Kagetnews | Cirebon – Budidaya jamur tiram yang dikerjakan oleh Petani Jamur Yayat Hidayat, seorang pria berusia 26 tahun dari Desa Babakan Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon mencoba membudidayakan jamur tiram di halaman rumahnya.
Dari budidaya jamur tiram Yayat Hidayat sukses meraup keuntungan hingga jutaan rupiah pada setiap bulannya.
Yayat membudidayakan jamur yang berwarna putih dengan bentuk seperti payung itu di halaman rumahnya, yang beralamat di Jalan Kyai Jatira RT 02 RW 06 Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.
Ia memanfaatkan ruang kosong di bagian halaman rumahnya dan menyulapnya sebagai tempat untuk membudidayakan jamur tiram yang di kelolanya, dengan menggunakan rak yang terbuat dari bambu yang menyerupai lio atau meja meja kecil, rak untuk membudidayakan jamur tiram tersebut setinggi 2 meter lebih dan lebarnya sekitar 40 cm untuk setiap raknya
Pada awalnya Yayat belajar mebudidayakan jamur tiram melalui chanel youtube yang ia tonton dan setelah menguasai ilmu yang didapat dari youtube selanjutnya Ia mulai mengaplikasikan budidaya jamur yang telah dikuasainya. Pada bulan Juli 2023 dengan modal nekat Yayat Hidayat mencoba membudidayakan jamur tiram terebut.
Diketahui awal memulai budidaya jamur tiram Yayat mengaku mengeluarkan modal hingga Rp 2,8 juta untuk berbagai peralatan budidaya jamur tiram seperti pembuatan rak, baglog, media tanam, dan lainnya.

Produksi jamur tiram yang dikelola oleh Yayat Hidayat.
Dari usaha serta modal yang dikeluarkan, sekarang Yayat mengaku sudah meraup keuntungan dan balik modal dalam waktu satu bulan setengah, karena tingginya minat masyarakat untuk memesan jamur tiram. Dalam sehari saja, minimal 15 orang bisa memesan jamur pada pagi harinya kepada Yayat mulai dari tetangga dan para pelaku kuliner seperti warung makan dan pedagang jamur crispy.
“Ada yang membeli setengah kilo ada juga yang membeli satu kilo,” ucap Yayat.
Adapun harga harganya Rp 7500 untuk paket setengah kilo dan Rp 15000 untuk paket satu kilo. Yang mana dalam satu harinya penjualan bisa sampai 8 kilogram lebih.
Perlu diketahui, pemasaran yang dilakukan oleh Yayat untuk menjual jamur tiramnya melalui dor to dor dan memanfaatkan media sosial media seperti facebook dan lwhatshap.
Karena usahanya mendapatkan keuntungan, dalam waktu dekat ini Yayat akan mengembangkan usahanya di Kabupaten Majalengka di Desa Ampel Kecamatan Ligung. *** (Samsudin)





















