Kagetnews | Indramayu – Aktivitas judi berkedok permainan gosokan dan tarikan yang marak dijajakan pedagang di sekitar SDN 4 Gunung Sari menuai keresahan para orang tua murid. Anak-anak lebih tergiur menghabiskan uang jajannya untuk membeli gosokan dan tarikan dengan iming-iming hadiah, ketimbang membeli makanan.
Salah seorang wali murid, Tina, mengaku prihatin dengan kebiasaan tersebut. Ia menuturkan, anaknya kini jarang membeli jajanan makanan karena seluruh uang jajannya habis digunakan untuk bermain gosokan.
“Iya saya bingung mau ngadu ke sekolah, soalnya pedagangnya cuma ada saat pagi setelah bel masuk mereka sudah pindah ketempat lain, Anak saya sekarang gak pernah jajan makanan, uangnya habis buat gosokan dan tarikan. Kedepannya saya berharap ada pengawasan dari pihak sekolah agar menegur pedagang tersebut untuk tidak menjual judi gosokan,” ungkap Tina.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif bagi anak-anak, baik dari segi kesehatan karena tidak membeli makanan, maupun dari sisi mental karena terbiasa dengan praktik perjudian sejak dini.
Orang tua murid berharap pihak sekolah bersama aparat desa dapat mengambil langkah tegas, seperti menertibkan pedagang yang berjualan judi gosokan di sekitar lingkungan sekolah, demi menjaga anak-anak tetap fokus belajar dan terhindar dari kebiasaan buruk.
Pewarta: Samsudin
Editor: Taufid





















