Search
Beranda » Opini » Kemiskinan Partai Saat Pemilu

Kemiskinan Partai Saat Pemilu

  • taufid
  • June 18, 2023
  • 5:31 pm
  • Opini
  • taufid
  • 18/06/2023
  • 17:31
Gambar ilustrasi.

Bagikan

Oleh Hasbi indra

Kagetnews | PARTAI miskin bisa membuat bangsa semakin miskin, atau partai merasa miskin tak ada lagi idealisme di awal pendiriannya yang seolah masih berjuang untuk orang miskin?

Fenomena tahun politik menjelang Pemilu ada partai besar yang dibesarkan oleh suara orang miskin di awal bulan Juni 2023 ini kembali ingin memberi mimpi menghapus kemiskinan?

Menikmati kondisi yang ironis bangsa saat ini. Setelah menawarkan wajah dari sosok yang miskin dan berlangsung tahunan ini. Wajah bangsa dari yang kini berhutang di angka 7800 (klik google hutang pemerintah tahun 2023) dan angka orang miskin ukuran Bank Dunia di angka 110 juta (Abdul Kohar, Media Indonesia 13 Mei 2023, h.2).Kini, ada partai menawarkan kembali kepedulian tentang kemiskinan sebagai jualan yang kembali ditawarkan. Tahun politik terasa tahun kamuflase menjual mimpi yang terus menerus diimpikan mereka.

Baiknya di negeri ini ada partai yang lambangnya kumpulan manusia yang kurus kering dan manusia berdiri di pinggir jalan meminta untuk sesuap nasi bukan lambang yang lain dan itu harga mati.

Kemiskinan menjiwai politik. Ketika partai politik yang berdiri dan besar ada yang menyebut diri mereka rumah wong cilik dari cita hanya menjadi jargon atau slogan. Ini cukup menghipnotis kesetiaan orang miskin puluhan tahun dan masih juga nasib mereka dalam puluhan juta dan bahkan masih bagian jargon dan masih berharap suara orang miskin untuk memilih mereka.

Jiwa politik yang menjadi prinsip ada di partai ingin mengeruk dukungan di tengah rakyat yang cepat pelupa maka jualan kemiskinan tetap laku. Kemiskinan telah mendera jiwa manusia partai yang melihat rakyat dengan ukuran amplop setiap pemilu dan sudah merasa menjadi gerakan memerdekakan rakyat.

Bangsa yang tak beruntung hanya ada jargon dan slogan berupa merdeka padahal merdeka sudah hampir satu abad masih saja ada pekikan kemerdekaan. Merdeka pekikan itu mungkin maksud awal dari penciptanya merdeka, merdeka, merdeka dari kemiskinan karena bangsa ini hanya tinggal mengisinya.

Kemiskinan telah menjadi gagasan Karel Marx dulu untuk pembebasan manusia. Dari dulu berbicara buruh tak ada yang kaya raya mereka hidup miskin atau menghampiri kemiskinan. Bila ada anggota partai yang mencitakan hal itu maka itulah cita Karel Marx, citarasa Karel Marx bukanlah manusia memiskin manusia dari spiritualitas atau bahkan anti Tuhan.

Semangat itu yang telah membawa konflik mereka yang disebut kapitalis dan sosialis yang dicatat dalam sejarah dunia dan korban manusia dalam jumlah jutaan. Semangat yang memunculkan konflik dari kaum sosialistik itu, di era kini bukan semangat mengangkat senjata tapi semangat untuk memerangi kemiskinan itu sendiri. Untuk soal ini mereka bisa menggunakan istilah jihad yang bermakna sungguh-sungguh mengatasi kemiskinan suatu bangsa.

Bila peristiwa masa lalu dapat diambil pelajaran suatu bangsa lalu ada partai yang mengambil semangat itu, apapun dasarnya apakah itu dasar kemanusiaan yang mendasarinya tak cukup hanya slogan atau mimpi, itu artinya pengkhianatan terhadap kemanusiaan yang harus dihindari oleh partai yang diisi oleh manusia yang mengaku modern saat ini.

Partai yang kini diisi oleh manusia borjuis yang fungsionaris dan yang bergelimang kemewahan rumah besar serta mewah uang di bank yang dilihat wong cilik sangat menyilaukan dan sulit untuk melihat mereka yang berjasa membesarkan partainya yang kini hanya jargon dan baru diingat ketika pemilu di depan mata. Mereka nasibnya memang hanya menjadi pelengkap penderita hanya kesadaran bekecerdasan yang menolong dirinya untuk tak menjadi manusia yang dieksploitasi selamanya.

Dasar kemanusiaan memang ringkih atau rapuh karena manusia cenderung cinta pada dirinya lebih besar daripada ke manusia lainnya, apalagi bila manusia terus merasa lapar tak ada rasa kemanusian yang ada dibenak dan fikirannya. Inilah yang mungkin terus berlangsung di suatu bangsa cita kemanusiaan berupa slogan kemiskinan hanya slogan belaka.

Jualan kemiskinan akan terus terulang dan kemiskinan nanti menjadi lingkaran setan mustahil di atasi di tengah bangsa yang hutangnya kini mendekati angka 8000 triliun dan manusia miskin yang jumlahnya di angka 110 juta, jualan pemilu yang masih terus digaungkan?

Penulis adalah seorang akademisi di UIKA Bogor.


Apresiasi Spesial

Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.

5rb
20rb
50rb
×

Scan QRIS Berita Super

Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.

