Kagetnews, Seram Bagian Barat — Tiga pimpinan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menggelar aksi demonstrasi di pertigaan Waipirit, Senin (2/3/2026).
Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) SBB, Ketua PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) SBB, dan Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) SBB, sebagai bentuk respons atas keresahan masyarakat yang berkembang melalui berbagai pemberitaan media.
Aksi dibuka oleh Ketua PC PMII SBB, Sahabat Sidik Laranuka. Dalam orasinya, ia menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bentuk kegelisahan masyarakat SBB yang menuntut adanya transparansi, khususnya terkait perjalanan ke Jepang yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.
“Dalam denyut perjuangan yang tak pernah padam, Cipayung Plus SBB menjadi simpul kekuatan moral dan intelektual. Gerakan ini bukan sekadar suara lantang, tetapi komitmen untuk menjaga nilai dan integritas,” tegas Sidik di hadapan massa aksi.
Selanjutnya, Ketua PC IMM SBB, Galang Massa, dalam orasinya menekankan pentingnya persatuan dalam mengawal arah kebijakan MIP SBB. Ia menyampaikan bahwa di tanah adat yang kaya sejarah dan martabat, semangat kolektif harus terus dijaga demi memastikan kebijakan yang diambil berpihak kepada rakyat.
“Cipayung Plus SBB berdiri tegak, merapatkan barisan, menyatukan tekad, dan menggalang massa demi satu tujuan mulia: menuntun perjalanan MIP SBB ke arah yang lebih berintegritas, progresif, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Maluku Integrated Port (MIP) harus tetap di Waisarisa,” tegas Paisal Iwan, Ketua IMM SBB.
Orasi terakhir disampaikan oleh Ketua DPC GMNI SBB, Bung Ozy Tubaka, sebelum massa bergerak menuju Kantor DPRD SBB untuk membaca dan menyerahkan poin tuntutan. Ozy menegaskan bahwa langkah tersebut bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari gerakan panjang untuk memastikan adanya kejelasan dan sikap resmi dari pihak terkait.
“Ini bukan lempar bola. Harus ada pernyataan sikap resmi yang menjawab tuntutan kami. Jika tidak direspons, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar dan tetap memboikot pintu gerbang Pulau Seram,” tegas Tubaka.
Usai menyampaikan orasi di pertigaan Waipirit, massa aksi kemudian bergerak menuju Kantor DPRD SBB untuk menyampaikan tuntutan secara resmi. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi atas tuntutan yang disampaikan Cipayung Plus SBB.
Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib.
Berikut poin tuntutan :
1. Kami mendesak Gubernur Maluku transparan dan akuntabel Terkait SPPD ke Jepang untuk penandatanganan MoU di Jepang.
2. Kami mendesak Bupati SBB transparan dan akuntabel Terkait SPPD ke jepang untuk penandatanganan MoU di Jepang.
3. Kami meminta transparan dari Gubernur dan Bupati SBB tranparansi terkait dana survei dan keterbukaan soal kajian ilmiah dan juga studi kelayakan.
Pewarta : Adit
Editor : LS
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.






















