Polindra Dorong Edutekpreneur R-HVAC: Tingkatkan Kompetensi Guru dan Siswa SMKN 1 Sindang

Potret serah terima/sosialisasi Media Trainer AC Split berbasis IoT dari Polindra ke SMKN 1 Sindang. (Ist)

Bagikan

Kagetnews | Indramayu – Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, Polindra melaksanakan program Edutekpreneur R-HVAC dengan Media Trainer AC berbasis Internet of Things (IoT) di SMK Negeri 1 Sindang, Kabupaten Indramayu, 17 September 2025.

Program ini dirancang untuk memberikan dampak ganda, yakni meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekaligus meningkatkan kompetensi guru produktif dan siswa di bidang Refrigeration and Heating, Ventilation, Air Conditioning (R-HVAC) dimana kegiatan ini digagas oleh para dosen dan mahasiswa program studi Teknik Pendingin dan Tata Udara Polindra.

Potret Tim PKM dari Polindra bersama trainer AC Split yang diserahkan kepada SMKN 1 Sindang. (Ist)

Media Trainer AC berbasis IoT yang diperkenalkan dalam kegiatan PKM ini merupakan alat peraga pembelajaran yang dikembangkan untuk mendukung proses praktik siswa SMKN 1 Sindang, dimana di laboratorium program studi Teknik Elektronika masih sangat minim dengan alat peraga pembelajaran. Dengan adanya perangkat ini, siswa dan guru dapat memahami cara kerja sistem pendingin modern yang ramah lingkungan, efisien energi, dan terintegrasi teknologi digital.

“Melalui media ini, pembelajaran di kelas tidak lagi sebatas teori. Siswa bisa langsung menguji, mengamati, sekaligus mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan industri saat ini,” ujar salah satu dosen Polindra yang terlibat dalam program PKM tersebut.

Potret trainer AC Split buatan Polindra yang diberikan kepada SMKN 1 Sindang. (Ist)

Teknologi ini juga sejalan dengan tuntutan era industri 4.0, di mana integrasi IoT (Internet of Things) semakin banyak diaplikasikan dalam sistem tata udara dan pendingin modern.

Peningkatan Kompetensi Guru dan Siswa

Guru produktif di SMK seringkali menghadapi keterbatasan sarana praktik dalam mengajarkan teknologi terbaru. Melalui program PKM ini, Polindra membantu menjembatani kesenjangan tersebut. Para guru dilatih untuk mengoperasikan Media Trainer AC berbasis IoT sehingga dapat langsung mengimplementasikan dalam proses pembelajaran.

Di sisi lain, siswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menciptakan inovasi baru yang bernilai ekonomis. Pendekatan ini sesuai dengan konsep Edutekpreneur, yaitu pendidikan berbasis teknologi yang dikolaborasikan dengan semangat kewirausahaan.

“Kami ingin lulusan SMK tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap membuka peluang usaha mandiri di bidang R-HVAC. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan juga pencipta lapangan kerja,” jelas tim PKM Polindra.

Sinergi Pendidikan dan Lingkungan

Selain meningkatkan keterampilan vokasi, program ini juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup. Sistem R-HVAC yang diajarkan berfokus pada penggunaan teknologi hemat energi dan ramah lingkungan.

Dengan cara ini, diharapkan siswa bisa dibekali pemahaman bahwa setiap inovasi teknologi harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Langkah ini dinilai sangat relevan mengingat isu pemanasan global dan tingginya konsumsi energi dari sektor pendingin udara di Indonesia. Melalui pembelajaran berbasis green technology, siswa dapat lebih peka terhadap solusi inovatif yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan.

Membekali Generasi Vokasi dengan Jiwa Edutekpreneur

Program Edutekpreneur R-HVAC berbasis IoT ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan tinggi dan sekolah vokasi dapat berkolaborasi untuk menciptakan sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

Dengan menggabungkan teknologi, kewirausahaan, dan kepedulian lingkungan, Polindra tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan visi jangka panjang agar siswa SMK memiliki kompetensi sekaligus jiwa wirausaha yang berkelanjutan.

Harapan ke Depan

Ketua Prodi Teknik Elektronika SMKN 1 Sindang, Maman Suherman, S.Pd. menyambut baik kegiatan ini dan menilai bahwa program PKM Polindra menjadi stimulus penting bagi pengembangan sekolah vokasi di Indramayu.

“Kami merasa sangat terbantu. Kehadiran media trainer berbasis IoT ini membuka wawasan baru bagi guru maupun siswa untuk terus berkembang mengikuti perkembangan industri,” ujarnya.

Polindra berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di satu sekolah, tetapi dapat diperluas ke berbagai SMK lain di Kabupaten Indramayu bahkan Jawa Barat. Dengan demikian, lebih banyak generasi muda yang terampil, inovatif, dan peduli lingkungan dapat lahir melalui jalur pendidikan vokasi.

 

Penulis: Yudhy Kurniawan, ST., MT. (Dosen Politeknik Negeri Indramayu, Prodi Teknik Pendingin dan Tata Udara sekaligus Ketua Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat)

Berita lainnya