist)

Lima Saksi dan Rekaman CCTV Jadi Bukti Kunci, Kuasa Hukum Terdakwa Angkat Bicara

Potret rekonstruksi Jalan SP Sudikampiran – Gadingan di Kecamatan Sliyeg. (ist)

Pemkab Indramayu Genjot Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

WARTA

  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka
  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka

FEATURED

  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto
  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto

INTEREST

  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM
  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM

INFORMASI

  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK

Copyright © 2026 kagetnews.com - All Right Reserved

© 2026 Kagetnews.com. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

  • Warta
    • Warta Terkini
    • Warta Desa
    • Warta Tani
    • Warta Nelayan
    • Desa Dalam Angka
  • Featured
    • Inspirasi
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Foto
    • Apa Kata Pembaca
    • Aspirasi
  • Interest
    • Bencana
    • Budaya
    • Budidaya
    • Kesehatan
    • Sosial
    • Wisata
    • Icip-Icip
    • UMKM
  • Informasi
    • Jual Beli Rangkas
    • Beasiswa
    • Loker
    • Properti