Kuwu Suyanto Sukses Kembangkan Peternakan Sapi Mandiri di Desa Jumbleng, Target 300 Ekor

Potret Suyanto Pengusaha peternakan sapi mandiri sekaligus Kuwu desa Jumbleng kecamatan Losarang (Ist).
Potret Suyanto Pengusaha peternakan sapi mandiri sekaligus Kuwu desa Jumbleng kecamatan Losarang (Ist).

Bagikan

Berita Kaget | Indramayu – Kuwu Suyanto, pengusaha sekaligus Kepala Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, berhasil mengembangkan usaha peternakan sapi secara mandiri sejak tahun 2019. Berlokasi di Blok Binaan Desa Jumbleng, usaha peternakan ini kini menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Peternakan tersebut difokuskan pada pengembangan jenis sapi PO Kebumen, Lemosin, dan sapi lokal. Hingga saat ini, lahan yang telah disiapkan dan dibuka mencapai sekitar 50 hektar, yang digunakan untuk kandang, area penggemukan, serta pendukung peternakan lainnya.

Peternakan sapi mandiri difokuskan pada pengembangan jenis sapi PO Kebumen, Lemosin, dan sapi lokal

Program peternakan ini merupakan program mandiri jangka panjang selama lima tahun, dengan target populasi mencapai 300 ekor sapi. Sementara itu, pada tahap awal telah tersedia sekitar 40 ekor sapi yang dikhususkan untuk penggemukan.

Tidak hanya berdampak pada sektor peternakan, keberadaan usaha ini juga membawa perubahan signifikan terhadap infrastruktur desa. Jalan yang sebelumnya rusak, berlumpur, dan menyerupai kubangan kerbau serta kawasan hutan, kini telah berubah menjadi akses jalan yang layak dan bagus sepanjang kurang lebih 13 kilometer.

Perubahan tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga menilai kehadiran peternakan sapi ini tidak hanya membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas dan mendorong kemajuan wilayah desa.

“Alhamdulillah masyarakat sangat mendukung dan antusias. Ini bukan hanya usaha pribadi, tapi juga untuk mendorong kemajuan desa dan kesejahteraan bersama,” ujar Kuwu Suyanto.

Ke depan, peternakan sapi di Desa Jumbleng diharapkan dapat menjadi sentra peternakan unggulan, sekaligus contoh nyata bahwa program mandiri yang dikelola secara konsisten mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan desa dan perekonomian masyarakat.**

Pewarta : Uncu
Editor : LS

Berita lainnya