  • Hasbi Indra, Opini, Partai Miskin, Politik
PrevSebelumnyaPemilu dan Manusia Pensurvei
TerbaruPanji, Kesejukan Beragama, & KontroversiNext
Desa
Tani
Nelayan
Desa

Potret Kuwu desa Sudimampir Lor, Ade Nanto bersama Kapolsek Balongan dalam Acara Mapag Sri tahun 2026. (ist)

Pemdes Sudimampir Lor Gelar Acara Mapag Sri, Ungkapan Rasa Syukur Bagi Para Petani

Potret Kegiatan perdana Tradisi Mapag Sri di era Kuwu Mukmin desa Rawadalem. (ist)

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemdes Rawadalem Gelar Mapag Sri Perdana

Potret Pemdes Legok saat acara persiapan adat Mapag Tamba warisan leluhur. (ist)

Pemdes Legok Gelar Ritual Adat Mapag Tamba, Simbol Harapan dan Keselamatan Warga

Potret Ogoh-ogoh Dewi Shinta Karnaval Krasak Sahitya Raksa ke-52 di desa Krasak. (ist)

Ribuan Warga Tumpah Ruah Sambut Karnaval Krasak Sahitya Raksa Ke-52

Potret sekdes Daiyah (ketiga dari kiri), Kuwu Lelea, H. Sunarta (kiri), Bupati Lucky Hakim (kedua dari kanan), Camat Lelea, Atang Suwandi (kanan). (ist)

Sekdes Daiyah Raih Penghargaan Atas Dedikasi dan Kepedulian Dari Bupati Indramayu

Tani

Potret papan informasi pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi tersier desa Rajasinga. (ist)

Petani Rajasinga Sambut Baik Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Photo Babinsa Kaweron Koramil 0808/16 Talun Serda Edi Prasetiyo, 19/10/2025 (Ist)

Wujud Kepedulian TNI Pada Ketahanan Pangan, Babinsa Kaweron Bantu Petani Tanam Padi

Ketahanan Pangan Jagung di Desa Bojong Kulon Terus Ditingkatkan

Serikat Tani Indramayu Demo Tuntut Fasilitas Penunjang Pertanian

Semua Camat ‘Ngantor’ di Pintu Air Nina Agustina: Tindak Tegas Jika Ada Mafia Air

Nelayan

Potret Bupati Indramayu, Lucky Hakim Blusukan Tinjau Langsung Pengerukan Pelabuhan Dadap, 23/10/2025 (Ist).

Lucky Hakim Blusukan, Percepat Pelabuhan Dadap Untuk Mengangkat Perikanan Indramayu

Kemeriahan Pesta Laut di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

SPBUN dan Asuransi Perikanan untuk Perlindungan Nelayan Kecil

Pasokan Ikan Aman, Menteri KKP Pantau Produksi di Indramayu

Longboat Berpenumpang 11 Orang Selamat Setelah Alami Kerusakan Mesin di Perairan Maluku Tenggara

Berita lainnya

Potret

Dewan Pers Dorong Ketegasan Perlindungan Karya Jurnalistik Dalam RUU Hak Cipta

Potret Direktur LPK IndraWijaya, Andri. (ist)

Gaji hingga Rp20 Jutaan! LPK IndraWijaya Buka Jalan Kerja ke Jepang

Pengelola Pasar Cikedung Bantah Kuasai Aset Desa, Sebut Miliki Izin Hingga 2034

Potret Kuwu desa Sudimampir Lor, Ade Nanto bersama Kapolsek Balongan dalam Acara Mapag Sri tahun 2026. (ist)

Pemdes Sudimampir Lor Gelar Acara Mapag Sri, Ungkapan Rasa Syukur Bagi Para Petani

Potret salah seorang warga yang sedang membeli paket sembako di pasar murah di halaman kantor kecamatan Balongan. (ist)

Wujud Kepedulian, Pertamina Persero Gelar Pasar Murah Bantu Masyarakat Balongan

Potret penyerahan sertipikat wakaf oleh Menteri ATR/BPN, KH. Nusron Wahid, S.S., M.Si kepada pengurus PCNU Indramayu. (ist)

Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Wakaf PCNU Indramayu dalam Rangkaian Halal Bihalal

Potret Kuasa hukum keluarga korban, Hery Reang. (ist)

Kesaksian Evan Perkuat Pembuktian JPU dalam Sidang Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu

Potret Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Indramayu. (ist)

Muscab PKB Indramayu Digelar, Cak Imin Tekankan Perkuat Organisasi dan Layani Rakyat

Potret papan informasi pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi tersier desa Rajasinga. (ist)

Petani Rajasinga Sambut Baik Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Potret Zulmansyah Sekedang, Sekretaris Jendral Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (ist)

PWI Berduka, Sekjen Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

WARTA

  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka
  • Warta Terkini
  • Warta Desa
  • Warta Tani
  • Warta Nelayan
  • Desa Dalam Angka

FEATURED

  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto
  • Inspirasi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Foto

INTEREST

  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM
  • Budaya
  • Budidaya
  • Bencana
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Sosial
  • Wisata
  • Icip-Icip
  • UMKM

INFORMASI

  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • Beasiswa
  • Loker
  • Jual Beli Rangkas
  • Properti
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK
  • TENTANG KAMI
  • KONTAK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK

Copyright © 2026 kagetnews.com - All Right Reserved

© 2026 Kagetnews.com. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

  • Warta
    • Warta Terkini
    • Warta Desa
    • Warta Tani
    • Warta Nelayan
    • Desa Dalam Angka
  • Featured
    • Inspirasi
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Foto
    • Apa Kata Pembaca
    • Aspirasi
  • Interest
    • Bencana
    • Budaya
    • Budidaya
    • Kesehatan
    • Sosial
    • Wisata
    • Icip-Icip
    • UMKM
  • Informasi
    • Jual Beli Rangkas
    • Beasiswa
    • Loker
    • Properti