Muhammad Hamdani
Ketua Umum HMI Komisariat IAI Al-Azhary Cabang Cianjur
Kagetnews | Opini – Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bukan hanya sekadar penanda usia organisasi, melainkan momentum untuk menjaga api perjuangan agar tetap menyala di tengah tantangan Zaman. Api itu lahir dari kegelisahan sejarah, dinyalakan oleh idealisme, dan dijaga oleh komitmen kader untuk terus berpihak pada nilai kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan.
Menjaga api perjuangan berarti merawat nilai keislaman dan keindonesiaan yang menjadi fondasi HMI ketika didirikan oleh Ayahanda Lafran Pane. Ia tidak cukup dipelihara melalui seremonial dan romantisme sejarah, tetapi harus diwujudkan dalam kaderisasi yang hidup, tradisi intelektual yang kritis, serta keberanian moral dalam merespons kepentingan umat dan bangsa. Api perjuangan akan padam jika kader berhenti berpikir, enggan bersikap, dan kehilangan keberpihakan terhadap kaum mustad’afin.
Dalam momentum Milad ini, setiap kader diingatkan bahwa sejarah besar HMI tidak diwariskan untuk dibanggakan, melainkan untuk dilanjutkan.
Apresiasi Spesial
Dukungan Anda membantu kami menyajikan berita berkualitas.
Scan QRIS Berita Super
Silakan selesaikan pembayaran melalui aplikasi e-wallet Anda.






















